DEMI DIA

DEMI DIA
Pasar Malem


__ADS_3

" Naik itu yuk kak " Shevi menarik tangan Alvin untuk menaiki wahana biang lala.


Hari jumat seperti biasa Shevi ada kelas tambahan musik. Berhubung mang udin nggak bisa jemput dan nggak ada alasan untuk menolak ajakan Alvin, akhirnya dia mau pulang bareng Alvin.


Dipertengahan jalan menuju rumah, mereka melihat ada pasar malam yang sudah mulai rame karena memang hari sudah mulai senja. Alvin mengajak Shevi untuk mampir dan tentu saja Shevi bersedia. Sudah lama juga dia tidak main di pasar malam seperti ini.


" Iya iya.. panggil abang aja kenapa si kaya biasanya. " protes Alvin sambil mengikutin kemana Shevi menarik tangannya.


" Gak mau ah.. tar kebiasaan kalo disekolah lagi." Shevi berhenti sejenak menoleh ke arah Alvin.


" Ya gak pa-pa.. lo kan emang adek gue " Alvin menarik tangan yang sedang digenggam Shevi lalu mengusap rambut gadis itu lembut.


" Bener lho ya bang.. lo akan selalu anggap gue adek lo. biar nggak ada lagi fans lo yang marah - marah terus datengin gue " Alvin mengernyitkan kedua alisnya saat mencerna apa yang dikatakan Shevi barusan.


" Emang selama ini ada yang datengin lo terus marah - marah? " tanyanya curiga.


" Eh.. eeng enggak kok. takutnya aja gitu bang. secara kan lo banyak fansnya " kilahnya dan mengalihkan pandangannya kesembarang arah sambil meruntuki kecerobohannya yang hampir saja keceplosan. Dia kan tidak mau jadi tukang ngadu.


Shevi juga kenal seperti apa Alvin. Dia tidak mungkin membiarkan ada orang yang menjahati keluarganya dan orang yang dia sayang termasuk Shevi yang sudah Alvin anggap sebagai adik sendiri.


Alvin sebenarnya masih curiga. Tapi itu bisa dia pikirin nanti saja. yang terpenting sekarang adalah jalan berdua bersama gadis cantiknya ini.


" Ya udah yuk kita beli tiketnya biar ga pulang kemaleman " Alvin kembali menggandeng tangan Shevi menuju antrian diloket pembelian tiket biang lala.


Banyak wahana yang mereka naiki bersama. Mereka sampai tidak sadar bahwa hari semakin malam. Yang mereka rasakan adalah bahagia. Bahagia bisa mengulang masa kecil mereka. Bahagia jalan dan tertawa bersama.


***


" Eh bang.. gue lupa belum kasih tau orang rumah kalo pulang telat " sekarang mereka sedang duduk dibangku yang ada dipinggir lapangan sambil menikmati cone es krim masing - masing.


" Tenang gue udah bilang ke bunda kalo bidadarinya aman sama gue " katanya bangga sambil membusungkan dan menepuk dadanya beberapa kali.


" Narsis banget si lo bang " Shevi memutar mbola matanya malas tapi kemudian tersenyum juga melihat Alvin tertawa.

__ADS_1


" bagiku dek, semua hari itu selasa " katanya sok serius.


" kenapa kok selasa ? " tanya Shevi yang belum maksud kemana arah pembicaraan abangnya.


" iya selasa. Selasa disurga bersamamu.hiyaaa " Alvin tertawa ngakak dengan joksnya sendiri.


" apaan si bang lo kok jadi gak jelas gini. ketularan siapa lagi.hahaha"


Alvin mengacak rambut Shevi gemas, gemas lihat gadis itu tertawa. Kalo boleh ia ingin memeluk dan menciumnya. Dan sebelum hal itu beneran terjadi lebih baik dia mengajak Shevi pulang pikirnya.


" Udah malem pulang yuk.. Tar gue dikira ngapa - ngapain lo lagi kalo pulangnya kemaleman. "


Shevi membereskan bekas makan mereka berdua dan membuang ketempat sampah yang tidak jauh dari mereka.


" Ya udah ayo.. tapi beliin permen kapas dulu ya bang ? " pintanya dengan mata puppy eyes andalannya.


