
Weekend ini Alvin memenuhi janjinya untuk mengajak anak serta istrinya bermain di taman hiburan. Tiara terlihat sangat bahagia bisa bermain bersama kedua orang tuanya. Anak itu melompat - lompat dalam gandengan mommy dan daddy'nya yang ikut tersenyum melihat kebahagiaan putri kecil mereka.
" Jangan lompat - lompat sayang.. Nanti cape duluan sebelum bermain " Shevi mengingatkan anaknya.
" Yes mom " Anak itu kemudian berjalan dengan tenang tapi mulutnya tak hentinya bernyanyi. Anak itu tumbuh menjadi seperti mommy'nya yang selalu ceria.
" Makasih ya sayang.. Kamu jadikan Tiara menjadi anak seceria ini padahal tumbuh tanpa seorang ayah.. Pasti ini berat untuk kalian " Alvin sampai saat ini masih merasa bersalah kepada istri dan anaknya karena tidak menemani mereka lebih awal.
" Udah lah mas gak usah dibahas.. Yang lalu biarlah berlalu. Sekarang yang terpenting adalah kita harus berusaha agar rumah tangga ini berjalan lancar dan harmonis. Jangan ada lagi pertengkaran atau kesalah pahaman yang mungkin saja bisa memisahkan kita lagi " Shevi memandang Alvin dan tersenyum tipis.
" Kok kamu ngomongnya gitu sih yank ?? Aku gak akan biarin kita berpisah lagi !! " Seru Alvin. Berada jauh dari anak istrinya untuk waktu kurang dari dua bulan saja sudah membuatnya hampa. Apa lagi harus berpisah dari mereka untuk tidak kembali. Yang ada Alvin bisa gila kalau mereka berpisah.
" Semua orang gak ada yang tahu apa yang akan terjadi kedepannya mas.. Makanya sekarang kita berusaha menjaga dengan baik hubungan ini supaya hal itu tidak sampai terjadi."
" Tentu saja. Aku akan menjaga dan memperjuangkan untuk keutuhan rumah tangga kita " Mereka kini sedang mengantri untuk naik Komedi putar karena sedari rumah Tiara sudah meminta naik wahana itu.
" Dan juga Tiara tidak kurang kasih sayang seorang ayah kok mas.. Kan Tiara dapet kasih sayang dari Ray sejak Tiara umur satu tahun. Jadi dia punya sosok ayah meskipun dia gak bisa panggil Ray ayah " Ray adalah sosok seorang ayah yang pertama Tiara kenal di dunia ini. Dan Shevi tidak akan melupakan itu semua.
" Apaan sih !! Gak ada ya ayah lainnya !! ayahnya Tiara cuma aku !! " Seru Alvin tidak terima Ray disebut ayah Tiara.
" Aku gak bilang kalau Ray itu ayahnya Tiara mas.. Mas gak boleh bersikap gak sopan sama Ray.. Walau bagaimanapun juga mas gak bisa buat mungkirin kalau sosok ayah yang Tiara kenal pertama kali dalam hidupnya itu Ray.. Dan lagi aku cuma nganggep dia kakak aku aja kok mas.. Dia udah baik banget sama aku dan Tiara. Jadi mas juga harus baik sama dia " Shevi menggenggam erat tangan suaminya mencoba memberika pengertian untuk suami pencemburu itu.
__ADS_1
" Itu kan salah kamu sendiri rahasiain kehamilan kamu.. Kalo kamu bilang ke aku juga pasti aku satu - satunya sosok ayah dalam hidup Tiara. Dan tentu saja dia baik sama kalian, orang dia suka sama kamu !! " Alvin masih tak mau mengalah untuk menerima kehadiran Ray.
" Dan kalau aku gak rahasiain kehamilan aku, kita pasti lebih nyakitin Shera lagi karna saat itu kalian baru saja tunangan." Dikecupnya tangan Alvin yang Shevi genggam untuk membuat suaminya itu tidak emosi lagi.
