
Gio sedang jalan berdua dengan Luna. Ya mereka sekarang berteman dekat atau mungkin Gio sedang berusaha mendekati Luna ?
Gio meraih tangan Luna dan menyematkan jari - jarinya disela jari tangan Luna. Luna menoleh dan menatap bingung Gio.
" Biar lo ga ilang. Banyak orang disini " Gio menjawab cuek.
" Emang gue anak kecil bisa ilang di mall " Gio tergelak dan mengacak rambut Luna saat bibir gadis itu cemberut yang menurut Gio menggemaskan.
" Mau makan dimana nih yo ?? " Tanya Luna sambil menatap wajah Gio.
" Korean food aja gimna ? " Gio menunjuk salah satu restoran korea yang ada didekatnya.
" Boleh. Ayok " Sekarang justru Luna yang menarik tangan Gio.
Saat memasuki restoran pandangan Luna menangkap sekelompok orang yang dia kenal.
" Eh bukannya itu Shevi dan gengnya itu ya yo ?? " Luna berhenti dan menatap satu meja yang ditempati Shevi dengan teman - temannya.
Gio mengikuti arah pandangan Luna dan benar saja disana Shevi dan teman - temannya tengah asik bercanda sambil makan siang.
Luna menarik Gio mendekati meja tersebut.
" Wah wah wah.. Gak nyangka Gue, ternyata lo bayar pake badan lo makanya dulu Alvin belain lo mati - matian ? "
***
" Eh vii ini kayaknya lucu deh buat princess nanti " Indah menunjukan topi bayi warna baby pink dengan rambut palsu yang dikepang dua dengan pom pom di ujungnya.
" Iya lucu ndah.. Ambil aja satu buat satu model. Pokoknya Indah cariin Topi, kaos kaki sama kaos tangannya. Nurin cariin handuk sama selimut. Lidia cari perlengkapan mandinya. Gue sama Nay cari baju - bajunya. Pokoknya cari bahannya yang aman dan nyaman. Oke " Setelah Shevi memberika instruksi mereka mulai berpencar di Baby Shop di mall itu.
Karena Jadwal Shevi untuk operasi tinggal dua minggu lagi jadi hari ini harus dapat semua agar bisa dicuci dulu biar nanti pas hari H sudah aman untuk dipakai si baby.
Sebenarnya Bunda Karina melarang Shevi untuk mencari keperluan bayinya. Biar nanti Bunda saja yang beli. Tapi Shevi tidak mau melewatkan kesempatannya untuk membeli sendiri kebutuhan pertama anaknya.
Setelah mendapatkan semua yang di cari mereka berkumpul di kasir dan Shevi mengeluarkan credit card miliknya.
__ADS_1
" Gue cape nih.. Makan Koren Food kayaknya enak deh " Shevi tersenyum sumringah dengan idenya sambil memandang temannya satu persatu minta persetujuan yang sudah pasti mereka bakal setuju.
Setelah selesai dengan pembayaran mereka langsung menuju restoran yang Shevi mau. Mereka mencari tempat duduk dan memesan.
" Pasti tar princess cantiknya kaya gue deh " Indah membetukkan poninya dengan dramatis.
" Diih ogah mirip lo.. Gue kan emaknya ya mirip gue lah.. Jangan sampe mirip lo yang kecentilan "
" Iya pasti cantik kaya Shevi atau paling gak nurunin Alvin lah yang bapaknya " Oops Lidia keceplosan dan merasa tidak enak saat wajah Shevi berubah sendu.
" Sory Vii " Lidia memeluk lengan Shevi
" Udah gak papa. Ini kan emang anak Alvin. Jadi wajar kalo mirip Alvin. Tapi dikit aja lah jangan banyak - banyak miripnya " Semua merasa lega saat Shevi kembali tersenyum.
" Wah wah wah.. Gak nyangka Gue, ternyata lo bayar pake badan lo makanya dulu Alvin belain lo mati - matian ? " Luna yang mendengar kata - kata Shevi terakhir langsung dia gunakan sebagai bentuk balas dendam sakit hatinya dulu.
Deg. Shevi membalikan tubuhnya dan disana ada Luna dan Gio.
" Kak Luna.. Kak Gio... " ucap Shevi lirih tapi masih didengar oleh Luna.
