
Seminggu berlalu dan Alvin masih belum bisa meminta haknya sebagai suami kepada Shevi karena Tiara tidak pernah mau tidur terpisah dari mereka.
Malangnya nasib Alvin. Bahkan mungkin dokter Bayu saja sudah menghabiskan puluhan ronde dengan Shera. Apa lagi sekarang mereka sedang berbulan madu. Tapi dirinya sekali saja belum pernah.
" Kenapa lesu gitu si masss ?? " Mereka bertiga sedang tidur diranjang kamar Alvin. Setelah menikah mereka tinggal dirumah orang tua Alvin karena memang Alvin anak tunggal jadi kasihan jika orang tuanya tinggal sendiri dan lagi Shevi juga tidak keberatan karena memang Shevi sudah seperti anak mereka sendiri sedari kecil.
Kalau banyak wanita yang tidak nyaman tinggal bersama mertua, itu tidak berlaku untuk Shevi. Shevi nyaman tinggal dengan mereka tanpa merasa canggung atau apa pun. Paling hanya malu jika Alvin mulai mengumbar kemesraannya didepan mertuanya.
" Ya gimana gak lesu.. iri aku tuh sama kak Bayu yang udah ena - ena sama istrinya " Alvin memasang wajah memelas.
" Ya mau gimana lagi.. Mas aja gak bisa bujuk Tiara buat tidur dikamar terpisah. Sebenarnya udah seharusnya Tiara tidur dikamar terpisah, Salah aku juga si yang gak ngajarin Tiara " Dulu Shevi berpikir untuk apa melatih Tiara tidur dikamar terpisah toh Shevi tidur sendiri. Apalagi setelah seharian ninggalin Tiara untuk kuliah atau kerja jadi Shevi memanfaatkan waktu tidurnya untuk melepas rindu dengan Tiara. Dan dulu Shevi tak terpikir juga untuk cepat menikah seperti sekarang. Dulu dalam pikirannya seiring bertambahnya usia juga Tiara pasti memiliki keinginan untuk mempunyai kamar sendiri.
Selain melatih kemandirian, tidur terpisah juga dilakukan untuk menghindari anak melihat pemandangan yang belum sepantasnya mereka lihat dan dengar, yakni ketika orang tuanya sedang bercinta. Bila otak belum siap menerima paparan ****, maka bisa jadi otak akan ketagihan.
Dan sekarang tugas Shevi dan Alvin adalah melatih Tiara untuk tidur dikamar tepisah dari mereka. Tiara juga sudah besar sudah bisa diajak kompromi. Tinggal bagaimana caranya memberi penjelasan yang dapat dimengerti untuk anak seusianya. Juga untuk memudahkan Alvin mendapatkan haknya hehe.
" Mulai besok kamu temenin Tiara tidur dikamarnya sendiri sambil bacain dongeng kaya biasanya. Kalo Tiara udah tidur kamu pindah kesini " Disebelah kamar mereka Tiara memiliki kamar sendiri yang sudah didesain dengan girly dengan cat warna pink dan ungu muda bertema unicorn kartun kesukaannya. Dengan beberapa boneka unicorn dan melody juga menghiasi kamar.
" Iya besok aku coba mas.. Tiga hari lagi aku berangkat ya mas.. Jadwal aku manggung kan seminggu lagi jadi aku perlu latihan "
" Yahhh yankk aku gimanaaaa ??? " Alvin memeluk istrinya erat dari samping.
" Kan dari awal udah aku bilang mas.. Kalo kamu gak siap buat LDR jangan nikah dulu.. Apa kamu mau ikut biar kita sekalian honeymoon di New York ?? " Alvin menelentangkan tubuhnya melepaskan pelukannya pada Shevi menatap langit - langit kamarnya.
" Aku gak bisa yank.. Ada beberapa proyek yang gak bisa aku tinggal "
" Ya udah kalo gitu sabar ya sayang.. Aku disana paling cuma satu atau dua bulan aja kok " Shevi mengecup sekilas bibir Alvin dan membenamkan wajahnya pada dada bidang suaminya. Menghirup dalam aroma maskulin suaminya itu.
