
Alvin langsung pulang kerumah dan tidak mendapati Shevi. Begitu juga dengan kediaman Shandika, security bilang kalau Shevi hari ini belum datang ke rumah itu. Sedangkan panggilannya tidak ada yang di angkat oleh Shevi maupun Nurin dan kawan - kawan.
Sampai keesokan harinya pun masih tidak dapat menemukan Shevi. Anehnya Tiara tidak dibawa oleh Shevi. Dan saat Alvin tanya mommy'nya kemana, anak itu menjawab jika mommy'nya akan sibuk untuk beberapa hari kedepan jadi tidak bisa pulang.
Alvin sudah mendatangi semua sahabat Shevi dan tidak ada yang mau angkat bicara. Bahkan dirinya selalu saja di usir saat baru menampakkan diri dihadapan mereka. Dan itu berarti mereka tahu dimana Shevi berada karena dari tatapan beci mereka, Alvin bisa menyimpulkan kalau Shevi sudah menceritakan semuanya.
Saat Alvin sedang memarkir mobilnya didepan apartemen Nurin siapa tahu Shevi ada disana, Mobil Nurin lewat dan Alvin bisa melihat dengan jelas jika istrinya sedang duduk di samping Nurin yang tengah mengemudi.
Tanpa pikir panjang Alvin langsung mengikuti kemana mobil itu pergi.
***
Saat ini Shevi di antar oleh Nurin sedang menuju ke bandara menjemput Ray. Kemarin Nurin sudah menceritakan semuanya kepada dirinya tentang Ray yang menghubungi saat dirinya tidur dan menceritakan juga apa yang Shevi alami kepada Ray.
Awalnya Shevi marah kepada Nurin karena lancang bercerita ke Ray tanpa ijin darinya. Tapi toh Ray sudah akan berangkat saat Shevi menghibungi. Dan kalau dipikirkan lagi memang dia butuh Ray untuk teman berbagi. Bukannya sahabatnya tidak bisa untuk berbagi. Tapi rasanya Rindu juga berbagi keluh kesah dengan kakak angkatnya itu.
Shevi memandang kosong keluar jendela mobil. Pikirannya entah kemana sampai Nurin menepuk pundaknya baru dia sadar jika mereka sudah sampai di bandara. Shevi tersenyum ke arah Nurin lalu turun menuju terminal kedatangan menunggu Ray yang seharusnya sepuluh menit lagi sampai.
***
Alvin heran melihat istrinya menuju ke bandara. Ada pikiran buruk melintas dikepalanya. Apakah istrinya itu akan pergi meninggalkannya ?
Alvin mengikutin dua wanita itu sampai mereka sampai di pintu kedatangan. Dan saat dirinya mendekat dilihatnya Shevi memeluk seorang laki - laki yang baru datang. Alvin tahu siapa laki - laki yang sedang memeluk istrinya itu. Orang yang selalu bilang bahwa Shevi sudah seperti adiknya sendiri. Malaikat penjaga anak dan istrinya saat di New York dulu.
Walaupun Alvin tahu hubungan keduanya seperti apa, tapi tetap saja Alvin merasa panas melihat istrinya didekap laki - laki lain selain dirinya.
__ADS_1
Alvin melangkah cepat menghampiri mereka dan langsung menarik jaket bagian belakang laki - laki itu kemudian dipukulnya bagian perut Ray. Membuat laki - laki itu terhuyun kebelakang dan membuat Shevi serta Nurin memekik kaget.
" Brengsek !! Berani - beraninya lo peluk istri gue " Ray sebenarnya tidak begitu paham bahasa non formal Indonesia. Tapi dia tahu maksud Alvin memukulnya karena apa. Ray menegakkan tubuhnya dan mencengkeram kerah baju Alvin.
" Seharusnya saya yang marah karena kamu tidak bisa memperlakukan adik saya dengan baik..!! Saya merelakannya pulang karena saya harap dia bisa bahagia bersama kamu..!! Tapi ternyata saya salah karena kamu malah mengkhianatinya !! " Ray langsung membalas pukulan Ray dan mereka terlibat baku hantam tanpa keduanya mau mengalah.
" STOPPPP !!! " Teriakan Shevi menghentikan mereka yang sudah mulai mengundang perhatian banyak orang.
" Kamu tuh apa - apaan sih vinn ?? Dateng - dateng main pukul orang aja !! " Alvin tercengan karena istrinya malah memarahinnya setelah membantu Ray untuk berdiri.
