
Bunda Karina datang bersama dengan Om Julian serta Mami Lyra. Setelah menandatangani surat persetujuan dokter langsung melakukan operasi. Mereka semua berdoa dengan cara masing - masing dengan tujuan yang sama yaitu untuk kesembuhan Shera.
" Sebenarnya apa yang terjadi sama Shera sampe bisa drop begini Shevi?. Bulan lalu dia naik pesawat ke sini juga sehat - sehat saja " Shevi dan Alvin memang belum menceritakan kronologi ceritanya.
" Mmm.. Itu bunda.. Shera tahu.. " Shevi bingung harus bagaimana menjelaskannya. Karena keluarganyapun tidak ada yang tahu Tiara anaknya Alvin.
" Shera tahu apa ?? " Bunda sudah tidak sabar menunggu begitu juga yang lain.
" Tau kalau Tiara anak aku bun " Alvin angkat bicara karena sepertinya Shevi kesulitan untuk menyampaikannya.
" APA ??!! " Bunda, Om Julian, dan Mami Lyra teriak dan kaget bersamaan. Shevi hanya menundukan kepalanya takut.
" Maksudnya apa ini Alvin ?? " Om Julian mendekat dan mencengkeram kerah baju Alvin.
" Iya om. Tiara anak saya. Waktu habis tunangan dengan Shera saya fruatasi dan minum - minuman di apartemen Gio. Lalu Shevi datang katanya disuruh mami mencari saya tapi karena pengaruh alkohol saya khilaf melakukannya om "
Bugh. Satu pukulan keras melayang dipipi sebelah kiri Alvin. Membuat Shevi dan yang lainnya memekik kaget.
" Maaf om, Maaf bunda. Maafin saya " Alvin berlutut dibawah kaki Om Julian. Dia tak memperdulikan rasa sakit di pipinya dan darah segar yang mengalir disudut bibirnya yang pecah.
" Maaf kamu bilang. Setelah apa yang kamu lakuin sama keponakan saya ?!! Berani berbuat tapi tidak bertanggung jawab !! Dasar pengecut !! Laki - laki macam apa kamu ??!! Dan kalau memang kamu tidak mau tunangan dengan Shera kenapa kamu mengajaknya ??!! Kamu pikir hati keponakan saya semuanya mainan hah ??!! " Om Julian sangat murka saat mengetahui kenyataan ini. Dia seharusnya menjaga keponakannya sebagai ganti abangnya yang sudah tiada tapi malah gagal.
" Maaf om. Bukannya saya tidak mau bertanggung jawab. Tapi saya juga baru tau kemarin kalu Tiara anak saya. Shevi selama ini menutupi ini semua rapat - rapat dari saya. Dia ingin melindungi Shera. Dan untuk masalah Shera itu juga saya lakuin atas permintaan Shevi om. Selama ini saya masih berusaha untuk belajar mencintainya. Saya tidak bermaksud mempermainkan mereka om "
" Om gak mau tahu.. Pokoknya kamu harus secepatnya nikahin Shevi. Walau bagaimanapun kasihan Tiara " Keputusan final dari Om Julian.
" Tapi Om bagaimana dengan Shera ? Aku gak mau !! Toh aku sama Tiara baik - baik aja selama ini tanpa Alvin " Shevi yang sedari tadi menangis dalam pelukan mami Lyra pun berani bersuara.
" Jangan kamu pikirin diri kamu sendiri Shevi. Pikirin juga Tiara "
" Tapi Om.. "
__ADS_1
" Om gak mau dibantah. Ini keputisan akhir dari om. Kalau sampai anak ini gak mau nikahin kamu, akan om bunuh dia !! " Ancam Om Julian. Julian menyayangi anak abangnya seperti anaknya sendiri, jadi dia tidak terima Shevi disakiti seperti ini meskipun itu kemauan gadis bodoh itu sendiri.
" Oke Shevi mau nikah sama Alvin. Tapi kalau Shera mengijinkan dan aku butuh waktu satu tahun buat nyelesein kerjaan aku disini. Karena aku udah tanda tangan kontrak untuk kerjaan sampai tahun depan " Shevi menghela nafasnya. Biarlah nanti Shera yang memutuskan.
" Dan sampai Shera benar - benar sembuh, aku gak mau ada yang membahas masalah ini didepannya " Untuk kali ini semua setuju dengan keputusan Shevi.
" Tapi setahun terlalu lama Shevi " Alvin protes dengan waktu yang begitu lama menurutnya.
