DEMI DIA

DEMI DIA
Cek Dokter


__ADS_3

Belakangan Shevi merasa aneh dengan tubuhnya yang mudah sekali lelah. Belum lagi jika pagi hari rasanya pusing dan mual. Untuk itu semalam setelah pulang dari studio dia mampir ke apotek untuk membeli tespeck untuk ia coba pagi ini.


Selepas bangun tidur ia langsung mengambil tespeck yang masih berada didalam tasnya untuk ia coba di kamar mandi. Ada rasa takut jika hasilnya tidak sesuai dengan harapannya.


Hatinya berdebar menantikan hasil dari tesnya. Banyak harapan jika dia dan suami dikasih kepercayaan lagi untuk memiliki anak kembali. Sebenarnya jika melihat tanggal menstruasinya dirinya baru terlambar dua hari. Tapi entah kenapa dia curiga jika saat ini dirinya tengah hamil. Rasanya seperti awal kehamilannya dulu saat mengandung Tiara.


Hanya saja kali ini tidak seberat dulu, karena dulu tubuhnya masih perlu beradaptasi. Sekarang pusing dan mualnya tidak terlalu parah. Padahal hamil kedua kemarin saat keguguran dirinya tidak merasakan apapun, hingga tidak tahu jika dirinya tengah hamil. Sampai ketika kejadian buruk itu terjadi dan baru tahu saat kehilangan anak keduanya.


Setelah beberapa menit Shevi memberanikan membuka matanya untuk melihat hasil yang tertera di tespeck. Seketika matanya berbinar dan langsung berkaca - kaca. Rasa bahagia membuncah didadanya. Haru, bahagia, syukur dia rasakan secara bersamaan.


Dia mendekap erat alat tes itu didadanya. Niatnya mau langsung memberika alat itu saat Alvin bangun nanti. Tapi mengingat sebenatar lagi suaminya akan ulang tahun. Akan dia tunda hingga dua hari kedepan. Biar ini menjadi hadiah di ulang tahun suaminya yang ke 27 tahun.


" Yank kamu di dalem ?? Gantian dong, aku kebelet nih !! " Alvin mengetok pintu kamar mandi.


Ternyata suaminya sudah bangun. Buru - buru Shevi simpan alat tersebut di balik bajunya dan menghapus air mata yang sempat keluar karena bahagia tadi.


Saat pintu terbuka Alvin mengernyitkan dahinya. " Kamu nangis yank ?? matanya merah begitu ?? "


Buru - buru Shevi mengerjapkan matanya. " Gak kok mas. Kan aku baru bangun terus cuci muka, makanya mata aku merah. " Jelasnya sambil tersenyum kepada suaminya. Senyum penuh dengan kebahagiaan atas anugerah yang di dapatkan pagi ini.


Alvin percaya dan langsung masuk ke kamar mandi karena memang dirinya sudah tidak tahan ingin buang air kecil.


***

__ADS_1


Suasana hati Shevi sangat bahagia hari ini. Dia memilih untuk tidak pergi bekerja dulu. Karena rencananya akan ke rumah sakit untuk memastikan kehamilannya sebelum memberi tahu Alvin nanti.


Setelah Alvin dan Tiara berangkat untuk ke kantor dan sekolah, Shevi siap - siap untuk berangkat ke rumah sakit tempat Nay bertugas. Mengganti pakaian dengan shirt dress warna biru bergaris yang di padukan dengan sneakers dan tas tangan warna putih tulang. Shevi memang lebih nyaman memakai sneakers dan flat shoes. Hanya saat ada acara tertentu saja dia menggunakan stilleto.


Shevi menelpon Nay bahwa dia akan ke rumah sakit tempatnya bekerja dan meminta sahabatnya itu untuk menemaninya periksa. Saat Nay bertanya siapa yang sakit, Shevi hanya menjawab nanti dia akan tahu sendiri. Untung hari ini Nay praktek siang jadi bisa menemani Shevi sebelum memulai prakteknya.


Tidak sampai satu jam untuk Shevi sampai di rumah sakit milik keluarga kakak iparnya Bayu. Shevi mendaftar ke bagian spesialis Obgyn. Setelah itu menuju ruangan Nay sembari menunggu namanya di panggil karena memang disana sudah banyak ibu - ibu dengan perut yang sudah membesar dan terlihat bahagia menikmati masa - masa kehamilan dan menantikan anak mereka lahir. Hal yang pernah dia rasakan lima tahun lalu. Dan sekarangpun dia bisa merasakan lagi kebahagiaan ibi hamil.


