DEMI DIA

DEMI DIA
Nikah Sirih


__ADS_3

Pagi ini ruang tamu keluarga Mahesa dirubah menjadi tempat untuk ijab kabul untuk Alvin dan Tania.


Acara hanya dihadiri keluarga inti Alvin dan wali dari Tania. Shevi walaupun enggan untuk duduk disana tetap saja hadir untuk memberikan restu kepada Alvin. Shevi duduk di dampingi Bunda Karina dan Shera.


Untung Tiara hari ini sekolah. Jadi anak itu tidak akan terluka melihat ayahnya menikahi wanita lain.


Sesaat kemudian Bapak Kiyai yang akan menikahkan Alvin hadir dan langsung duduk dihadapan Alvin dan Tiara yang sudah menunggu.


Sedari tadi Alvin terus memandang istrinya yang terus saja menundukan wajahnya hingga Pak Kiyai memanggilanya.


" Saudari Shavina Almahyra Shandika sebagai istri pertama ?? " Tanya Pak Kiyai kepada Shevi yang duduk tak jauh darinya.


" Iya saya Pak Kiyai.. " Shevi mengangkat wajahnya memandang Alvin sekilas kemudian menghadap kepada Pak Kiyai yang memanggilnya.


" Apakah saudari benar - benar ikhlas dan ridho suami saudari menikah lagi dengan saudari Tania ?? " Shevi menarik nafas menghilangkan sesuatu yang terasa berat menekan dadanya sebelum menjawab.


" Saya ikhlas dan ridho suami saya menikah lagi dengan saudari Tania Pak Kiyai " Jawab Shevi dengan suara yang ditahan sekuat mungkin agar tidak bergetar. Bunda Karina yang berada disebelahnya terisak mendengar jawaban Shevi.


Ibu mana yang tega anaknya di poligami seperti ini. Pacaran saja dia tidak akan rela Shevi diselingkuhin. Apa lagi poligami seperti ini. Hati Bunda bagai di sayat - sayat. Tapi Bunda berusaha menahannya. Karena dia yakin hati anaknya lebih tersayat lagi. Bunda tahu jika Shevi hanya berusaha kuat padahal jauh didalam lubuk hatinya dia yakin hatinya sudah hancur lebur tak bersisa.


" Baik kalau begitu kita mulai saja " Kemudian Pak Kiyai menikahkan Alvin dan Tania dengan lancar. Meskipun Alvin cukup lama baru menjawab dan selama ijab itu pandangan Alvin tak lepas dari menatap Shevi.


" Gimana para saksi, Sah ? " Tanya penghulu setelah Alvin selesai menjawab. Dan semua yang hadir mengucapkan Sah dan syukur.


Pak Kiyai kemudian melafazkan doa untuk mempelai dan memberikan nasihat untuk Alvin agar adil kepada kedua istrinya dan memberikan nasihat juga bagaimana menjaga rumahtangga agar harmonis.


***


Selepas acara Shevi langsung pamit berangkat bekerja dan menitipkan Tiara kepada sang bunda untuk dijemput.


Alvin melepas peci dan dasinya dengan kasar kemudian menghempaskan tubuhnya pada sofa ruang tengah. Tania mengikutinya dan duduk dihadapan Alvin.


" Den.. Ini koper non Tania saya taruh mana ya den ?? " Tanya salah satu asisten rumah tangganya.

__ADS_1


" Terserah bibi aja mau ditaro mana.. Cari aja kamar yang kosong.. Yang jauh dari kamar aku sama Shevi.. Aku gak mau liat perempuan itu deket - deket kamarku !! " Seru Alvin beranjak pergi menaiki tangga menuju kamarnya bersama Shevi.


Asisten rumah tangganya heran dan kasihan kepada Tania padahal baru menikah tapi tidak mau lihat. Bibi itu hanya menggelengkan kepalanya tidak mau memikirkan masalah orang kaya yang dia tidak mengerti. Kemudian Bibi itu mengajak Tania memasuki kamar tamu di lantai satu.


Tania menghempaskan dirinya di ranjang setelah asisten rumah tangga itu pergi dan menutup pintu.


" Baru juga nikah.. Udah kaya gitu aja sikapnya " Gumam Tania dengan kesal kepada Alvin.


Tania kemudian beranjak dan melihat - lihat kamar barunya di rumah itu.


" Lumayan lah lebih gede dari kamar kosan gue " Tania adalah anak rantau yang tinggal di kosan didekat kantornya. Tadi saat menikah yang menjadi walinya adalah pamannya yang juga tinggal di ibu kota.


