DEMI DIA

DEMI DIA
Hukuman


__ADS_3

Alvin sedang cemas karena kelompok Shevi belum juga kelihatan. Padahal kelompok terakhir sudah tiba di lapangan sejak setengah jam yang lalu. Tapi belum juga ada tanda - tanda dari kelima gadis itu. Bahkan kelompok terakhirpun tidak melihat mereka sama sekali. Kelompok Shevi termasuk kelompok yang berada diurutan tengah yang mereka lepas memasuki hutan. Seharusnya mereka sudah tiba dilapangan jauh sebelum kelompok terakhir tiba.


" Pak ini sudah setengah jam tapi mereka belum juga kembali. Saya akan mencarinya dengan beberapa panitia yang lain " Ijin Alvin pada pak Budi pembimbing Camping.


" Udah si ditunggu aja vin.. palingan mereka lagi asik - asikan istirahat. Mereka kan manja paling juga lagi kecapekan. " Luna langsung menyahut tak ingin ada yang mencari Shevi cs.


Luna ingin memberi pelajaran dari sikap kurang ajar Shevi yang berani melawannya tempo hari.


" LUNA !! kalau lo yang hilang apa lo masih bisa ngomong kaya gitu !! " seru Alvin dengan nada tinggi membentak Luna sebelum melanjutkan.


" Kita disini tuh biar numbuhin rasa saling peduli !! "


" Sudah - sudah. Alvin kita tunggu sepuluh menit lagi, kalau mereka belum juga kembali kita cari sama - sama mumpung hari belum gelap " Sela Pak Budi tidak mau ada keributan.


Alvin berlalu pergi dengan perasaan marah. Tidak tahukah mereka kalau dia khawatir dengan gadisnya. tidak adakah yang perduli dengan kelima gadis itu. Dia mengacak rambutnya kasar bingung dimana Shevi dan teman - temannya sampai belum kembali. Dan sekarang dia harus terpaksa menuruti keputusan Pak Budi.


" Semoga lo baik - baik aja Shev " lirihnya dalam hati.


Sementara dihutan Shevi sedang dibantu teman - temannya untuk naik. Mata Shevi dipenuhi air mata, dia menangis ketakutan. Begitu juga teman - temannya, mereka menarik Shevi sambil menangis.


Dan akhirnya Shevi bisa naik ke atas dengan bantuan teman - temannya. Mereka lalu berpelukan sambil menangis seperti teletubies.


Kedua lutut dan siku Shevi berdarah akibat goresan ranting dan akar pohon saat dia jatuh tadi.


" Lo ga papa kan Shev ?? " Nurin memutar tubuh Shevi untuk melihat bagian mana lagi yang luka.


" Gue ga papa kok. Cuma lecet dikit doang. "


" Gue takut banget lo jatoh kejurang itu tau ga. Tar kalo lo jatoh kan gue ga bisa lagi nyontek lo kalo ulangan. " indah memeluk Shevi sambil menangis. Yang lain tertawa masih dengan uraian air mata akan alasan Indah. Tapi mereka semua tahu kalau Indah beneran khawatir dengan Shevi.


" Udah yuk kita cari jalan pulang sebelum gelap " Sela Nay.


Mereka semua pun jalan mengikuti jalan tersebut sampai mereka bertemu dengan bapak - bapak yang sedang mencari rumput dan mengantarkan mereka ke tempat mereka Camping.


Semua yang melihat kelima gadis itu tiba langsung merasa lega kecuali Luna cs. Alvin langsung berlari saat melihat Shevi kembali. Dia langsung menghambur memeluk erat tubuh Shevi. Menyalurkan kekhawatiran yang kini berubah menjadi kelegaan luar biasa.


" Lo kemana aja si dek.. abang khawatir tau ga ? " ucap Alvin disela - sela pelukannya.


" Aku ga papa kok kak. Tadi cuma salah jalan aja. Dan bisa ga ini pelukannya udahan. ga enak dilihatin yang lain. " Shevi malu saat mereka menjadi pusat perhatian yang lain dalam posisi Alvin memeluknya sepeti ini. Mukanya sudah merah seperti kepiting.


" Lo beneran ga papa? terus kenapa baju lo kotor semua begini? tangan sama kaki lo juga kenapa pada berdarah? " Alvin menjauhkan tubuhnya dari Shevi unuk melihat keadaan gadis itu. Dia tak perduli dengan kata - kata Shevi barusan, dia hanya peduli dengan keadaan gadis itu.