" Iya tar gue beliin.. lo kalo makan rapi dikit dong anak cewe juga." Alvin mengelap bibir Shevi dengan ibu jarinya. mengantarkan sensasi aneh dalam jantungnya.


Alvin langsung menarik tangannya dan menggadeng Shevi mengajaknya membeli permen kapas kemudian pulang untuk mengalihkan rasa gugupnya. Padahal Shevi biasa saja di perlakukan seperti itu.


***


Jam 8 mereka sampai didepan rumah Shevi. Alvin tengah membantu Shevi melepaskan helmnya. sambil memandang wajah cantik pujaanya. Yang ditatap tidak menyadari malah sibuk dengan tasnya sendiri sampai tidak sadar helmnya telah terlepas.


" Nyariin apaan si lo serius banget ?" tanya Alvin yang ikut penasaran.


" gak papa bang. cuma takut ada yang ketinggalan aja kan tadi sempet dikeluarin semua pas ambil tisu ditaman " Shevi turun dari motor dan tersenyum manis kearah Alvin.


"Shafina.."


" Hmmm.. Kenapa si bang suka banget manggil Shafian.. kenapa yang manggil yang ribet kalo yang gampang aja ada " Protes lagi setiap dipanggil lengkap.


" ya gak papa.. tar kalo gue panggil sayang lo marah " goda Alvin.

__ADS_1


" IIIHHHH ABAAANNNGGG " Satu cubitan keras mendarat di pinggang Alvin.


" Akkhh ampun ampun dek. galak banget si jadi cewe. " Alvin menggerutu sambil memegangi pinggangnya yang dicubit Shevi karena memang cubitannya cukup sakit.


Shevi menggembungkan pipinya sambil buang muka. Dia tidak ingin abangnya menyukainya sebagai wanita. Dia nggak mau nantinya itu justru meregangkan hubungan mereka berdua. Karna pacaran ada kata putus. makanya ia ingin tetap menjadi adik dari Alvino biar takan pernah ada kata mantan .


" gitu aja ngambekkkk " Alvin menusuk - nusuk pipit Shevi yang menurutnya sangat menggemaskan


" Auu ahh.. sono pulang " Shevi balik badan kemudian melangkahkan kakinya menuju pintu rumah sebelum membuka pintu dia berbalik karena Alvin memanggilnya.


" Apa lagiii ? " tanyanya malas.


" Mandi langsung tidur.. jangan suka begadang. Mending suka aku aja " Alvin menunggu reaksi Shevi.


" Cieeeee mukanya merah " Alvin tertawa dan langsung mengas motornya pergi sebelum mendengar teriakan Shevi.


" ABAAANGGG " Mukanya sudah seperti kepiting rebus merah merona. Pintu dibelakangnya terbuka membuat Shevi berjingkat kaget.


" Eh bunda ngagetin aja " Shevi hanya cengengesan mengambil tangan bunda dan menciumnya.


" Kakak tuh yang ngagetin udah malem malah triak - triak bukanya langsung masuk. " Tegur sang bunda.


" Ampun bunda.. abang tuh nyebelin godain aku mulu " dengan bibir yang manyun dia memeluk lengan bunda dan menyandarkan kepalanya sambil mengajak bundanya masuk kedalam. Gaya andalan kalau sedang merayu bundanya.


" Emang habis dari mana aja si kayaknya seru banget ? " Tanya sang bunda yang penasaran melihat wajah ceria yang berbeda dari putrinya.


" Dari pasar malem depan komplek bun.. kata abang, dia udah kasih kabar ke bunda ya? "


" Iya tadi abang udah kabarin bunda.. ya udah sana mandi nanti bunda temenin makan malem "


" Gak usah bun.. tadi udah makan sekalian kok. Mau mandi aja langsung bobo capek "


" Ya udah sana mandi.. met malem sayang " bunda mencium kening Shevi yang dibalas sebuah kecupan dipipi bunda sebelum kemudian anak itu pergi kelantai dua menuju kamarnya.

__ADS_1


Badanya hari ini sangat lelah. Sekolah ditambah Ekstrakulikuler Musik dan jalan - jalan bareng Alvin. Tapi hari ini dia senang karena bisa jalan ke pasar malam lagi setelah sekian lama.


Happy Reading 💕


__ADS_2