
" Kak. Shevi pingsan "
" Apa ??!! "
Tadi setelah menemani kekasihnya Leon di peragaan busana. Nurin meminta kekasihnya itu untuk mengantarnya ke apartemen sahabatnya Shevi. Karena dia baru mengetahui kabar bahwa Alvin menikahi Tania dari Nay yang mendapat kabar tersebut dari dokter Bayu kakak ipar Shevi.
Namun saat sampai di dalam apartemen dirinya dikagetkan dengan Shevi yang tidak sadarkan diri diatas karpet depan TV.
Nurin tidak kuat menggendong dan membawa Shevi ke rumah sakit. Leon sudah langsung pulang setelah mengantarnya ke depan gedung tadi karena rencananya Nurin mau menginap menemani Shevi malam ini.
Dengan susah payah Nurin berhasil mengangkat tubuh Shevi dan membaringkannya di atas sofa.
Tadi Nurin mendengar ponsel Shevi berdering kemudian tanda pesan masuk. Dilihatnya itu pesan dari Alvin yang entah apa isinya karena dirinya tidak berani untuk membuka. Yang terpikirkan sekarang adalah mencari bantuan untuk membawa temannya ke rumah sakit. Dan Nurin langsung menghubungi Alvin.
" Bagaimana bisa pingsan ?? " Nurin dapat mendengar nada khawatir Alvin.
" Gue gak tau kak.. Gue dateng dia udah pingsan "
" Ya udah lo jagain dia.. Gue kesana sekarang "
Jika harus menunggu Alvin terlalu lama. Akhirnya Nurin teringat sahabatnya yang berprofesi sebagai seorang dokter Nay. Ya, dia harus menghubungi Nay.
***
Nay datang dengan khawatir bersamaan dengan Alvin yang berlari di lorong kearah unit Shevi.
" Lo dateng juga Nay " Alvin sudah memencet bell tapi Nay dengan cepat menekan passcode unit Shevi dan langsung membukanya.
" Bahkan kalian tau passcode unit Shevi dan gue yang suaminya gak tau sama sekali " Gerutu Alvin kesal.
" Ini bukan saatnya buat ngambek gak penting kak.. " Nay langsung menuju Nurin yang duduk diatas karpet sambil menggosokan minyak kayu putih ditangan dan dahi Shevi.
" Biar gue priksa.. " Nay mengeluarkan stetoskop dari dalam tas kerjanya dan mulai memeriksa Shevi dan menghela nafas keras.
__ADS_1
" Kanapa Nay ?? Shevi kenapa ?? " Cecar Alvin saat mendengar helaan nafas Nay.
" Lo tuh bisa gak sih kak gak bikin sahabat gue stress ??!! " Sentak Nay langsung memarahi Alvin dan kembali menghela nafas pelan.
" Gue udah prediksi ini bakal terjadi.. Shevi tuh punya penyakit lambung.. Tiap banyak pikiran atau stress asam lambungnya langsung naik dan pisang lagi kan dia sekarang " sambungnya dengan nada lebih rendah.
Shevi yang mendengar keributan mulai menggerakan matanya mencoba mengumpulkan semua kesadarannya. Alvin langsung duduk di ujung sofa sebelah Shevi dibaringkan.
" Kamu gak papa yank ?? Kamu baik - baik aja ?? Apanya yang sakit ?? " Cecar Alvin dibumbui rasa khawatir yang tinggi.
" Gue gak apa apa kok " Shevi mencoba bangun dan dibantu Alvin.
" Kok kalian pada disini " Dipandanginya wajah kedua sahabatnya dan Alvin.
" Tadinya gue kesini mau nemenin lo.. Gue tau lo pasti sedih gara - gara cunguk satu ini poligami " Nurin melirik sinis Alvin yang dibalas tatapan tajam pria itu.
" Ehh tau tau pas dateng lo ngegletak di karpet.. "
" Lo stress banget emang vii mikirin nih orang ?? Sampe - sampe asam lambung lo tinggi gitu " Nay menunjuk Alvin dengan dagunya.
" Ooh gue tuh lupa makan dari tadi pagi.. Makan - makan tadi udah tengah malem.. Mungkin itu kali ya, yang bikin asam lambung gue naik ?? " Nyengir kuda kearah Nay.
" Lo tuh udah tau punya penyakit lambung !! Bisa - bisanya gak makan seharian !! Terus emang lo baru pulang tengah malem sampe gak sempet makan malem ??!! " Ibu dokter mulai marah - marah.