Akhirnya Alvin membawa Shevi ke tenda medis untuk mengobati luka - lukanya.


***

__ADS_1


Malam hari adalah kegiatan api unggun dan seru - seruan. Anak - anak sudah berkumpul semua mengelilingi api unggun. Dengan cuaca yang dingin memang paling tepat untuk berada disekitar api unggun yang hangat.


Acaran berlangsung seru dengan segala game dan kuis yang panitia siapkan. Tak jarang juga ada yang terkena hukuman untuk berjoget atau menyanyi yang huruf vocalnya di rubah menjadi huruf "O" semua.


" Hukuman dong buat yang tadi ga berhasil ngumpulin bendera " Salah satu panitia mengingatkan.


" siapa yang kelompoknya gak berhasil ngumpulin bendera sama sekali ? " Seru Alvin


Shevi dan kelompoknya mengangkat tangannya.


" Sorry ya gaes tadi benderanya jatoh " Shevi merasa bersalah gara - gara dia menjatuhkan bendera, teman - temannya ikut terkena hukuman.


" Udah santai aja.. kita kan satu tim. jadi, kalah menang kita tanggung sama - sama " Nay merangkul Shevi menenangkan.


" Oke kalian berlima maju. siapa yang mau nyanyi biar sisanya ngedance ? " Tanya Alvin pada kelima cewek itu.


Dan mereka memutuskan Shevi yang menyanyi dan yang lain biar yang ngedance. Kasian juga kalau Shevi harus ngedance sedangkan lutut dan sikunya masih sakit.


Shevi duduk dikursi yang telah disiapkan sambil mulai memetik gitar yang ada didekapannya. Indah mendekat dan membisikan sesuatu yang dibalas anggukan oleh Shevi. Entah apa yang direncanakan Indah.


We were both young when I first saw you


I close my eyes and the flashback starts


I'm standin' there


See the lights, see the party, the ball gowns


See you make your way through the crowd


And say, "Hello"


Little did I know


Sorak sorai anak - anak mulai menggema mendengar Shevi menyanyi dengan suara merdunya. Belum lagi kemampuannya dalam memainkan alat musik. Banyak suit - suitan terdengar. Alvin menyunggingkan senyumannya. Siapa yang tidak akan terpesona pada gadis cantik didepan sana. Walaupun hanya memakai hoodie warna grey dengan rambut digerai panjang. Suara merdu dan pandai memainkan alat musik. Dia harus menjaga ekstra gadisnya agar tidak ada yang berani mendekatinya.


That you were Romeo, you were throwin' pebbles


And my daddy said, "Stay away from Juliet"


And I was cryin' on the staircase


Beggin' you, "Please don't go, " and I said


Teman - temannya juga lumayan dalam dance.

__ADS_1


Romeo, take me somewhere we can be alone


I'll be waiting, all there's left to do is run


You'll be the prince and I'll be the princess


It's a love story, baby, just say, "Yes"


( Taylor Swift - Love Story )


Permainan gitarnya mulai berubah haluan menjadi dangdut dan mendapatkan sorak yang lebih ramai lagi dari kaum adam yang ada. Nurin, Lidia dan Nay sampai mengangakan mulut mereka lebar - lebar. Belum reda rasa terkejut mereka bertiga ada lagi tingkah Indah yang berjoged dangdut heboh saat Shevi mulai menyanyikan lagu.


*Hehehe... hehehe... hehehe


Haaa.haaa.haaa


Mmmm.Mmmm.Mmmm


Ooo itukah cinta


Cinta oh cinta suci


Janganlah kau nodai


Merintih diri sendiri


Menangis di ruang sunyi


Perasaan yang tanpa kabar


Takkan tahu kapan dia datang


Mulianya hati jernihkan pikiran


Siapkan iman kepada Tuhan*


" Bocah gila " cibir Luna dan meninggalkan lapangan yang mulai berisikan manusia gila bersama teman - temannya.


Nurin, Nay dan Lidia tidak habis fikir gimana Shevi mau diajak gila oleh teman mereka yang memang urat malunya rada putus itu. Mereka mundur dan berdiri dibelakang Shevi.


Banyak anak laki - laki yang ikutan Indah berjoged. Mereka yang sama gilanya dengan Indah. Alvin hanya menepuk jidat dan tangan yang satunya berada dipinggang sambil geleng kepala melihat tingkah bocah - bocah itu. 


*


*

__ADS_1


*


__ADS_2