
Siswa-siswi SMA Putra Bangsa bisa bernapas lega. Hari ini adalah hari terakhir ulangan akhir semester untuk kelas sepuluh dan sebelas. Hanya tinggal menunggu pembagian raport yang di isi dengan kelas meeting mulai hari senin nanti.
Dan besok malam adalah hari penting untuk anak kelas duabelas yang lulus tahun ini. Prom night atau malam perpisahan yang akan di selenggarakan di salah satu ballroom hotel berbintang. Hanya anak kelas duabelas saja yang akan hadir. Anak kelas sebelas dan sepuluh hanya yang bertugas mengisi acara yang ikut menghadiri acara khusus kakak tingkat mereka itu.
Para siswi kelas dengan hirarki teratas tengah sibuk membicarakan akan menggunakan gaun seperti apa untuk acara besok malam. Agar mereka terpilih untuk menjadi ratu prom tahun ini. Meski pun penilaian tidak hanya dalam kecantikan, tapi juga kepopuleran dan prestasi. Baik dalam bidang olahraga, ekstrakulikuler, atau akademik.
Tapi namanya juga para gadis. Mereka akan berusahan tampil semaksimal mungkin untuk bisa terlihat cantik besok malam. Acara sekali seumur hidup mereka di bangku SMA.
"Lo udah punya gaun buat besok Ra?" tanya Pricilla. Mereka seperti biasa, masih duduk di kelas menunggu sekolah tidak padat, baru mereka akan pulang.
"Emang harus banget apa pake gaun segala? pake jens aja kenapa?" seru Tiara, malas untuk mencari gaun hanya untuk acara satu malam seperti itu saja. Tiara akan mengisi acara bersama kelas seni musik untuk mengiringi acara prom itu.
"Yee.. besok kan lo tampil nyanyi kan? harus dandan lah biar cantik!" sedangkan Pricilla akan mengisi puisi untuk ucapan selamat dan perpisahan untuk kakak kelas mereka.
"Gue cuma main piano, belum mutusin mau nyanyi! lagian gue udah cakep gak pake gaun juga!"
"percaya gue! tapi yang gak pake gaun gak boleh masuk! acaranya kan formal. Di hotel berbintang!"
Tiara bukannya tidak tahu itu acara formal yang mewajibkannya memakai gaun. Dia hanya malas saja untuk mencari gaun.
"Ya udah lah. Kita cari aja abis ini! biar besok kita tinggal berangkat."
Pricilla mengacungkan jempolnya semangat menerima ajakan Tiara.
***
"Anak mommy cantik sekali.." mommy Shevi sedang mengagumi hasil karyanya merias putri sulungnya untuk berangkat ke acara prom.
"Kalo kaya gini kamu jadi gak kelihatan suka berantem Ra." pujinya melihat penampilan anak gadisnya yang memakai dress putih bahan organza, look-nya tampak begitu anggun dan feminin sekali anak gadisnya itu.
"Ara udah gak pernah berantem moooommm.." rengek anak itu manja.
"Iya ya? Mommy lupa kalo anak mommy udah jadi anak baik." memeluk dari belakang anaknya yang masih duduk di depan meja rias, mencium sebelah pipi Tiara. Tidak terasa anaknya itu tumbuh dengan begitu cepat. Rasanya baru kemarin dia melihat anak itu berlumuran darah saat baru di keluarkan dari dalam perutnya.
"Nanti aku suruh mamang pulang abis nganter aku ya mom, bilangin daddy. Aku mau pulang bareng Pricilla, dia mau nginep sini katanya."
Mommy Shevi mengiyakan dan menyampaikan untuk berhati-hati nanti malam ketika pulang.
Dengan di antar sopir keluarga, Tiara sampai di hotel tempat acara di langsungkan. Rasanya aneh melihat kakak kelas dengan pakaian formal seperti itu. Biasanya mereka memakai seragam putih abu-abu dan masih terlihat kekanakkan. Tapi sekarang mereka terlihat lebih dewasa, yang perempuan dengan dress dan dandanannya, yang laki-laki dengan stelan jasnya.