" Eh? En-ngak sih.. Cuma baru pengen aja " Gara - gara orang satu ini gue telat makan. Imbuhnya dalam hati sambil melirik Alvin tajam. Yang di lirik merasa bersalah.
" .. Jaga kesehatan kenapa sih vii.. Kalo lo gak bisa jaga kesehatan kayak gini, mending lo pulang aja kerumah bunda biar ada yang ngurus.. Disini sendirian gak ada yang ngawasin lo makan tau gak.. " Jiwa dokternya meronta - ronta.
" Ampunn bu dokter.. Iya nanti gue bakalan lebih jaga pola makan ya " Shevi menarik Nay mendekat dan memeluk pinggang sahabatnya itu sambil mendongak menatap Nay.
" Makasih udah perduli dan perhatian sama gue " Senyum manis dia berikan kepada kedua sahabatnya.
" Pulang kerumah mami aja yank.. Biar aku yang ngawasin "
__ADS_1
" Ogah !! " Tukas Shevi.
***
Setelah kepulangan Alvin, Shevi kembali menangis tersedu - sedu dalam pelukan kedua sahabatnya.
" Gue tuh kangen sama Tiara.. Gue kangen kumpul sama keluarga kecil gue dalam suasana yang bahagia.. " Shevi menumpahkan semua yang dia rasakan sambil terisak.
" .. Tapi gue gak mau pulang ke rumah itu kalau masih ada wanita itu.. Dan gue juga gak mau Tiara liat muka sedih gue, makanya gue belum nemuin dia meskipun cuma sebentar.. "
" .. Gue pengennya Tiara tau kalau orang tuanya baik - baik aja.. Gue gak mau Tiara dapet dampak dari hubungan gue sama Alvin Nay.. Rinn " Shevi melonggarkan pelukannya agar bisa menatap wajah sahabatnya satu persatu.
" Iya kita ngerti kok vii.. Tapi kenapa lo malah nyuruh Alvin buat nikahin tuh orang sih ?? Sebel tau gak dengernya !! " Seru Nurin tidak terima sahabatnya dimadu.
" Gue gak mau jadi orang yang egois.. Gue tau gimana rasanya hamil tanpa suami.. Dulu gue masih mending ada keluarga gue dan ada kalian juga.. Sedangkan Tania ? Dia disini anak rantau yang gak ada keluarga.. Gue gak mau Alvin nyesel kalau nantinya terbukti itu memang anaknya Alvin " Nay dan Nurin menghela napas bersamaan.
" Kenapa lo baik banget si vii.. Lo selalu aja ngorbanin perasaan lo buat orang lain.. " Nurin merasa iba kepada sahabatnya yang satu ini. Beruntung dirinya yang belum menikah jadi masih bisa mempersiapkan diri untuk segala kerumitan dan masalah rumah tangga nanti. Dan dia tidak berharap akan mempunyai masalah yang sama dengan sahabatnya ini.
" Iya.. Dulu lo relain Alvin buat tunangan sama Shera padahal Alvin cinta sama lo dan begitu juga sebaliknya.. Dan sekarang lo relain lagi Alvin buat nikah malah yang tahapnya harus siap berbagi.. Gue sih gak bisa bayangin kalo gue jadi lo vii.. Gue gak yakin gue gak akan gila kalau sampai Kak Randy hamilin wanita lain "
" Jangan sampai Nay.. Pokoknya cuma gue aja udah yang punya nasib begini.. Lo pada jangan ada yang ngerasain hal yang sama kayak gue " Shevi kembali memeluk kedua sahabatnya.
" Tapi lo juga jangan terlalu ngorbanin diri lo buat si Tania itu vii.. Karena banyak jenis manusia yang gak tau apa itu terimakasih.. Lo gak boleh ngalah dan keluar dari rumah itu gitu aja.. Karna lo yang berhak buat berada disana bukan wanita itu !! Kalo lo kabur begini, dia semakin ngerasa menang karena bisa dapetin suami dan gantiin posisi lo di rumah itu "
" Bener tuh kata Nurin vii.. Kalo menurut gue sih mending lo balik aja.. Yang penting kan Alvin udah tanggung jawab.. Tinggal nunggu anak itu lahir aja kan biar semua jelas.. Atau mau di tes sekarang ?? Gue bisa kok ?? "
*
*
*
Sahabat itu saling menguatkan.. Begitu juga aku yang pengen kalian kuatkan dengan Like, komen dan kalo biaa vote ðŸ˜
__ADS_1