DEMI DIA

DEMI DIA
Keluarga Shandika


__ADS_3

Malam ini kediaman Shandika yang biasanya hanya ada Bunda Karina dan Rasya terlihat ramai dengan kehadiran Shera beserta anak dan suaminya dan juga Shevi yang juga baru datang bersama dengan Alvin dan Tiara tepat sebelum makan malam.


Tiara asik sendiri bermain dengan Bara yang sudah mulai akan tengkurap diusia empat bulan. Sedangkan Alvin dan Bayu tengah menggelengkan kepala mereka menghadapi adik ipar mereka yang heboh saat Alvin memberikan oleh - oleh yang pemuda itu mau.


" Makasih ya bang. Aku emang belum punya yang ini sih!! " Koleksi action figure yang dimiliki Rasya sudah beraneka ragam. Mulai dari super hero dan para musuhnya, tokoh kartun faviritnya, tokoh para ilmuan hingga boy band korea juga Rasya punya. Dan herannya Alvin selalu saja bisa menemukan action figure yang Rasya belum punya.


" Jangan di manjaiin mulu! Ngelunjak dia ntar!! " Celetuk Shera di belakang mereka yang baru datang membawa minuman dan cemilan.


" Sirik aja lo kak!! " Rasya memeletkan lidahnya mengejek Shera.


Shera terkekeh dan mengacak rambut adik laki - laki satu - satunya itu.


" Eh main yuk!! " Ajak Rasya setelah menaruh mainannya di kamar sebelum hancur oleh keponakannya Tiara.


" Main apaan? " Jawab Alvin yang sedang mengusap perut besar istrinya.


" Truth or dare! Berani gak bang? " Tantang Rasya dengan gaya pongahnya.


" Siapa takut." Jawab Alvin cepat dan semua setuju. Biar para anak dijaga oleh nenna mereka.


Mereka semua duduk di karpet setelah Alvin dan Bayu menyingkirkan meja yang ada di tengah sofa.


Rasya telah memegang botol untuk dia putar. Semua merasa sedikit tegang. Takut - takut jika ujung botol akan mengarah kepada mereka.


Putaran botol mulai melemah dan berhenti tepat di hadapan Shera. Semua berseru heboh. Ini yang paling dinantikan Alvin, memojokkan Shera dengan pertanyaannya untuk balas dendam dengan kata - kata ibu satu ini selama dia hamil.


" Siapa yang mau tanya dulu nih? " Tanya mempersilahkan yang akan bertanya.


" Gue mau tanya. Lo beneran cinta gak sama Bayu? Atau dia cuma jadi pelarian lo aja dari cinta lo ke gue?? " Pertanyaan Alvin yang sebenarnya hanya untuk menggoda Shera.


" Wah kurang ajar lo vin!! " Seru Bayu dengan melempar bantal sofa ke muka Alvin.

__ADS_1


" Jangan kepedean ya kisanak! Jangan merasa paling ganteng! Dulu aku cuma terbiasa aja sama kamu. Sampai aku kira itulah cinta. Karena kamu pria pertama diluar keluarga yang perduli sama aku hingga aku merasa nyaman. Sampai aku bertemu mas Bayu dan tau makna cinta sesungguhnya. " Jawaban yakin dari Shera membuat Bayu langsung memeluknya dan menghujani banyak ciuman.


" Kalo mau mesra - mesraan jangan disini dong. Kasihan nih sama yang masih kecil!! " Protes Rasya dengan wajah betenya. Membuat yang lain tertawa.


Giliran Shera yang memutar botol dan ujung botol berbalik menghadap Rasya. " Ck. Gue yang bikin acara. Gue yang kena! "


" Kakak yang mau tanya. Kamu selama pacaran, sejauh apa yang udah pernah kamu lakuin sama pacar kamu?? cium kening? pipi? bibir? atau..?" Tanya Shevi dengan mata memicing.


" Hei.. Gue gak sejauh yang ada di pikiran lo ya kak. Ya walaupun gue pernah nyium bibir cewek gue dan langsung kena tampar sih.. " Jawab Rasya sembari menunduk dan menggaruk tengkuknya malu. Membuat Alvin dan Bayu tertawa terpingkal - pingkal. Kasihan sekali adik ipar mereka itu. Hanya ingin mencoba rasanya ciuman saja langsung kena tampar.


" Bagus itu kalo kamu di tampar. Utung aja gak langsung di putusin!! " Shera menjawab senang.


