DEMI DIA

DEMI DIA
Pola Tidur


__ADS_3

Belakangan ini Shevi mulai susah untuk tidur. Sering terbangun ditengah malam. Entah untuk buang air kecil atau merasa tidak nyaman dengan posisi tidurnya.


Perut yang kian membesar membuatnya semakin mudah lelah. Apa lagi ada dua anak yang harus dia bawa kemana - mana. Tapi Shevi tidak pernah mengeluh dengan keadaannya saat ini. Dia justru sangat menikmatinya. Belum lagi semua orang semakin perhatian dan menyayanginya, terutama sang suami.


Ngomong - ngomong tentang bayi kembar, saudara kembarnya, Shera sudah melahirkan bayi laki - laki yang tampan beberapa bulan lalu yang diberi nama Bara. Nama yang diambil dari nama kedua orang tua si bayi, Bayu-Shera. Kakak kembarnya itu memang semenjak hamil menjadi alay sepertinya.


Entah apa jenis kelamin kedua bayi yang dikandung Shevi saat ini. Padahal ia sangat penasaran. Begitu juga keluarga dan sahabat mereka. Tapi Alvin kekeh tidak ingin mengetahui jenis kelamin anaknya sampai dia melihatnya langsung saat lahir nanti. Sehingga membuat Shevi yang harus mengalah terpaksa mengecat kamar untuk bayi mereka dengan warna netral. Begitu juga dengan baju dan perlengkapan New Born lainnya.


" Kok belum tidur sayang?? " Tangan Shevi yang membelai rambut Alvin membuat pria yang sudah nyenyak tidur setelah lelah dengan pergumulan panas mereka terbangun.


" Punggungnya pegel?? " Walaupun matanya masih sangat mengantuk, tapi Alvin paksakan untuk terbuka. Biasanya saat merasa tidak nyaman dan terbangun tengah malam Alvin selalu mengusap punggung sang istri atau menata bantal di punggung istrinya agar merasa nyaman.


" Enggak kok mas. Belum ngantuk aja. Tadi siang kebanyakan tidur kayaknya. " Alvin memeluk tubuh Shevi yang sekarang lumayan berisi meskipun tidak bisa dikategorikan gendut. Hanya perutnya yang membulat dan selalu membuatnya gemas.


" Wajar aja kamu kalau siang ngantuk mulu. Malemnya sering bangun begini!! " Alvin membelai perut buncit istrinya dibawah selimut yang tidak terhalang sehelai benangpun. Tiba - tiba anaknya merespon dengan tendangan kecil membuat Shevi terkekeh, sedangkan Alvin masih saja dibuat takjub setiap kali anaknya merespon sentuhan atau ucapanya.


" Hai jangoan.. Kenapa pada belum bobok.. Lagi pada main bola ya?? " Alvin mensejajarkan wajahnya dengan perut istrinya yang sudah besar di usia tujuh bulan kehamilan ini.


" Kata siapa mereka jagoan mas?! Bisa aja mereka princess lagi!! " Shevi ikut membelai perutnya saat anak - anak mereka semakin heboh menendang saat Alvin mengajak mereka berbicara.


" Feeling aja yank. " Alvin terus saja mengajak anak - anak mereka berbicara. Menasehati supaya tidak rewel dan menyusahkan ibu mereka. Mendoakan semoga sehat sampai waktunya mereka bertemu nanti. Berjanji akan membelikan mobil - mobilan yang keren saat mereka lahir dan mereka benar laki - laki.


" Sekarang waktunya kalian bobok. Biarin mommy kalian istirahat juga. Kasian mommy sudah lelah. Oke jagoan daddy!! " Anak mereka menendang lalu kemudian diam. Entah mereka mengerti atau hanya kebetulan saja.

__ADS_1


" Mau aku bikinim susu hangat dulu biar bisa tidur nyenyak?? " Tawar Alvin sembari turun dari tempat tidur dan memakai celana pendeknya.


" Boleh mas. " Sekarang Shevi sudah jarang sekali makan tengah malam, apa lagi minta yang aneh - aneh. Mungkin masa ngidamnya sudah berakhir. Sekarang tinggal masanya Shevi untuk sulit tidur dengan perut sebesar itu.


