DEMI DIA

DEMI DIA
Hasutan


__ADS_3

Alvin pulang dengan keadaan emosi. Dia marah terhadap Shevi yang keras kepala. Dia tahu kalau dirinya salah dan telah menyakiti hati istrinya itu. Tapi apa perlu harus pisah rumah seperti ini. Bahkan mereka sudah sebulan lebih berpisah dan sekarang saat dia kira istrinya mulai menerimanya kembali harus dikecewakan karena dirinya diusir dengan alasan menenangkan diri. Menenangkan diri apa sampai selama ini. Ini namanya minta pisah bukan menengkan diri. Tapi sampai kapanpun dirinya tidak akan pernah melepaskan Shevi pergi meninggalkannya. Sekalipun anak yang ada dalam kandungan Tania adalah anaknya. Tapi dia yakin kalau itu bukan anaknya.


" Dari mana aja si mas, jam segini baru pulang?? " Suara Tania menyambutnya di ruang depan TV. Jam sudah menunjukan lewat tengah malam. Untuk apa wanita itu menunggunya.


" Bukan urusan lo !! " Sahut Alvin malas dengan tetap berjalan ke arah kamarnya.


" Aku sekarang kan istri kamu mas.. Jadi itu urusan aku dong ??!! Aku tuh lagi hamil anak kamu mas.. Dia tuh pengen di sapa sama daddy'nya " Tania terus saja mengikuti Alvin sampai kedepan kamar lelaki itu.


Alvin berhenti didepan pintu kamar disaat Tania masih juga mengikutinya. Tidak akan dia biarkan wanita itu masuk kamarnya dengan Shevi.


" Persetan sama anak lo !!.. Gue gak perduli !! Dan gue gak pernah nganggep lo itu istri gue !!.. Jadi gak usah ngatur - ngatur dan ikut campur sama hidup gue !! Pergi sana lo.. Gue mau tidur !! " Alvin masuk kamar dan membanting pintu keras tepat di depan mata Tania.


Tania menggeram dan mengepalkan kedua tangannya. " Apa bagusnya si wanita itu.. Bagusan juga gue !! " Saat akan meninggalkan tempat itu Tania melihat Tiara sedang mengintip di pintu kamarnya dengan memeluk boneka dan mata yang berkaca - kaca.


Tania mengangkat sebelah alisnya dan seringai tercetak dibibirnya. Mendekati pintu kamar Tiara dan membukanya.


" Hai cantik.. Kenapa nangis ?? " Diusapnya pipi gadis kecil itu yang sudah memerah siap menumpahkan tangisnya.


" Kenapa daddy marah ?? Kemana mommy ?? "


" Mommy kamu gak mau pulang lagi kesini.. Mommy kamu udah pergi ninggalin kamu sama daddy kamu.. Itu makanya daddy kamu marah "


" Gak mungkin.. Mommy sayang sama Ara.. Mommy lagi kerja.. Mommy gak mungkin ninggalin Ara.. " Tiara mulai menangis kencang.


" Ssssttt jangan nangis.. Jangan ngomongin mommy kamu di depan daddy.. Jangan bilang kalau tante yang kasih tau kamu kalau mommy kamu pergi.. Nanti daddy bisa marah sama mommy kamu.. Kamu gak mau kan mommy kamu di marahin sama daddy " Gadis itu menggeleng masih dengan menangis.


" Huaaaa Mommy... Ara mau ikut... Ara mau sama mommy " Tiara semakin kencang menangis.


Tania memeluk Tiara dan berbisik " Kamu gak boleh ngadu kalau tante ngomongin tentang mommy kamu oke ?? Atau nanti mommy kamu yang kena marah " Anak itu mengangguk tapi tak menghentikan tangisannya.


***


Alvin yang akan turun mengambil minum mendengar Tiara menangis dan langsung berlari ke kamar anaknya. Didalam dia mendapati Tania sedang memeluk Tiara.


" Apa yang lo lakuin sama anak gue !! " Alvin menyentak tangan Tania kasar hingga pelukannya kepada Tiara terlepas.


" Aku gak ngapa - ngapain kok mas.. Tiara tadi nyariin mommy'nya sambil nangis.. Mungkin dikira aku mommy'nya pas tadi kita lagi ngomong di depan kamar kamu " Alvin tidak perduli dengan penjelasan Tania. Alvin berjongkok dan mengusap pipi anaknya yang dipenuhi air mata.


