
Seminggu setelah kepulangan Shera dari rumah sakit acara pertunangan diadakan di kediaman Shandika.
Taman belakang rumah tersebut disulap menjadi tempat yang romantis dengan rangkaian bunga menjadi atap taman serta bangku - bangku yang ditata cantik. Untuk acara ini semua Shevi yang mengurus dan memilih temanya.
Acara hanya dihadiri oleh kedua keluarga besar Alvin dan Shera serta para kerabat dekat termasuk sahabat - sahabat Alvin dan Shevi yang turut menghadiri acara tersebut.
Disudut taman jari Shevi menari di atas tuts piano dan membawakan lagu Autumn In My Heart milik Yiruma pianis idolanya.
Tak lama kemudian rombongan Alvin datang. Alvin berjalan paling depan dengan kedua orang tuanya disisi kiri dan kanannya. Alvin terlihat tambah tampan dan dewasa dengan memakai batik warna krem yang serasi dengan kebaya yang dipakai Shera .
Shera berdiri diatas panggung kecil bersama Bunda dan Om Julian sebagai pengganti ayahnya terlihat sangat cantik dengan rambut disanggul tapi tidak membuat kesan dia lebih dewasa dari usianya. Shera menantikan pujaannya dengan wajah sumringah.
Tapi senyum Shera meredup saat melihat tatapan Alvin yang justru menuju Shevi yang sedang memainkan pianonya disamping panggung.
Keputusannya sedikit goyah. Benarkah dia akan bertunangan dengan orang yang jelas - jelas mencintai adiknya. Shera harus sabar. Dia sudah berjanji akan membantu Alvin belajar mencintainya.
Shevi tidak menyadari kehadiran Alvin dan keluarga karena terlalu menjiwai permainannya.
Alvin selalu terpesona saat melihat Shevi duduk dan memainkan piano. Belum lagi dandanan Shevi malam hari ini yang memakai Little Black Dress dengan kerah model sabrina yang memperlihatkan bahunya yang mulus dan putih dan rambut panjangnya yang tergerai. Pesona Shevi selalu membuat dia jatuh cinta lagi dan lagi.
***
Awalnya kedua orang tua Alvin dan Bunda Karina kaget saat Alvin meminta bertunangan dengan Shera. Karena mereka tahu apa yang sebenarnya terjadi. Tapi akhirnya dengan bujukan Alvin mereka mau menuruti keinginannya. Lebih tepatnya keinginan Shevi dan hanya Alvin yang tahu.
Tiba saatnya mereka untuk bertukar cincin. Sejenak Alvin menatap Shevi yang sedang memainkan lagu Just The Way You Are milik Bruno Mars sebelum kemudian memasangkan cincin dijari manis Shera begitu juga sebaliknya.
" Ini kan yang lo mau Shev ??!! Ini kan keinginan lo ??!! Gue udah lakuin semua buat lo !! " Teriak Alvin dalam hati.
Hati Shevi teriris dan air matanya tak mampu dia tahan saat pembawa acara meminta keduanya untuk bertukar memasangkan cincin dijari pasangannya. Air mata bodoh itu meluncur dengan tidak tahu malunya membasahi pipi Shevi dan langsung di hapusnya sebelum ada yang melihat.
Dari bangku tamu undangan sahabat - sahabat Shevi ikut menitikan air matanya saat menangkap kesedihan diwajah Shevi. Mereka tahu Shevi memiliki rasa yang sama dengan Alvin. Dan mereka juga tahu Shevi yang memaksa Alvin bertunangan dengan Shera. Karena Shevi menceritakan semuanya kepada sahabat - sahabatnya dengan tangisan pilunya dikamar Shevi waktu itu.
__ADS_1
Para tamu undangan memberikan selamat kepada pasangan itu dan mulai menikmati makanan yang sudah disediakan.
Shevi turun dari panggung kecilnya dan digantikan oleh orang profesional yang diundangnya untuk acara malam hari ini.
Shevi menghampiri Shera dan Alvin yang sedang mengobrol dengan Gio.
" Selamat ya kak. Semoga lancar hubungan kalian sampai pernikahan " Shevi memeluk Shera kemudian mencium pipi kanan dan kiri Shera.
