DEMI DIA

DEMI DIA
Berusaha Menghindar Malah Terjebak


__ADS_3

Indah menghubungi Shevi ketika sudah sampai direstoran dan memesan untuk dirinya, Tiara dan Andrian.


Pada dering ke lima telefon itu baru diangkat oleh Shevi.


" Lo dimana vii ?? " Tanya Indah pelan.


" Gue di kantor polisi ndah " Suara Shevi masih terdengar sesenggukan. Dia pasti sangat khawatir dengan anaknya yang hilang. Jika Indah jadi Shevi pun dirinya pasti akan sangat khawatir.


" Ngapain ke kantor polisi ?? Kantor polisi mana ?? " Indah berpura - pura tanya seakan tidak tahu Tiara hilang.


" Di kantor polisi deket taman hiburan.. Ti-tiara hi-hilang ndaaaahh " Shevi kembali menangis dengan sesenggukan.


" Gimana ceritanya bisa hilang. Emang lo gak jagain dia !! "


" Ceritanya panjang dan pliiisss udah terlalu banyak orang yang marahin gue sama Alvin. Jadi lo jangan ikutan marahin gue " Semua orang membantu Shevi mencari Tiara termasuk Om Julian yang langsung memukul Alvin karena tidak becus dalam menjaga anaknya. Anak ini selalu saja membuat Julian emosi. Dari menghamili keponakannya, Menyakiti keponakannya yang lain yang setatusnya adalah tunangannya, dan sekarang malah menghilangkan anaknya. Anak ini bisanya apa si ??!! Om Julian sangat ger dengan sifat Alvin ini.


" Ya udah kebetulan gue lagi ada direstoran X deket taman hiburan.. Mending lo kesini deh biar tenang "


" Sory ndah gue gak bisa.. Gue sama yang lain mau nyari Tiara lagi.. Dan kalo lo gak keberatan bisa gak bantuin gue cari anak gue ?? "


" Nanti gue bantuin.. Sekarang lo kesini aja dulu "


Shevi menghela nafas. " Gue gak bisa ndah.. Gue gak ada waktu !! "


" Kok lo ngebentak gue si vii.. " Andrian menaikkan sebelah alisnya saat meliaht Indah menampilkan ekspresi terkejut.


" Ya udah gue bawa pulang aja Tiara nya !! " Ancam Indah.


" Ma-maksudnya ?? Tiara sama lo ??!! " Seru Shevi dengan perasaan senang bercampur lega.


" Iya !! Makanya buruan kesini gak usah marah - marah !! " Indah langsung mematikan telefonnya. Sebenarnya dirinya tidak benar - benar marah kepada Shevi. Dia mungkin akan merespon lebih buruk lagi dari pada hanya sekedar membentak.

__ADS_1


***


" Masss.. Tiara udah ketemu !! " Seru Shevi kepada suami dan keluarganya dengan bahagia. Air mata tak hentinya mengalir dari semenjak dirinya kehilangan putri kecilnya.


" Ketemu ??!! Dimana ?? " Alvin memegang kedua bahu istrinya dengan tidak sabar.


" Sekarang kita ke restoran X aja.. Tiara disana sama Indah " Semua bernafas lega akhirnya Tiara ditemukan dan tak terjadi hal yang buruk kepadanya.


Alvin memeluk istrinya sekilas kemudian menggandengnya ke arah mobil untuk segera menemui Tiara. Baru kehilangan Tiara setengah hari saja rasanya sudah hampir gila. Gimana kalau kehilangan untuk selamanya.


Tak butuh waktu lama untuk mereka sampai direstoran yang Indah sebutkan. Karena mereka masih dikawasan yang sama. Seluruh keluarga ikut ke restoran untuk melihat sendiri apakah benar Tiara sudah ditemukan.


Shevi langsung turun dan berlari memasuki restoran. Dia mengedarkan pandangannya dan menangkap sosok gadis kecil yang sedang bercanda dengan sahabatnya dan laki - laki yang duduk di hadapan mereka sambil tersenyum tipis melihat kelucuan didepannya.


Shevi derjalan cepat kearah mereka dan langsung berlutut dan memeluk putrinya.


