
Shevi diantar pulang oleh sahabatnya hampir jam dua belas malam sampai dirumah orang tua Alvin. Dia berjalan mengendap - endap takut mertuanya melihatnya pulang selarut ini.
" Ehemm " Suara dehaman dari arah dapur mengagetkan Shevi yang sudah akan menaiki anak tangga.
" Eh mas ?? " Shevi salah tingkah merasa takut suaminya akan marah.
Alvin membawa segelas air minum dan mendekat ke arah istrinya yang kelihatan takut. Alvin menikkan salah satu sudut bibirnya, muncul ide untuk mengerjai istrinya yang nakal itu.
" Dari mana jam segini baru pulang ? " Tanya Alvin dengan suara yang dibuat sedingin mungkin.
" Emmm itu mas.. Ki-kita cuma no-nongkrong aja kok di cafe gak kemana - mana. " Shevi menunduk takut. Dia tahu jika dirinya salah pulang selarut ini padahal dirinya sudah menikah bukan lagi anak muda yang bebas.
" Terus kenapa baru pulang kalo cuma di cafe ?? " Alvin menarik dagu Shevi pelan agar mau menatapnya.
" Ngobrol aja mas.. Biasa kan cewek kalo udah ngerumpi sampe lupa waktu " Kini Shevi berani menatap mata suaminya.
" Terus lupa suami sama anak juga ?? " Alvin menaikkan sebelah alisnya.
" Ng-ngak gitu juga mas.. Maaf " Ucap Shevi lirih pasrah jika dirinya akan dimarahi.
" Maaf gak cukup buat aku.. Kamu harus dihukum !! " Seru Alvin sambil menarik Shevi kedalam kamar mereka.
Tadi sepulang dari kantor Alvin menjemput Tiara dirumah Bunda Karina. Sesampainya dirumah saat Tiara tahu mommy'nya tidak ada dirumah dia menangis dan minta bertemu dengan Shevi. Alvin sampai pusing harus membujuk bagaimana lagi agar anaknya berhenti menangis. Sampai akhirnya saat sudah jam sepuluh Alvin menggendong anaknya dan diajak berjalan - jalan ditaman. Mungkin karena lelah menangis berjam - jam akhirnya Tiara tidur dalam gendongan daddy'nya.
Alvin mengunci pintu dan mendorong istrinya keatas ranjang.
" Ma-mau a-apa mas ?? " Shevi bertanya meskipun dia sudah tau apa yang akan terjadi jika tatapan suaminya sudah seperti itu.
Alvin menaikkan alisnya sambil menindih tubuh Shevi dan menyangga tubuhnya dengan lutut dan tangannya.
__ADS_1
" Menurutmu mau apa istriku yang baik " Alvin menekankan pada kata istiku yang baik menyindir Shevi yang pulang larut dan membuatnya kewalahan menghadapi Tiara.
" Tentu saja menghukummu " Seringai licik muncul dibibir Alvin.
" Tapi kan tadi siang udah masss sampe malem malah.. Aku udah cape " Shevi merengek mencoba meminta pengertian Alvin jika tubuhnya sudah lelah. Menempuh perjalanan jauh dari New york dan begitu tiba harus melayani suaminya sampai malam dilanjut pergi bersama teman - temannya. Tulang Shevi rasanya sudah remuk redam sakit semua.
" Aku gak peduli.. Siapa suruh pulang selarut ini !! Udah tau cape abis perjalanan ngapain langsung main ?? kayak gak ada hari besok aja !! " Seru Alvin tidak perduli dan memulai aksinya mencium telinga istrinya, tangannya masuk kedalam dress yang dikenakan istrinya meraba perut sang istri dan mulai meraba punggung dan dada istrinya. Ciuman Alvin beralih keceruk leher sang istri dan meninggalkan jejak kepemilikannya disana membuat Shevi mendesah pasrah sampai kegiatan itu terulang lagi untuk kesekian kalinya untuk hari ini. Kegiatan itu berakhir jam dua pagi dan Shevi langsung tertidur karena sudah sangat lelah.
Alvin tersenyum merapikan rambut sang istri yang berhamburan menutupi wajah cantik dan lelah istrinya. Mencium dahi Shevi dan menarik selimut untuk menutupi tubuh polos sang istri sebelum kemudian dirinya ikut berbaring dan terlelap sambil memeluk tubuh istrinya.