" Tiara kenapa sayang ?? Kenapa belum bobo jam segini ?? "


" Ara mau sama mommy.. Ara gak mau disini.. Ara mau ikut mommy huuaaaa " Alvin menghela nafas memeluk dan mengusap punggung anaknya.

__ADS_1


" Tiara jangan nangis lagi ya.. Nanti mommy pasti pulang lagi kesini "


" Tapi kata - " Tiara tidak jadi melanjutkan kata - katanya saat mendongak dan melihat Tania menatapnya tajam sambil menggeleng.


" Kata apa sayang ?? " Alvin mengurai pelukannya dan mengamit wajah Tiara dengan kedua tangannya.


Anak itu menggeleng dan kembali menangis " Huuaaaa pokoknya Ara mau sama mommy sekarang "


" Gimana kalau kita videocall mommy aja " Tiara mengangguk dan menghapus air matanya.


Alvin mengambil ponsel disaku belakang celananya dan menghubungi Shevi. Hingga panggilan berakhir tidak ada jawaban dari istrinya itu.


" Mommy gak mau pulang kesini lagi ya daddy ?? " Suara itu kembali bergetar dan matanya kembali berkaca - kaca.


" Pasti nanti pulang sayang kalau Mommy'nya sudah tidak sibuk lagi.. Mungkin mommy'nya sudah tidur " Alvin menggendong anaknya dan menidurkannya di atas kasur.


" Lo keluar sana.. Tiara mau tidur udah malem " Tania hanya mengedik dan pergi meninggalkan kamar anak tirinya itu.


Alvin mengirim pesan kepada Shevi yang berisi Tiara rewel dan ingin menghubunginya.


" Sekarang kita tidur dulu.. Besok pasti mommy hubungin Tiara. Oke ?? " Anak itu mengangguk.


" Ara mau denger daddy bernyanyi.. Tadi Ara tidur sama Oma.. Oma gak bisa dongen sama nyanyi " Alvin tersenyum kemudian menyanyikan lagu pengantar Tidur kesukaan anaknya, soundtrack film Dumbo dari Disney yaitu Baby Mine. Diusapnya rambut sang anak sambil bernyanyi.


Baby mine, dry your eyes


Rest your head close to my heart


Never to part, baby of mine


Saat menyanyikan lagu ini, Alvin merasakan rindu mendengar istrinya bernyanyi. Karna lagu ini lagu favorit anaknya yang sering di nyanyikan oleh istrinya itu.


Little one when you play


Don't you mind what you say


Let those eyes sparkle and shine


Never a tear, baby of mine


Biasanya Shevi akan bernyanyi untuk Tiara yang bersiap tidur. Alvin yang ikut berbaring disebelah Tiara selalu tersenyum menatap istrinya yang bernyanyi dengan suara merdunya.

__ADS_1


Biasanya setiap malam sebelum Tiara tidur selalu diisi dengan gelak tawa dan canda oleh mereka bertiga. Dimana Alvin bisa merasakan kehangatan keluarga kecilnya itu. Kini dia merindukan kehangatan yang biasa mereka lakukan bertiga. Bernyanyi, bercerita dan bersenda gurau bersama. Tanpa terasa air mata menetes di kedua sudut matanya saat mengingat momen itu dikamar ini.


If they knew sweet little you


They'd end up loving you too


All those same people who scold you


What they'd give just for


The right to hold you


From your head to your toes


You're not much, goodness knows


But you're so precious to me


Cute as can be, baby of mine


Alvin tersenyum saat mendapati anaknya telah tertidur dengan memeluk boneka melody kesayaangannya. Diciumnya kening Tiara dan diselimuti sampai ke dada anaknya.


Alvin mematikan lampu kamar dan menyisakan lampu tidur diatas nakas kemudian keluar menutup pintu kamar Tiara.


Saat akan merebahkan dirinya dikamar ponselnya berbunyi tanda pnggila masuk.


" Mau ngapain Nurin telfon malem - malem " Kening Alvin berkerut bingung.


" Hallo Rinn.. "


" Kak Shevi pingsan "


" Apa ??!! "


*


*


*


Katanya menyanyikan lagu saat anak akan tidur membuatnya lebih tenang dan membentuk otak sosial mereka lho ..

__ADS_1


Otak sosial itu kemampuan anak untuk mengintegrasikan, memahami, dan menghubungkan semua indra berbeda ketika mereka mendengar nyanyian.


Yuk pasang lagu yang tenang sebelum kita tidur.. Atau untuk yang beragama muslim bisa dengan murotal 😍💕


__ADS_2