" Makasih adekku sayang " Shera belum tahu kalau Shevi memiliki perasaan yang sama dengan Alvin.
Shevi beralih ke Alvin dan menjulurkan tangannya. Beberapa detik berlalu barulah Alvin menjabat tangan Shevi.
" Selamat ya kak Alvin. Sekarang gue panggil lo kakak karena lo udah jadi calon kakak gue. Gue titip kak Shera. Tolong jaga dan cintai dia sepenuh hati lo " Ada sedikit nada getir dalam suara Shevi. Alvin tak menjawab dan hanya mengangguk.
" Ya udah gue ke temen - temen gue dulu kak " Shevi kembali mencium sebelah pipi Shera dan berlalu pergi.
Alvin terus memandang Shevi yang meninggalkannya sampai gadis itu tak terlihat lagi.
***
" Kenapa jadi kalian yang sedih. Gue gak papa kok. Gue tegar " Shevi melepas pelukannya saat dirasa keempat sahabatnya menangis. Bibir Shevi tersenyum tapi tidak dengan matanya.
" Lo emang adek terbaik vi " Ucap Nay sambil menghapus air matanya.
" Lo harus dateng ke kita kalo lo gak kuat nahan ini semua sendiri Oke. Lo harus janji buat berbagi sama kita " Nurin menimpali.
" Pokoknya kita akan selalu ada buat lo " Lidia ikit memberi semangat.
" Dan pokoknya nanti kalo lo Kuliah di New York lo harus bisa dapetin yang lebih ganteng dari kak Alvin !! " Penutup dari Indah membuat mereka semuat tertawa.
" Gue seneng banget punya sahabat kaya kalian " Shevi kembali memeluk keempat sahabatnya.
__ADS_1
Di lain sisi saat Shera ijin berkumpul dengan keluarganya Alvin mengajak Gio duduk di pojok taman.
" Lo kok jadi tunangan sama Shera vin ? " Gio kaget waktu tadi sore Alvin minta ditemani keacara tunangannya dengan Shera malam ini tanpa memberikan penjelasan apapun.
" Shevi yang minta " Jawab Alvin dengan suara yang tercekat.
" Kok lo mau nurutin. Emang lo udah gak cinta lagi sama Shevi ?? " Gio semakin tidak mengerti dengan Alvin.
" Gue cinta !! Cinta mati malah !! Tapi gadis bodoh itu malah meminta gue buat tunangan sama Shera " Seru Alvin tertahan tidak ingin mengundang perhatian para tamu.
Alvin kemudian menceritakan semuanya kepada Gio dari awal dia pulang sampai dia harus berakhir bertunangan malam ini.
" Sabar broo.. Shevi cuma gak mau kehilangan kakaknya aja " Gio menepuk - nepuk pelan pundah Alvin untuk membuatnya tenang.
" Iya gue tau !! Tapi apa dia gak mikir gimana sakitnya hati gue !! Dia juga gak mikir kalo akhirnya gue tetep gak bisa lupain dia dan gak bisa mencintai Shera justru akan semakin menyakiti Shera !! " Alvin menutup kedua mukanya dengan tangan dan mengacak rambutnya frustasi.
" Gue bukan gak sayang sama Shera. Gue bukannya mau Shera lemah kaya kemarin. Tapi tolong ngertiin sedikit hati gue " Air mata mengalir dari kedua sudut mata Alvin. Gio tak pernah melihat Alvin serapuh ini, Gio tidak pernah meilhat sahabatnya dari SMP ini menangis. Cowok dingin yang anti cewek akhirnya menangis fruatasi gara - gara seorang gadis.
" Gue takut gak bisa ngejalaninnya. Gue takut malah akan menyakiti Shera karena gak bisa mencintai dia. " Gio dapat melihat kesedihan Alvin dari matanya yang menyimpan kesakitan.
" Gue udah putusin kalo gue akan lanjutin S2 Gue disana dan gak akan pulang sebelum gue lulus. Gue butuh waktu buat menata hati gue "
" Iya gue ngerti. Apapun keputusan lo gue dukung. Biar nanti gue yang main kesana kalo gue kangen " Gio hanya bisa memberi support untuk temannya yang sedang frustasi ini.
*
*
*
Happy Reading 💕
__ADS_1