" Aku gak mau dijauhin dari anak aku lagi "
" Aku rasa kamu gak semiskin itu untuk gak mampu beli tiket pesawat kesini vin. Aku gak akan ngelarang kamu buat nemuin Tiara kok. Karena ini masalah profesionalitas, aku baru dibidang ini aku gak mau batalin kontrak meskipun bunda mampu bayar ganti ruginya. Tapi aku gak mau dibilang gak kompeten. " Alvin menghela nafasnya pasrah.
***
Operasi yang dijalani Shera berhasil. Setelah menjalani perawatan selama kurang lebih satu minggu akhirnya Shera dibolehkan pulang.
Shera serta Bunda Karina menginap di apartemen Shevi. Sedangkan Alvin dan Mami Lyra menginap di hotel. Om Julian langsung pulang setelah Shera sadar pasca operasi karena kerjaannya dijakarta sudah menunggu.
" Shevi.. Udah waktunya kamu buat gak mikirin tentang aku lagi. Sekarang waktunya kamu mikirin Tiara dan diri kamu sendiri untuk bahagia. Aku mau pertunangan aku dan bang Alvin dibatalin " Shera memandang wajah yang ada satu persatu.
" Aku gak papa kok kak.. Aku sama Tiara bahagia kok disini " Shevi mencoba membantah dan menolak apapun yang akan menjadi permintaan Shera.
" Kamu gak boleh egois vii.. Kamu harus mikirin Tiara juga !! " Shera menatap dan mengusap kepala Tiara yang sedang dalam pangkuan Bunda Karina disebelah kirinya.
Shera menggenggam tangan Shevi yang ada disebelah kanannya.
" Aku mau kamu nikah sama abang. Itu udah cukup bikin aku bahagia. Kalaupun aku tetep sama bang Alvin justru aku gak akan pernah bahagia vi.. Selama ini aku selalu bohongin perasaan aku sendiri dengan menganggap aku bahagia. Padahal aku gak bahagia sama bang Alvin " Shera menjeda kalimatnya untuk menetralkan suasana hatinya yang terasa sakit.
" Bagaimana aku bahagia kalau orang yang bang Alvin cintai bukan aku. Dia ada sama aku tapi tidak dengan hatinya. Apa lagi sekarang ada Tiara, itu gak akan bisa buat aku dan bang Alvin bahagia. Itu cuma akan membuat kita semua sakit hati. Aku, bang Alvin, kamu dan Tiara. Kita semua akan sakit hati kalau yang menikah dengan bang Alvin itu aku "
" Tapi kak... "
__ADS_1
" Kali ini bunda setuju sama Shera. Alasan bunda terima tawaran Kak Dion buat nikahin Shera sama Alvin tahun depan juga karena bunda gak yakin sama Alvin. Gak ada cinta dalam setiap tatapan matanya. Bunda takut pada akhirnya Shera akan tersakiti " Bunda lega karena Shera mau berlapang dada dan mengalah pada adiknya. Karena ini memang keputusan terbaik untuk mereka semua.
" Tiara juga mau mommy dan daddy bersatu kan sayang " Shera bertanya dengan lembut kepada keponakannya.
Gadis kecil itu mengangguk dan tersenyum bahagia.
Shevi menghela nafasnya. Bagaimana dia bisa menolak jika anaknya akan sebahagia ini.
" Shevi terserah kalian aja. Tapi Shevi tetap minta waktu buat nyelesein kerjaan Shevi disini baru Shevi akan pulang. Shevi juga butuh waktu buat menata kembali lagi hati Shevi. Karena sudah tidak ada cinta lagi buat Alvin setelah lima tahun memendam kecewa " Shevi tidak sadar ada satu kalimat yang membuat Alvin membeku.
" Jadi dulu kamu juga mencintaiku ?? " Tanya Alvin tak percaya. Cinta ? Shevi membalas cintanya ? dulu cintanya tidak bertepuk sebelah tangan ? Hati Alvin rasanya meledak - ledak dengan kebahagiaan yang dia dapatkan. Kenyataan bahwa dulu Shevi juga mencintainya. Dan kenyataan bahwa Tiara adalah putrinya. Sungguh nikmat tuhan sungguh besar untuknya.
Alvin langsung berdiri dan menarik Shevi kedalam pelukannya.
" Makasih.. " Ucapnya percaya diri sampai Shevi mendorongnya dengan muka cemberut.
" Itu dulu !! " Shevi memasang wajah juteknya.
Alvin terkekeh dan mencubit kedua pipi Shevi.
" Gak papa. Aku akan buat kamu jatuh cinta lagi sama aku " Dipeluknya lagi Shevi dan diberinya ciuman di puncak kepala Shevi.
Semua bahagia melihat mereka termasuk Shera. Shera sekarang sudah ikhlas melepas Alvin.
*
*
*
Happy Reading 💕
__ADS_1