***
Esok harinya Shevi bangun jam setengah enam pagi. Walau masih mengantuk dan badannya masih sangat lelah tapi dia tidak melupakan kewajibannya untuk mengurus sang suami yang hari ini harus pergi ke kantor.
Setelah dirinya selesai mandi Shevi beranjak ke kamar buah hatinya untuk membangunkan serta memandikannya.
" Mommy semalam dari mana ?? Aku cariin sampe nangis lama tapi mommy tidak pulang juga !! " Seru Tiara saat sedang dipakaikan baju oleh Shevi.
" Kenapa Ara tidak diajak main juga ??!! " Anak itu menggembungkan pipinya serta melipat kedua tangannya marah. Sama seperti Shevi jika sedang merajuk, membuat Shevi gemas dan mencium pipi anaknya itu.
" Kan main sama Tiara'nya besok saat daddy libur.. Bukannya daddy sudah janji akan mengajak Tiara main di taman hiburan ??" Shevi mengingatkan janji Alvin sebelum mereka pergi ke New York waktu itu.
" Ooh iya.. yey yey yey !! " Anak itu bersorak dan turun dari pangkuan sang mommy sambil melompat - lompat membuat Shevi tersenyum bahagia ikut merasakan kebahagiaan putri kecilnya.
" Sekarang Tiara turun sarapan temui oma dan opa di meja makan. Jangan lupa kasih salam dan cium tangan. Ingat ?? "
" Ingat mommy " Tiara berlari keluar kamarnya menuruti perintah mommy'nya.
Shevi membereskan tampat tidur anaknya sebelum pergi ke kamarnya sendiri untuk membangunkan bayi besarnya.
__ADS_1
Saat membuka pintu kamar ternyata Alvin sudah bangun dan sedang mandi terdengar dari suara gemericik air shower. Tak lama kemudian pintu kamar mandi terbuka, Alvin keluar hanya dengan handuk yang melilit pinggangnya. Aroma sabun menguar keluar bersama dengan tubuh Alvin yang semakin mendekat.
" Kenapa ngeliatnya gitu banget ?? Kaya yang gak pernah liat aku gak pake baju aja !! " Alvin merasa gemas melihat istrinya yang mengedipkan mata berulang kali saat digoda seperti itu.
" A-apa sih mas ?? " Shevi menjawab dengan tergagap malu karena ketahuan mengagumi tubuh indah suaminya. Dengan titik - titik air di dada dan dirambutnya yang masih menetes membuat Alvin semakin seksi dimata Shevi.
Shevi menggelengkan kepalanya dan berjalan kearah lemari untuk mengambilkan baju untuk suaminya kerja. Alvin terkekeh melihat istrinya salah tingkah.
Setelah memakai bajunya tanpa tahu malu karena langsung membuang handuknya sembarangan Alvin duduk ditepi tempat tidur meminta istrinya untuk mengeringkan rambutnya.
" Kemarin aku lihat sekretaris kamu baru ya mas ?? " Shevi berdiri didepan Alvin mengeringkan rambut suaminya dengan handuk. Alvin melingkarkan tangannya dipinggang sang istri menggeleng - gelengkan kepalanya di perut Shevi kemudian mendongakkan kepalanya saat menjawab.
" Iya. Si Dewi resign sebulan yang lalu karena nikah dan dilarang kerja sama suaminya "
" Tapi aku gak suka sama penampilan skretaris kamu yang perempuan itu mas. Pake bajunya kurang bahan gitu !! " Shevi mengkerutkan bibirnya menggerutu mengomentari penampilan Tania.
" Aku sebenernya juga risih si.. Tapi tiap mau ngomong lupa terus jadi ya biarin aja lah.. Akunya lagi sibuk sama kerjaan gak ada waktu ngurusin kaya begituan " Jawab Alvin sambil mengedikkan bahunya.
" Bilang aja kamu suka liat paha sama belahan dada tiap saat !! nambah vitamin saat kerja !! " Shevi menggosok rambut Alvin kencang lalu melempar handuk itu ke wajah suaminya sebelum melepas pelukan suaminya dan berlalu keluar kamar.
" Buruan aku tunggu di meja makan " Alvin senang melihat ekspresi cemburu istrinya hingga suara tawa Alvin terdengar sampai kebawah membuat Shevi semakin kesal.
*
*
*
Happy Reading 💕
__ADS_1
Jangan lupa cuci kaki, cuci tangan gosok gigi terus tidur. Tetep jaga kesehatan di musim pandemi seperti ini. Good Night 😘😘