" Dan aku mohon sama kamu.. Jangan muncul di hadapan aku dulu !! " Shevi mengajak Ray dan Nurin untuk pergi meninggalkan Alvin.
Alvin langsung mengejar mereka dan memeluk istrinya dari belakang.
" Aku mohon jangan kaya gini yank.. Jangan jauhin aku.. please... " Shevi melepaskan pelukan Alvin dengan pelan.
Mereka meninggalkan Alvin yang masih mematung dengan penolakan istrinya. Alvin tidak pernah menyangka jika hal seperti ini akan terjadi lagi. Dulu Shevi juga menolak kehadirannya bahkan sampai menjauhinya lewat media apapun agar Alvin tidak hadir dalam hidup Shevi. Dan sekarang hal sama terulang lagi. Hanya bedanya dulu wanita itu lah yang dia tiduri sehingga ada kesempatan untuk mereka kembali bersama. Tapi sekarang justru wanita itu yang tersakiti karena dirinya tidur dengan wanita lain. Masih pantaskah Alvin mendapatkan maaf dari Shevi. Atau masih maukah Shevi memaafkan Alvin kali ini.
Ponsel Alvin berbunyi dan menampilkan nama mami'nya di layar ponsel. Alvin mengangkat panggilan itu dan menghela nafas saat mami'nya memberitahunya jika Tiara rewel kangen dengan ibunya.
***
Sementara itu di dalam mobil yang Nurin kendarai Shevi menangis di dalam pelukan Ray. Tangisannya masih tidak berhenti sampai mereka duduk berjam - jam di ruang tamu apartemen Nurin. Tidak ada yang berani berbicara. Biar Shevi menenangkan dirinya terlebih dahulu.
" Maaf Ray " Shevi mengangkat wajahnya dan melepaskan pelukannya di dada bidang kakak angkatnya itu. Dia merasa tidak enak karena menjadikan Ray tempat bersandar saat dirinya ditimpa masalah.
__ADS_1
" No problem.. Apa kamu sudah merasa lebih baik " Shevi tidak menjawab. Namu saat dirinya akan berdiri sesuatu mengalir dikedua kakinya dan Shevi memekik merasakan sakit yang luar biasa pada bagian perutnya.
" Aakkkhhh " Rasa sakit yang tidak pernah Shevi rasakan sebelumnya. Rasa sakit yang sangat menyiksa hingga dirinya hilang kesadara.
Untung Ray sigap menangkap tubuh Shevi saat dirinya mulai limbung. Ray dan Nurin sudah panik melihat Shevi memkik dan sekarang mereka tambah panik karena Shevi pingsan dan mengalir darah segar dari kakinya.
Mereka segera membawa Shevi ke rumah sakit terdekat. Mereka tidak ingin hal buruk sampai terjadi.
" Apakah Shevi sedang hamil ?? " Tanya Ray yang memangku Shevi dibelakng dan melihat darah itu belum juga berhenti.
" Kalau dilihat dari darahnya mungkin saja dia sedang hamil. Tapi sepertinya Shevi belum tahu kalau dia hamil karena dia tidak pernah cerita " Jawab Nurin masih tetap fokus dengan jalanan didepannya.
Saat mereka sampai ke rumah sakit, mereka langsung membawa Shevi ke ruang UGD. Mereka menunggu dengan cemas di luar ruangan.
Seorang suster keluar mencari suami dari Shevi.
" Suaminya gak ada disini sus.. Kenapa ya ? " Nurin memang belum menghubungi Alvin atau keluarga Shevi yang lain.
" Bisa tolong hubungi suami atau keluarga pasien. Pasien mengalami keguguran dan kami perlu persetujuan suami untuk melakukan kuretase " Apa yang di khawatirkan Nurin ternyata benar terjadi. Ternyata Shevi memang hamil dan sekarang dia harus kehilangan buah hati keduanya.
Shevi pasti sangat terpukul nanti. Setelah melihat suami yang di cintainya selingkuh, sekarang harus kehilangan calon anak keduanya gara - gara masalah itu. Nurin kira setelah mereka bersatu Shevi akan bahagia. Tapi kenapa malah seperti ini. Seakan kesedihan terus saja menghampiri kehidupan sahabatnya itu.
*
*
__ADS_1
*
Dari kemaren kurang semangat nulis.. Kurang percaya diri dengan hasilnya. Tapi setelah dipikir lagi, aku hanya menuangkan kehaluanku disini. Jadi apa pun hasil dan respon pembaca aku anggap bonus buatku.. Happy Reading semua 💕