" Tega lo kak. Baru juga nyoba. Boro - boro nikmatin kaya apa enaknya ciuman! " Jawaban Rasya selanjutnya langsung mendapatkan jitakan dari Shevi. " Dasar anak nakal!! "


Putaran botol ketiga berhenti di depan Shevi. Dan yang bertanya adalah suaminya sendiri.


" Sejak kapan kamu cinta sama aku yank? Selama ini aku mau tanya tapi lupa terus."


" Seperti juga Shera. Awalnya karena terbiasa aja. Cowok yang deket aku saat aku memasuki masa - masa puber dan selalu membuat aku nyaman kan kamu mas. Ya aku juga gak sadar juga sih kapan aku ngerasa jatuh cinta sama kamu. Tapi saat melihat betapa antusiasnya Shera saat bertanya tentang kamu, ada rasa tidak suka di sudut hati aku. Dan awal aku tahu kalau perasaan itu cinta adalah saat kalian tunangan. Disitu rasanya hati aku seakan diremas kuat. " Alvin langsung memeluk istrinya.


" Ternyata bukan cuma aku yang merasa hancur saat pertunangan itu. " Alvin lega rasanya. Ternyata istrinya juga menyimpan rasa yang sama kepadanya sejak lama.


" Kok disini kesannya aku yang paling bahagia diatas penderitaan kalian ya? Kok kesannya aku jahat banget? " Shera menatap pasangan yang sedang berpelukan dengan meliapat kedua tangannya.


" Lo gak jahat kok Ra. Lo cuma gak tau aja. Mungkin kalau lo tau lo gak akan nerima lamaran itu. "


" Aku emang egois sih Vin. Aku tau kamu cinta sama Shevi, tapi aku dengan egois nerima ajakan kamu buat tunangan. " Kata Shera kali ini benar - benar tulus. Dia memang menyesal telah merebut Alvin dari sisi Shevi. Apa lagi saat tahu Tiara adalah anak Alvin. Secara tidak langsung dialah yang membuat Tiara lahir tanpa seorang ayah.


" Udah lah.. Itu semua sudah berlalu. Yang penting kita bahagia sekarang. " Ucap Shevi tidak ingin mengingat masa lalunya yang kelam itu.


" Bener. Ayo kita kita lanjut. " Bayu bisa merasakan rasa penyesalan istrinya.

__ADS_1


Yang mendapatkan pertanyaan selanjutnya adalah Bayu. " Berapa ronde lo kuat main semalam sama Shera? "


" Hei. Ada anak dibawah umur disini!! " Alvin langsung kena pukulan di dadanya dari istrinya yang protes tidak terima adiknya mendengar hal - hal seperti itu.


" Mungkin tiga atau empat kali. Gak pernah ngitung juga sih. " Jawaban ringan dari Bayu membuat Shera dan Shevi menganga. Dasar laki - laki! membicarakan maslah ranjang segampang ngomongin kopi itu paling enak dengan atau tanpa gula. Untung telinga Rasya sudah Shera rutup dengan tangannya.


" Kuat juga lo Ra." Kata ejekan dari Alvin membuat wanita yang baru menjadi ibu itu melempar bantal kearah Alvin.


" Kurang ajar emang kamu Vin. Adik ipar laknaat emang!! " Seru Shera dengan mendekat dan langsung menjambak rambuta Alvin.


" Aduh. Ampun.. Ampunn Raa.. Galak banget sih lo kaya induk ayam. " Bukannya berhenti Shera malah semakin menganiaya adik iparnya itu.


" Udah dong smackdownnya. Pertanyaan terakhir nih buat bang Alvin!! " Seru Rasya melerai Shera dan Alvin.


" Bang. Kak Shevi galak gak kalau di rumah? Abang itu tipe suami yang mengendalikan istri atau suami yang takut istri? "


" Kadang galak sih semenjak hamil. Tapi gue suka apa lagi galaknya diatas ranjang." Alvin membelai pipi istrinya membuat wanita hamil itu merona.


" Dan gak papa gue di sebut suami takut istri. Bagi gue, itu wujud cinta gue ke dia. Karena gue akan ngelakuin apapun yang dia minta tanpa tapi. "


*


*


*


Kasihan Rasya, telinganya tercemar sama kedua kakak iparnya. Kurang ajar emang mereka ngomong begituan di depan dedek gemes 😂 atau Rasya yg salah tempat duduk di antaran mereka yg udah berumah tangga 😂


Ini Visualnya dedek Rasya ya.. Kasian udah tamat gak pernah muncul.


__ADS_1


__ADS_2