" Iya gue kenapa? Lama gak ketemu, eehh pas ketemu malah hamil gak ada suami. Emang Alvin gak mau tanggung jawab ? " Tanya Luna dengan senyum mengejek.
" Jelas - jelas temen lo yang hamil !! " Seru Luna merasa tak terima.
" Temen gue hamil bermartabat ya !! " Nurin ikut membela.
" Dari mana letak martabatnya kalo dia hamil gak ada suami ??!! Dasar jalang !! "
Dan Plak. Satu tamparan keras melayang kepipi Luna dari tangan Nay.
" Gue tau bokap lo ya Lun. Jadi gak usah sok suci dan bilang temen gue jalang. Kalo jalangnya diri lo sendiri " Nay sudah tak lagi memikirkan senioritas. Toh sekarang dia bukan lagi adik kelas Luna jadi untuk apa manggil Kakak.
Luna membalas tamparan Nay dan terjadilan tampar menampar, jambak - menjambak, dan cakar mencakar antara Luna dengan Nay.
" Luna cukup !! " Gio yang dari tadi masih syok saat mengetahui Shevi hamil akhirnya sadar dan membentak Luna. Memisahkan mereka sebelum scurity datang.
__ADS_1
" Kok lo belain mereka si yo ?!! " Luna menghempaskan tangan Nay yang sedang dia pegang dan pergi meninggalkan mereka.
Gio ingin mengejar Luna tapi dia juga ingin meminta penjelasan sama Shevi. Karena Alvin tidak pernah bilang kalau Shevi hamil. Dan itu berarti sahabatnya itu juga tidak tahu dengan kondisi saat ini.
" Gue boleh ngomong berdua sama lo Shev ?? " Gio bertanya lembut kepada Shevi yang tengah menangis didalam pelukan Lidia.
" Ya udah kalian berdua duduk disini aja biar kita yang pindah ke meja lain " Lidia mendudukan Shevi ke kursinya lagi setelah Shevi mengangguk.
Untung hari ini restoran tidak sedang ramai jadi mereka tidak menjadi pusat perhatian.
Alvin menyodorkan gelas berisi air putih kehadapan Shevi yang masih menangis sesenggukan.
" Makasih kak " Shevi meminum sedikit air yang Gio berikan.
" Jadi bener itu anak Alvin ??!! " Tanya Gio hati - hati karena dia tidak ingin melukai hati Shevi.
Shevi hanya mengangguk sebagai jawaban.
" Dan Alvin tau lo hamil ?? " Shevi kembali menjawabnya tanpa kata dan hanya menggeleng.
" Kenapa lo gak kasih tau ?? Dia pasti seneng banget kalo dia tau lo hamil anaknya "
" Tapi gue yang gak seneng kalo dia sampe tau Kak. Karena kakak tau sendiri lah.. Alasannya masih sama seperti saat gue nyuruh Alvin tunangan sama Shera " Jawab Shevi dengan air mata yang kembali mengalir dikedua pipinya.
" Tapi sekarang keadaanya beda Sheviiii.. !! Kalo dulu mungkin lo cuma nyakitin hati Alvin dan nyenengin Shera. Tapi sekarang yang sakit bukan hanya Alvin !! Kalian bertiga sama - sama sakit !! Alvin, anak lo dan lo juga pasti sakit kan hamil gak ada suami ??!! Bahkan Shera pun gue rasa bakalan sakit hati juga karena egois biarin lo hamil tanpa suami saat nanti dia tahu anak yang lo kandung itu anak Alvin !! "
" Maka dari itu jangan sampai ada yang tau kak.. Gue mohon sama kakak jangan kasih tau Alvin tentang ini. Biar dia gak sakit dan Shera gak sakit. Biar gue aja yang sakit. Dan gue pastiin princess gue gak akan sakit " Gio menghela nafasnya. Biarlah itu jadi urusan mereka, Biar Alvin tahu dengan sendirinya. Gio tidak akan ikut campur.
" Ya udah kalo itu keputusan lo.. Lo harus kuat " Shevi tersenyum lega saat Gio mau merahasiakannya.
" Jadi calon keponakan gue cewe nih ?? Mau hadiah apa nih dari uncle ?? " Shevi tertawa saat Gio mencoba mencairkan suasana yang tadinya sedih.
*
*
__ADS_1
*
Happy Reading 💕