" Tiara kamu gak papa sayank ?? Maafin mommy !! " Shevi kembali menangis. Tapi tangisannya kali ini adalah tangis kebahagiaan atas rasa leganya bisa bertemu dengan anaknya kembali dalam keadaan sehat.


" Thanks ya ndah.. Gue gak tau lagi harus ngomong apa.. Gue tadi udah prustasi banget karena gak bisa nemuin Tiara.. Sory tadi gue bentak lo " Indah membalas pelukan Shevi dan mengusap punggung sahabatnya itu.


" It's oke.. Gue ngerti kok gimana posisi lo saat itu.. Mungkin gue akan lebih maki - maki dari pada lo tadi " Ucapan Indah yang dibumbui sindiran membuat Shevi terkekeh.


" Makasih juga ya kak udah nemuin dan jagain Tiara " Shevi menjabat tangan Andrian sebagai ucapan terima kasih.


" Iya sama - sama " Hanya itu yang keluar dari mulit Andrian. Dia memang laki - laki yang tidak banyak bicara. Tidak seperti Indah yang tidak bisa diam.


***


Tiara tidur dalam perjalanannya pulang kerumah. Mungkin anak itu lelah seharian mencari orang tuanya. Kini Shevi memilih duduk dibelakang dengan memangku kepala Tiara agar anak itu bisa tidur lebih nyaman. Berulang kali ciuman Shevi daratkan di dahi serta pipi anaknya. Dia sangat bersyukur Tiara baik - baik saja. Dan Shevi berjanji dalam hati kalau dia akan menjaga anaknya lebih baik lagi agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali. Dan semoga ini tidak menimbulkan trauma untuk anaknya.


" Kamu pengen pulang kemana yank ?? pulang ke rumah bunda apa mami ?? " Alvin melirik istrinya melalui sepion depan.

__ADS_1


" Kerumah mami lah mas.. Kan sekarang kita tinggal disana " Shevi merasa heran dengan pertanyaan Alvin. Tumben sekali menanyakan mau pulang kemana. Padahal biasanya jika Shevi dan Tiara sedang main di rumah bunda saja langsung Alvin jemput sehabis pulang kerja.


" Ya kali aja kamu pengen nginep di rumah bunda sekali - kali " Alvin masih mencoba menawarkan pilihan kepada Shevi.


" Hmm kalo mas mau ya udah ayo nginep di rumah bunda kalo gitu.. Udah lama juga aku gak tidur dikamarku "


" Oke lets go !! " Alvin tersenyum bahagia. Satu masalah tertunda. Batinnya.


" Seneng banget kayaknya mas ?? " Shevi masih bingung sebenarnya apa maksud Alvin mengajaknya menginap dirumah bunda.


" Iya. Pengen ganti suasana !! Pengen nyobain gimana rasanya iya - iya dikamar kamu " Goda Alvin membuat wajah Shevi bersemu merah.


" Apaan sih mas !! Gak ada kaya gituan ya !! Kita itu disana sekamar sama Tiara !! Tiara belum ada kamar pribadi disana !! "


" Yahhh yank " Alvin pura - pura kecewa padahal bukan itu tujuannya.


Sesampainya di kediaman Shandika, mobil bunda sudah terparkir di halaman yang berarti bunda Karina sudah sampai di rumah. Dan di sana tidak ada mobil Om Julian jadi aman, Alvin tidak akan kena bogem mentah Om Mertuanya itu lagi.


Alvin menggendong tubuh Tiara yang terlelap memasuki pintu yang sudah setengah terbuka. Saat memasuki rumah mulut Alvin terbuka tidak percaya dengan apa yang dia lihat, karena papi dan maminya sedang duduk di sofa ruang tamu. Padahal tadi Alvin yakin jika mobil papinya tidak ada di luar.


Tiara langsung diambil alih oleh Bunda Karina untuk dia tidurkan dikamar Shevi. Dan Alvin hanya bisa pasrah. Dia mengajak istri dan anaknya untuk menginap disini agar dia bisa terhindar dari kemarahan sang papi. Tapi ternyata papinya sudah bisa menebak jalan pikiran Alvin.


" Duduk kaliam berdua !! " Perintah papi Dion dengan Tegas. Shevi langsung duduk dengan bingung sebenarnya kenapa dan kenapa suaminya menunduk seakan takut.


*


*


*


Happy Reading 💕

__ADS_1


__ADS_2