DEMI DIA

DEMI DIA
Batal Ngambek


__ADS_3

Diperjalanan pulang Shevi hanya diam menatap luar jendela. Alvin yang merasa aneh kepada istrinya yang biasanya tidak pernah habis bahan obrolan mencoba mengajaknya mengobrol namun hanya di jawab dehaman oleh Shevi.


" Kamu tuh kenapa si sayang.. Dari tadi diem aja ?? Atau kamu pengen kaya Lidia nginep di hotel nikmatin malam pertama ?? " Godaan Alvin berhasil membuat Shevi menatapnya. Namun bukan tatapan lembut seperti biasa. Itu tatapan tajam yang biasa Shevi berikan jika dia berbuat salah.


" Gak sadar tadi haha hihi sama wanita - wanita seksi ?? Nyuruh orang jangan deket - deket laki - laki lain. Tapi sendirinya seneng di deketin bibit - bibit pelakor !! " Gerutu Shevi dalam hati dan mengalihkan pandangannya kembali ke luar jendela.


" Kan kita waktu itu gak sempet nikmatin malam pertama yank ! " Godanya lagi tak perduli dengan tatapan istrinya. Karena kalau istrinya marah jangan hadapi dengan kemarahan juga. Jadilah air saat pasanganmu sedang menjadi api. Agar rumah tanggamu tetap harmonis.


Wajah Shevi merona mengingat malam pertama mereka yang mereka habiskan hanya untuk tidur gara - gara tamu bulanan. Tapi sebisa mungkin Shevi menahan senyum dibibirnya agar tidak tercetak. Meskipun sedang berusaha marah tapi tak ayal senyum tipis tak tahan untuk keluar dan Shevi langsung menetralkan ekspresinya dengan berdeham sembari melihat gedung - gedung yang mereka lewati.


" Kamu tuh kenapa si sayang ?? Kenapa gak mau ngomong sama aku ?? "


" Aku gak papa kok. Aku cuma capek aja pengen cepet sampe terus tidur. " Balas Shevi setelah sekian lama bungkam.


" Wanita itu kalau udah bilang gak apa apa pasti ada sesuatu. Udah, sekarang bilang sama aku salah aku apa mommy Tiara yang cantik ?? " Fokus Alvin antara jalan didepannya dan sesekali ke arah istrinya. Kalau tahu istrinya akan mendiamkannya seperti ini lebih baik tadi berangkat diantar supir saja biar dia lebih bisa merayu istrinya agar tidak marah dan memberitahukan salahnya di mana.


" Tar aja di rumah. Sekarang kamu fokus nyetir aja udah malem. " Shevi menyandarkan tubuhnya dan memejamkan mata. Rasanya malam ini memang dia merasa lelah. Setelah kerja seharian dan langsung pergi ke acara resepsi pernikahan sahabatnya itu. Kenapa juga Lidia mesti mengadakan resepsi di weekdays seperti ini. Sungguh melelahkan. Tapi dia turut berbahagia dengan kebahagiaan sahabatnya hari ini.


Satu persatu dari mereka mulai melangkah ke jenjang yang lebih serius. Nay dan Randy juga kelihatannya sudah ditahap serius. Tinggal menunggu keberanian Randy untuk mengajak Nay menikah. Sedangkan Indah sudah pasti karena mereka di jodohkan. Hanya berharap waktu akan mengubah perasaan Andrian kepada Indah menjadi rasa cinta agar Indah menerima lamaran laki - laki itu.


Mungkin hanya Nurin dan Leon yang masih belum jelas kapan akan melangkah ke jenjang yang lebih serius. Bukan karena mereka tidak saling mencintai, tapi mereka sedang fokus dengan karir mereka masing - masing. Toh usia mereka belum masuk usia darurat nikah. Jadi jalani saja masa muda yang masih mereka miliki sekarang.

__ADS_1


Jika bisa memutar waktu pun Shevi tidak ingin menikah muda apa lagi punya anak di usia dini. Dia masih ingin seperti banyak wanita bebas di luar sana yang bisa sekolah tinggi dan mengejar karir. Tapi bukan berarti dia tidak bersyukur dengan yang dia miliki saat ini. Dan dia juga tidak menyesal memiliki putri cantik dan pintar seperti Tiara. Tiara adalah anugerah terindah yang Tuhan berikan kepadanya sepanjang hidupnya hingga saat ini.


