
Luna beserta dua temannya sedang mendatangi kelas Shevi. Dia akan memberi peringatan kepada Shevi karena sudah berani merebut Alvinya.
Selama sebulan ini dia sudah cukup bersabar melihat perhatian Alvin yang ditunjukan secara terang-terangan untuk Shevi. Dari seringnya mengantar jemput Shevi jika supirnya tidak masuk. Atau mereka yang selalu istirahat dikantin bersama.
Semua tahu Alvin menaruh perhatian khusus pada Shevi. Mungkin hanya Shevi yang tidak menyadarinya. Karena bagi Shevi begitulah Alvin. Selalu baik dan perhatian bukan hanya padanya tapi juga pada keluarganya.
BRAAKK
Luna menggebrak pintu kelas yang hanya ada segelintir anak saja yang menetap dikelas saat jam istirahat kedua ini.
Luna tahu jika Alvin selalu mengajak gadisnya ke kantin dijam istirahat pertama. Makanya dia berani mendatangi Shevi hanya dijam istirahat kedua.
Shevi yang sedang serius membaca novel untuk mengisi waktu istirahatnya seketika menolehkan kepalanya karena kaget.
Derap langkah ketiganya terdengar menggema karena kelas jadi sepi setelah kehadiran ketiganya.
Luna berdiri tepat didepan meja Shevi sambil melipat kedua tangannya didepan dadanya.
" jadi elo yang lagi jadi trending topik gara-gara kedeketan lo sama Alvin! " seru Luna sambil menatap tajam kedua mata Shevi.
" maaf kak.. Maksud kakak apa ya?" Shevi sebenarnya sudah menyangka kedekatanya dengan Alvin pasti akan membawa wanita penggilanya cepat atau lambat mendatanginya mengingat seberapa terkenalnya Alvin di sekolah.
__ADS_1
" Gak usah pura-pura **** deh lo! Gue peringatin sama lo JAUHIN ALVIN ! karena dia milik gue " Luna mencondongkan mukanya mendekat ke arah Shevi dengan menumpu kedua tangannya diatas meja.
" Maaf ya kak, saya gak pernah ngedeketi kak Alvin duluan kok. Kak Alvin aja yang tiap hari kesini. Jadi kalo kakak mau kasih perigatan kayaknya salah orang deh." Shevi menutup bukunya dan meremasnya lembut. Baru kali ini ada yang membentaknya.
" Kakak peringatin aja kak Alvin " tantangnya.
" Berani juga lo ya sama gue " Luna sudah akan menarik rambut Shevi tapi ditahan oleh kedua temannya.
" Saya bukannya berani sama kakak.. Tapi saya tidak suka sama cara kakak yang seperti ini. "
Tak lama kemudian bell berbunyi. Luna yang sudah geram dengan perlawanan juniornya yang tadinya akan membuat perhitungan terurungkan dengan tarikan kedua temanya yang mengajaknya untuk kembali kekelas sebelum guru datang.
Bell berbunyi sebagai tanda pelajaran untuk hari ini telah berahir. Pak Edo guru biologi pada jam terakhir kelas Shevi telah meninggalkan kelas, begitu pula para siswa-siswi yang mulai meninggalkan kelas mereka. Namun Nurin masih menahan Shevi untuk tinggal dikelas. Dia penasaran sahabatnya itu punya kekuatan dari mana unuk melawan Luna yang terkenal suka membully juniornya yang dia rasa mencoba mengalahkannya dalam hal dandanan atau popularitas.
" Gila! Gila! Tadi serem amat tuh mata kak Luna pas melototin lo! " seru Nurin menggebu - gebu. Yang sebenarnya dia sudah gatal sedari tadi Luna pergi. Sayangnya Pak Edo tidak suka ada yang berisik saat jam pelajarannya.
" Lo ga takut di pelototin begitu Shev? " imbuhnya penasaran.
" Takut sih sebenernya.. Tapi dari pada dia nindas gue kalo gue keliatan lemah, ya udah gue sok berani aja " balasnya sambil nyengir kuda.
" Tapi gue rasa tuh senior bakalan cari kesempatan lagi buat balas dendam si Shev. Untung aja tadi Pak Edo cepet dateng, jadi selamet deh lo ! " Nurin menatap khawatir pada sahabat disebelahnya ini.
__ADS_1
" iya gue tahu. Udah yuk ah pulang, laper nih gue. Masalah itu kita liat aja dia mau ngapain " Shevi bangkit dari bangkunya dan melangkah keluar kelas dengan Nurin yang mengikutinya.
" haii Shafina.. Pulang bareng yuk. Mamang ga jemputkan? Sekarang kan jadwalnya mamang anter Shera kontrol " Alvin yang barusaja muncul di koridor langsung menyapa dan mengaja Shevi pulang bareng dengan tersenyum yang membuat siapa saja terpesona kecuali Shevi.
" apa sih kak.. Ga usah pangil nama panjang begitu deh.. Dan lagi aku mau pulang bareng Nurin kok. Iya kan rin? " tanyanya sambil mengedipkan mata memberi kode Nurin untuk mengiyakan kata-katanya.
" Eh ? emang kita mau pulang bareng ya ? " Tanya Nurin yang tidak maksud dengan kode dari Shevi yang membuat Shevi menginjak kakinya sambil melotot ke arah Nurin.
" Auuu.. O-oh iya kak.. Shevi mau pulang bareng aku. " Nurin yang beberapa saat baru memahami arti dari tatapan mata Shevi akhirnya menjawab dengan tergagap.
" yahhh.. Padahal abang mau ngajakin nonton sambil nongkrong makan es krim lho dek " Alvin masih berharap dengan wajah memelas.
" Nurin mau kak kalo diajakin makan es krim " Nurin langsung menyahut dengan mata berbinar. begitu juga dengan Shevi yang mendengan dua kata kramat nonton dan es krim hampir saja tergiur. Tapi kemudian dia sadar tak ingin menambah Luna makin membencinya. Bukanya takut, tapi karena dia ingin sekolah dengan damai di masa SMA yang takan terulang lagi ini. Masa-masa remaja yang tak akan dia lupakan.
" kapan-kapan aja deh ya kak.. Shevi pulang dulu. Bye kak Alvin " Shevi langsung menarik tangan Nurin agar menjauh dari Alvin.
" Duluan ya kak " Nurin berlalu sambil menampilkan senyum termanisnya untuk Alvin.
Alvin hanya memangdang kepergian dua gadis itu sambil menghela nafasnya. Kemudian dia memakai jaketnya sambil menuju area parkir untuk mengambil motor kesayangannya.
Happy Reading .. Minta semangatnya dengan Like n Komennya kakak 💕
__ADS_1