" Rumah baru kita nak " Tania mengusap perutnya.


***


Alvin memasuki kamarnya dan membanting dengan keras pintu kamarnya.


" Aaarrrggghhh Siall !! " Alvin membuang semua barang yang ada di atas nakas dan tempat tidurnya bersama Shevi.


Alvin tahu dirinya telah menyakiti hati istrinya. Wanita yang dia cintai. Ibu dari anaknya Tiara. Alvin tahu pasti saat ini Shevi sedang sangat terluka, dan dirinya tidak bisa berbuat apa - apa. Karna luka istrinya kali ini pasti akan sangat susah untuk di sembuhkan.


Alvin juga memikirkan bagaimana nasibnya nanti kalau anak yang ada dalam kandungan Tania terbukti anak kandungnya. Alvin tidak siap dan tidak akan mau Shevi menggugat cerai dirinya.


Apapun yang akan terjadi nanti Alvin akan tetap mempertahankan rumah tangganya bersama dengan Shevi. Kalau perlu dia akan mengambil anak Tania kalau memang itu adalah wanaknya dan kemudian menceraikannya.


Alvin tidak akan pernah mengorbankan wanita sebaik istrinya hanya demi wanita seperti Tania.


Alvin mengambil bingkai yang berisi foto keluarga kecilnya yang tadi sempat tersapu tangannya saat membuang semua benda diatas nakas.


Bingkai foto itu sudah tak berkaca lagi. Kacanya pecah berkeping - keping berserakam di lantai. Seperti hati istrinya yang dia hancurkan berkeping - keping.


" Maafin aku yank.. Maafin daddy Tiara.. Daddy harap kalian mau bersabar menunggu daddy kembali kepelukan kalian lagi.. Daddy akan berusaha untuk buktiin kalau daddy gak salah.. Tunggu daddy.. tunggu aku yank... " Mami dan Papi Alvin yang melihat itu dari pintu yang baru mereka berdua buka sedikit ikut nelangsa dengan anak semara wayangnya itu.

__ADS_1


" Pihhh... " Mami Lyra terisak didalam pelukan suaminya.


" Biar Alvin merasakan bagaimana rasanya kehilangan mih.. mami tenang aja. Semua akan baik - baik aja seperti sedia kala.. Tidak ada orang ketiga dalam rumah tangga anak kita.. Dan tidak akan pernah ada menantu lain selain Shevi " Papi Dion mengusap punggung istrinya yang terus terisak. Mami Lyra mendongakkan wajahnya memandang suaminya.


" Maksud papi ?? " Tanyanya tidak mengerti.


" Udah gak usah dipikirin.. Nanti juga mami bakal tau " Papi Dion mengajak istrinya untuk turun ke lantai bawah.


Di ruang keluarga ada Tania sedang duduk menonton TV dengan memakan buah - buahan di piring yang berada dipangkuannya.


" Mih.. Pih.. Ayo nonton bersama.. " Tania menampilkan senyum termanisnya kepada kedua mertua barunya itu.


" Makan apa kamu ?? " Tanya mami Lyra basa - basi.


" Buah mih.. Mami mau ?? Dari yang aku baca buah bagus untuk ibu hamil dan anak dalam kandungannya " Tania menunjukan piring buahnya kepada mami mertuanya.


" Terimakasih, buat kamu aja "


" Mulai sekarang kamu harus bantu Alvin merawat Tiara.. Karena Shevi sudah tidak mau tinggal disini.. Perlakukan anak itu dengan baik.. Karena sampai saya mendengar hal buruk yang kamu lakukan kepada cucu saya.. Saya gak akan pernah maafin kamu !! " Seru mami Lyra kemudian.


" Baik mih.. Saya pasti akan menyayangi Tiara seperti anak kandung saya sendiri.. Karena kan memang sekarang Tiara juga anak saya " Jawab Tania sambil tersenyum mencoba mengambil hati mertuanya.


" Tapi jangan coba - coba kamu ajarin dia buat manggil kamu mama atau yang lainnya.. Karena ibunya hanya Shevi dan gak ada yang lain " Imbuh Mami Lyra lagi.


" Terus Tiara manggil saya apa mih.. Saya kan memang sekarang mamanya juga " Dalam hati Tania menggerutu dengan nada sinis mertuanya.


" Dia cukup manggil kamu tante "


*


*


*

__ADS_1


Lagi gak bisa nulis dua Episode gaes 😪 Yuk kasoh semangat dengan Like, Komen dan Votenya 💕


__ADS_2