" Dan jika saat itu kamu tau terus langsung nikahin aku, Gak mungkin aku bisa lulus kuliah dan menjadi seperti sekarang. Karena aku yakin kamu akan langsung bawa aku ke Belanda buat tinggal bareng kamu disana "
" Tentu saja !! aku gak akan pernah lepasin kamu saat itu juga kalau aku tau semua kebenarannya " Alvin sudah sedikit lebih bisa mengontrol emosinya.
" Itu juga salah satu alasan aku buat gak kasih tau kamu sayangg.. Karena aku masih ingin mengejar mimpi - mimpi aku.. Dan aku juga yakin suatu saat nanti kamu akan tau dengan sendirinya jika Tiara itu anak kamu.. Kalian tuh terlalu mirip tau gak ?? Kadang aku sebel juga liat Tiara karena dia ngingetin aku sama sakit hatinya aku !! " Shevi melipat kedua tangannya di dada.
" Aku yang hamil aku yang ngelahirin tapi dia malah mirip kamu !! Ya kalau kamu ada disisi aku si itu gak akan jadi masalah. Tapi masalahnya kamu gak ada buat aku sama Tiara yang membuat hatiku semakin sakit " Air mata itu kembali mengalir mengingatkan rasa sakit yang dulu Shevi rasakan dimasa terberatnya.
Mereka tidak menyadari saat Tiara pergi menghampiri tukang es krim menjauh dari mereka saat baru saja turun dari wahana komedi putar. Dan saat Alvin melepaskan pelukannya untuk melihat ternyata semua yang naik komedi putar sudah turun termasuk anaknya.
" Kemana Tiara yank ?? " Shevi ikut panik saat tidak mendapati putrinya disana.
" Gimana ini mas..... Kenapa kita tledor gini..... Ini weekend rame banget begini aku takut ada yang bawa Tiara pergi mas !! " Shevi sudah menangis saat dirinya dan Alvin sudah mencari Tiara kemana - mana tapi belum juga ketemu.
" Mass gimana ini.. hiks.. hiks.. " Alvin menarik tubuh istrinya kedalam pelukannya. Mencoba menenangkan istrinya agar tidak terlalu khawatir. Padahal dirinya sendiripun sama khawatirnya dengan Shevi. Dia takut hal buruk menimpa anaknya.
" Kamu tenang ya sayang.. Kita pasti bisa menemukannya " Alvin menelfon papinya untuk meminta bantuan anak buahnya mencari Tiara.
__ADS_1
Papi Dion sangat marah kepada Alvin. Bagaimana bisa dua orang dewasa kehilangan seorang anak kecil yang usianya saja belum genap lima tahun.
" Kalian tuh ngapain aja sampai Tiara bisa hilang !! " Bentak papi Dion saat dirinya baru saja sampai bersama istri serta besannya.
" Maaf pih.. Tadi tuh Tiara lagi naik komedi putar jadi kita nungguin di bawah.. Gak taunya pas komedi putarnya berhenti Tiara gak ada " Alvin menunduk takut kepada papinya.
" Ya kalian harusnya pantau anak kalian !! bukan malah sibuk pacaran sendiri !! Papi tahu kalian pengantin baru !! Tapi jangan lupain kalau ada anak kalian disini. Ditempat seramai ini !! Papi gak akan maafin kalian kalau cucu papi sampai kenapa - kenapa !! " Shevi yang berada dalam pelukan Alvin hanya menanggis sesenggukan meruntuki kebodohannya dalam mengawasi putri kecilnya.
" Sudah - sudah.. Lebih baik kita cari Tiara sekarang. Anak dua itu nanti saja kita marahinnya. " Mami Lyra menenangkan suaminya karena malu mereka mulai dilihat orang yang berlalu lalang.
Akhirnya mereka semua berpencar untuk mencari Tiara. Anak sekecil itu tidak akan jauh dari hal yang menarik perhatiannya kan. Tapi dimana mereka harus mencarinya.
*
*
*
Happy Reading 💕
Kalau ditemoat ramai awasi anak atau adik kalian demgan baik ya.. Bisa saja dia pergi karena tertarik dengan sesuatu atau malah ada orang yang berniat buruk kepadanya. Kaga dan lindungi orang - orang yang kita sayank 🤗
__ADS_1