***


Alvin menghentikan mobil tepat didepan pintu rumah mereka. Di lihatnya istrinya sudah tertidur lelap. Tidak ingin membangunkan istrinya yang terlihat lelah dia lantas turun dan membuka pintu mobil tempat istrinya itu duduk dan membuka sabuk pengaman dan mengangkat tubuh istrinya dengan hati - hati agar istrinya tidak terganggu dalam tidurnya.


Untung saja tubuh istrinya masih seperti gadis jadi tidak terlalu berat. Kalau saja tubuh Shevi sedikit berisi seperti ibu - ibu pada umumnya mungkin dia tidak akan kuat mengangkat Shevi dari halaman ke dalam kamar yang lumayan jauh jaraknya. Belum lagi tubuh istrinya yang tinggi.


Di letakkannya dengan hati - hati istrinya di atas tempat tidur. Membuka sepatu yang dikenakan istrinya dan menyelimuti tubuh yang selalu membuatnya candu itu.


" Besok bangun jangan ngambek - ngambek lagi. Oke ! " Di lepasnya sanggul istrinya agar tidak pusing saat bangun tidur nanti gara - gara rambut yang terikat kencang seperti itu. Mengecup dengan penuh cinta didahi dan bibir istrinya.


Alvin berlalu ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan berganti dengan piama agar lebih nyaman untuk tidur menyusul istrinya yang sudah sedang bermimpi indah saat ini.


***


Shevi menggeliat dan mengucek matanya saat sinar matahari menerobos masuk ke dalam kamar mereka. Mengingat sebentar apa yang terjadi semalam sehingga dirinya tidur masih dengan baju pesta. Setelah ingat dirinya tertidur di dalam mobil dan yakin suaminya yang mengangkat dan memindahkannya ke dalam kamar seketika itu juga rasa kesalnya dengan suaminya semalam hilang. Sebenarnya Shevi tidak marah. Hanya kesal saja karena Alvin yang melarangnya jauh dari suaminya agar tidak di goda laki - laki malah justru yang terjadi adalah sebaliknya.


Dilihatnya Alvin sudah tidak ada disampingnya. Dari suara gemericik air di dalam kamar mandi Shevi yakin jika suaminya sedang mandi. Shevi menurunkan kakinya dan mengikat rambunya asal dan melangkah menuju walkin closet untuk menyiapkan baju kerja untuk suaminya.


Shevi masih lelah jadi dia akan berangkat ke studio agak siangan saja. Toh hari ini tidak ada jadwal manggung untuk timnya. Paling hanya latihan dan evaluasi saja.

__ADS_1


Saat sedang memilihkan dasi untuk suaminya tiba - tiba tangan kekar melingkar di atas perutnya. Aroma sabun menyeruak kedalam indra penciumannya. Dan kecupan hangat di pipi serta bahu ia dapatkan dari tubuh yang memeluknya.


" Morning sayang.. " Sapa Alvin setelah selesai menghirup aroma istrinya untuk bekal hatinya hari ini.


" Pagi mas. Pake baju dulu gih. Aku mau mandi dulu. " Shevi melepaskan pelan tangan yang membelit pinggangnya.


" Udah gak marah lagi ?? " Tanya Alvin saat istrinya berbalik menghadapnya.


" Gak marah si sebenernya. Cuma sebel aja. Tapi sekarang udah gak lagi. " Senyum cerah seperti biasa Shevi berikan untuk menyambut pagi agar berjalan dengan baik.


" Ya udah sana mandi. Aku tunggu di meja makan. Biar Tiara aku yang lihat. " Dikecupnya sekilas bibir suaminya dan mengucapkan terimakasih sebelum berlalu kedalam kamar mandi.


*


*


*


Makasih buat yang setia baca dan komen. Walaupun gak banyak yang kasih like dan dukungan. Tapi aku tetep semangat karena kalian masih mau membaca apa lagi like dan komen. Kalian yang jumlahnya gak seberapa inilah semangat aku buat ngelanjutin cerita ini. Biarpun kadang gak dapet ide 😁 Tapi makasih sekali lagi.. Terus kasih semangat aku ya kakak 💕


Tapi maaf ya akhir - akhir ini lagi gak bisa up dua episode. Beberapa hari kemarin lagi serius nonton drakor jadi gak sempet nabung episode 😁😘

__ADS_1


__ADS_2