__ADS_1
"Tiaraaaa..." Pricilla melambaikan tangannya heboh di samping kanan pintu masuk ballroom, saat melihat sahabatnya.
Tiara tersenyum dan mendekati Pricilla yang sudah bersama dengan beberapa teman sekelas mereka, ada juga Dika yang juga akan mengisi acara. Dan tidak jauh dari mereka, Sheril dan gengnya menatap sebal saat melihat Tiara yang terlihat cantik memakai dress yang feminim, sedangkan mereka yang mengisi acara dengan dance hanya memakai baju dance ala hip-hop kece.
"Cantik amat eneng Tiara.. Mau jadi biduan ya?" goda Pricilla mengundang senyum geli teman-teman mereka.
"Sialan lo!"
"Tapi kamu emang cantik banget malam ini Ra.." Tiara hanya tersenyum menanggapi pujian dari Dika.
Mereka menikmati pertunjukan dari siswa yang ikut berpartisipasi mengisi acara. Ada perwakilan kelas duabelas yang berpidato mewakili angkatannya berterimakasih kepada para guru dan salam perpisahan untuk angkatannya. Ada yang membacakan puisi (Pricilla), Dika juga mengisi acara dengan stand up. Perut gadis itu sampai sakit saat Dika mengeluarkan jokes-nya. Dan yang lebih membuat gadis itu terkejut adalah, Tiara tidak tahu jika selama ini Alvaro termasuk anggota Band sekolah, terlalu membenci pemuda itu membuat Tiara tidak mengenal Alvaro. Senyum terukir di bibirnya saat mendengar suara Alvaro yang enak di dengar telinganya. Ternyata mereka memiliki hobi yang sama, yaitu musik.
Beberapa kali Tiara hanya memainkan piano sebagai latar belakang musik selama acara berlangsung, bergantian dengan teman satu kelas musiknya. Kini giliran Tiara tampil sendiri di atas panggung, tidak hanya di belakang panggung sebagai latar yang orang tidak tahu siapa yang memainkannya.
Tiara memutuskan akan menyanyi, membawakan lagu Speechless milik Naomi Scot. Lagu yang menurut Tiara mewakili perasaannya kepada orang-orang yang suka mengusik masa lalu kelahirannya, seperti Sheril. Menegaskan bahwa dia tidak akan diam saja saat ada yang mengusikknya.
Jarinya mulai menari di atas tuts piano. Bakatnya dalam bernyanyi dan bermain musik menurun dari mommy-nya.
Here comes a wave
Meant to wash me away
Swallowing sand
Left with nothing to say
My voice drowned out in the thunder
But I won't cry
And I won't start to crumble
Whenever they try
To shut me or cut me down
I won't be silenced
You can't keep me quiet
__ADS_1
Won't tremble when you try it
All I know is I won't go speechless
Semua tahu tentang masa lalu Tiara, dan mereka semua bisa menerimanya. Tentu saja hanya Sheril and the gengs yang selalu mengusiknya.
'Cause I'll breathe
When they try to suffocate me
Don't you underestimate me
'Cause I know that I won't go speechless
Written in stone
Every rule, every word
Centuries old and unbending
Stay in your place
Better seen and not heard
But now that story is ending
Riuh tepuk tangan terdengar membahana mengisi seluruh ballroom saat Tiara selesai bernyanyi.
Saat baru turun ke belakang panggung yang kebetulan sedang sepi karena break makan malam, ada yang membekap mulut Tiara. Gadis itu berusaha memberontak tapi kalah tenaga, hingga tak lama setelahnya ia tak sadarkan diri.
Dan hal serupa terjadi kepada Alvaro di tempat yang berbeda.
*
*
*
Eng ing eng.. Apakah yang akan terjadi dengan mereka berdua. Siapa nih kemarin tim Alvaro-Tiara?
__ADS_1