__ADS_1
***
Pagi hari saat sarapan Alvin menyuruh Shevi untuk menyurvei sekolah yang dia pilih untuk Tiara agar saat pulang nanti Tiara bisa langsung sekolah.
" Kamu liat - liat aja dulu yank cocok gak menurut kamu. Terus gimana sistem pendidikannya. Cari yang deket aja biar kamu gak jauh anter jemputnya " Mereka semua berkumpul untuk sarapan bersama termasuk mami dan papinya Alvin.
" Iya bener vii cari yang deket aja.. Jadi nanti kalo kamu sibuk mami bisa gantiin kamu buat anter atau jemput Tiara " Mami Lyra ikut menimpali.
" Iya mi.. coba nanti aku kesana ngajak Tiara sekalian biar bisa tau dia suka apa gak sama sekolahnya "
" Ara mau sekolah disini mom.. Biar Ara selalu sama daddy " Tiara semangat saat mendengar akan mencari sekolah untuknya.
" Iya sayang.. Sekarang habiskan dulu sarapannya nanti mommy ajakin lihat - lihat sekolah buat kamu " Shevi mengusap kepala anaknya dengan lembut.
" Kamu gak papa kan yank kesana sendiri.. Soalnya cuti aku udah abis takut dipecat sama papi " Alvin melirik sang papi bermaksud memberi kode untuk diperpanjang masa cutinya.
Mami Lyra ikut tertawa, Shevi hanya tersenyum kikuk sedangkan Alvin cemberut diejek papinya seperti itu. Tiara sudah beranjak pergi meninggalkan meja makan.
" Papi dong dulu sama mamimu sampe tiga hari gak keluar kamar hotel.. Sampe mamimu kewalahan ngelayanin papi hahaha "
" Issshh si papi malu sama anak.. Yang kaya gitu kok diceritain " Mami Lyra memukul pelan lengan suaminya.
" Tau nih papi pamer banget.. Liat aja tar kalo Tiara udah mau tidur dikamarnya sendiri. Aku kurung Shevi seminggu dikamar sampe gak bisa jalan "
" Masss " Shevi malu sendiri dengan ucapan Alvin.
" Biarin aja yank.. Papi sombong banget abisnya.. Sekarang kan papi gak bisa nyaingin aku, Udah tua soalnya haha "
__ADS_1
" Anak kurang ajar.. Ngeremehin papi kamu ya.. Biar tua begini stamina papi masih bagus. Masih bisa muasin mamimu sampe merem melek "
" PAPIIII !! Udah tua gak inget sama umur !! " cubitan keras diperut Papi Dion dari mami Lyra.
" Aawwww aaawww ampun mih.. iya iya maaf " Shevi hanya menggelengkan kepalanya melihat drama pagi didalam keluarganya. Untung Tiara sudah selesai sarapan dan bermain diruang keluarga jadi tidak mendengar hal yang bisa meracuni pikirannya.
Papi Dion sama seperti Alvin. Dingin diluaran sana tapi hangat cenderung gila jika dengan keluarganya. Shevi bahagia menjadi bagian dari mereka. Keluarga yang menyayanginya dengan tulus yang menganggapnya seperti anak sendiri.
Setelah selesai sarapan Shevi mengajak Tiara untuk mengantar Alvin berangkat ke kantor sampai kedepan pintu.
Shevi mencium punggung tangan suaminya dan Alvin membalas dengan mencium dahi istrinya dengan dalam kemudian berjongkok untuk berpamitan dengan anaknya.
" Daddy kerja dulu ya sayang " Alvin juga mencium kedua pipi putrinya.
" Nanti siang sehabis liat sekolah buat Tiara kamu ke kantor ya yank.. Kita makan siang bareng " Alvin belum rela juah dari istri dan anaknya. Dia masih ingin menghabiskan banyak waktu lagi dengan mereka.
" Iya lihat nanti coba mas. Kalo gak kesiangan aku mampir ke kantor kamu "
" Oke nanti hubungi aku aja kalo udah sampe " Alvin mengecup bibir istrinya sekilas lalu memasuki mobilnya dan berangkat.
Shevi dan Tiara melambaikan tangan sampai mobil yang Alvin bawa sudah tidak terlihat baru mereka masuk kedalam rumah.
*
*
*
__ADS_1
Happy Reading 💕