Masalah studio Shevi percayakan sepenuhnya kepada Nathan dan Nindi asistennya semenjak usia kandungannya enam bulan dan sulit untuk beraktifitas. Sebenarnya Alvin sudah melarang Shevi bekerja semenjak tahu bahwa istrinya itu tengah hamil. Tapi Shevi beralasan hamil bukan berarti malas dan tidak boleh ngapa - ngapain. Sehinggap Alvin dengan terpaksa mengizinkan dengan syarat, jika istrinya itu merasa sudah tidak nyaman beraktifitas ia harus berhenti bekerja dan diam dirumah.


Alvin mengundang segala instruktur untuk yoga dan kegiatan lainnya yang disarankan dokter untuk olahraga dan latihan Shevi dalam proses persalinan nanti. Alvin ingin istrinya melahirkan secara Caesar saja agar diriny tidak terlalu khawatir. Namun seperti biasa, sifat keras kepala istrinya tidak dapat ia bantah.


***


Selepas minum susu yang suaminya buatkan, Shevi terlebih dulu buang air kecil sebelum kemudian ikut berbaring di sebelah suaminya. Alvin memeluk Shevi dari belakang. Itu adalah posisi ternyaman mereka sebelum beberapa jam lagi Shevi merasa tidak nyaman dan berbalik menghadap suaminya.


Alvin menyurukkan wajahnya di perpotongan leher istrinya. Wangi dari tubuh Shevi tidak pernah membuatnya merasa bosan untuk menciuminya. Mengusap pelan perut dan mengecup puncak kepala sang istri kemudian mereka terlelap bersama. Larut dalam mimpi mereka masing - masing.


Saat keluar kamar mandi, Alvin sudah mendapati sang istri sedang menyiapkan baju untuknya bekerja di ruang ganti. Alvin langsung memeluk tubuh istrinya dari belakang.


" Dari mana aja? Hmm? " Tanya Alvin masih menempel dipunggung sang istri.


" Habis bangunin Tiara sama mastiin sarapan sudah siap. " Jawab Shevi dan langsung berbalik dan memeluk sang suami yang baru selesai mandi.


" Kan itu sudah ada yang bertanggung jawab masing - masing. Kamu tuh tanggung jawabnya cuma ngurusin aku aja." Tegur Alvin dengan nada lembut.


" Mana ada kaya gitu. Aku juga bertanggung jawab atas putriku. Lagian sarapan kan juga salah satu tugas aku menuhin kebutuhan kamu." Seru Shevi tak mau kalah.

__ADS_1


" Ya udah iya iya. Tapi inget! jangan sampai kelelahan!! "


" Iya sayangku. " Shevi mengecup bibir Alvin singkat dan membantu suaminya itu untuk memakai kemeja kerja dan dasinya.


" Nanti malam mau makan malam di luar? Atau mau di rumah mami? atau bunda? " Tanya Alvin yang paham jika esok weekend berarti nanti malam jadwal makan di luar. Entah di salah satu rumah orang tua mereka atau di restoran yang Shevi pilih.


" Mau makan di bunda aja. Nanti malam juga Shera mau kesana katanya. " Shevi merasa kangen juga sudah lama tidak bertemu dengan keponakannya yang sekarang gembul itu.


" Oke Mommy.. Nanti kita makan malam di rumah bunda. Aku juga mau ngasih pesenan Rasya. "


" Pesen apa lagi anak itu?? " Shevi sudah hafal, jika suaminya pergi perjalanan bisnis ke luar negeri pasti adiknya Rasya selalu minta dibelikan oleh - oleh. Dan minggu kemarin Alvin baru saja pulang dari Singapura.


" Biasa Action Figure. " Shevi hanya menggeleng. Adiknya itu sudah punya ratusan Action Figure dari berbagai bentuk dan ukuran. Bahkan di kamarnya ada lemari khusus untuk mainannya itu.


" Jangan terlalu dimanjain dia mas. Ngelunjak nanti."


" Biarin aja sih.. Aku kan gak punya adik selain Rasya. Jadi manjain asal bukan hal yang gak bener mah gak apa - apa sayang.. " Alvin mencubit gemas hidung istrinya. Membuat Shevi cemberut.


*


*


*

__ADS_1


Maksih yang setia baca karya aku yang receh ini. Komen sama Like kalian selalu bisa buat aku berbunga - bunga β˜ΊπŸ’•


__ADS_2