***


" Hai !! " Shevi melongok ke dalam ruangan praktek Nay yang hanya ada Nay karena belum waktunya buka praktek.


Nay langsung tersenyum dan menyambut sahabatnya dengan gembira. Itu lah mereka, meskipun persahabatan mereka sudah terjalin lama, tapi tidak pernah ada bosannya saat mereka bertemu. Selalu saja ada rasa bahagia saat bertemu sahabat yang menemani kita di saat suka dan duka.


" Periksa apa sih ?? Lo sakit lagi ? Kenapa gak telfon aja biar gue ke rumah, jadi lo gak perlu kan jauh - jauh kesini. " Serbu Nay setelah mereka duduk di sofa salah satu sudut ruangannya.


Shevi melepaskan pelukannya masih dengan senyum sejuta watt'nya. " Lebih dari arisan ! Kayaknya lo bakal dapet keponakan lagiiiiii !!! " Serunya heboh.


Nay yang mendengarnya ikutan heboh setelah dapat mencerna maksud Shevi. " Lo hamil lagi ??? " Tanya Nay dengan semangat yang dibalas anggukan keras oleh Shevi.


" Selamat ya vii.. Gue seneng banget dengernya. Akhirnya Tiara dapet adek juga. " Mereka kembali berpelukan dan menggoyangkan tubuhnya ke kanan dan ke kiri.


" Bener - bener tokcer emang kak Alvin. Dulu Tiara sekali jadi. Anak ke dua nikah dua bulan udah isi aja. Ini baru balikan sebulan lebih udah isi lagi.. Daebak emang kalian !! " Mereka tertawa bersama menikmati kebahagiaan yang mereka rasakan bersama.

__ADS_1


" Tapi jahat sih lo !! Udah mau punya anak dua aja !! Padahal gue belum satu pun !! " Nay berlagak cemberut setelah tawa keduanya reda.


" Makanya cepet kasih kode kak Randy buat ngajakin lo nikah dong !! Jangan sampai kalah sama Indah yang baru ketemu !! " Nay hanya manyun kemudian tersenyum.


" Gak papa lah. Gue seneng liat kalian bahagia. Gue masih harus dapet gelar specialis dulu sebelum gue nikah. Karna kalo udah nikah apa lagi punya anak mana sempet mikirin kuliah dengan segambreng tugas - tugasnya. Pasti yang ada cuma mikirin ranjang sama susu anak doang.. Belum lagi jam praktek gue !! Gak deh.. Biar nanti aja kalo cita - cita gue udah kelar !! "


Keluarga Nay dari kakek dan turunannya memang hampir semua berprofesi sebagai dokter, dan mereka semua spesialis. Sehingga tidak heran jika Nay juga mengejar hal yang sudah mendarah daging dalam jiwanya. Bahkan sebenarnya keluarganya punya rumah sakit sendiri. Tapi Nay lebih memilih keluar dari zona nyaman. Dia lebih memilih memulai karirnya sendiri dari nol. Dan mungkin jika dia tidak bekerja di rumah sakit ini Nay tidak akan pernah bertemu dan berpacaran dengan Randy yang juga salah satu dokter di rumah sakit ini.


" Apapun keputusan lo, gue akan selalu dukung Nay. Lo harus terus jadi kebanggaan keluarga lo. Jangan sampai lo mengecewakan mereka !! "


" Emang gue pernah buat mereka kecewa apa sih ?? anak sepenurut gue !! " Mereka kembali tertawa bersama.


" Jadi kangen ngumpul.. Udah berapa minggu nih kita gak ngumpul.. "


" Bener vii.. Kuy lah atur jadwal buat ngumpul.. "


" Lusa aja gimana ?? Alvin kan ultah. Bikin acara barbeque aja. Lama kan kita gak bikin acara begituan ?? " Tawar Shevi.


" Boleh juga. Nanti gue kabarin yang lain di grup. " Setelah Nay setuju dengan acara lusa, mereka langsung menuju dokter kandungan memeriksakan kandungan Shevi.


*


*

__ADS_1


*


Makasih yang setia menanti.. Jangan lupa tinggalin jejak biar authornya semangat 🤗💕


__ADS_2