DEMI DIA

DEMI DIA
Kemurkaan Alvin


__ADS_3

Musim gugur merupakan salah satu waktu terbaik di New York. Berjalan-jalan keliling Central Park di antara daun-daun yang berguguran dan bersantai di pinggir danau sambil menikmati udara musim gugur yang sejuk pastinya dapat menjadi beberapa pilihan kegiatan yang menyenangkan.


Tapi sayangnya Shevi belum bisa mengajak Tiara untuk sekedar berjalan - jalan. Bahkan dua bulan ini dia habiskan dengan berlatih. Juilliard akan menampilkan drama musikal di Broadway. Dan Shevi yang mengiringi langsung drama tersebut. Selain itu juga dia akan tampil sebagai bintang juga diacara itu.


Shevi akan menampilkan pertunjukan terbaiknya. Meskipun itu bukan penampilan pertamanya di panggung Broadway selama empat tahun dia belajar di Juilliard.


Sebulan yang lalu Shevi telah di wisuda sebagai sarjana lulusan terbaik Juilliard. Keluarganya semua datang dan berharap Shevi akan ikut pulang bersama mereka. Tapi Shevi menolak karena sudah menerima banyak tawaran manggung yang tidak bisa dia sia - siakan.


" Mommy... " Shevi menoleh saat mendengar suara yang sangat dia kenali memanggilnya di sela istirahatnya saat gladi bersih untuk pertunjukannya besok malam.


" Tiara.. Ray ??!! " Anak kecil itu turun dari gendongan pria tampan dengan badan atletis dan wajah yang ditumbuhi bulu halus tipis yang mungkin lupa belum dicukur.


Tiara lari dan masuk kedalam dekapan Shevi.


" Sayangnya Mommy.. " Shevi memberikan banyak ciuman dipuncak kepala anaknya.


" Kenapa kamu bisa bersama dengan uncle Ray sayang ??!! " Shevi melonggarkan pelukannya untuk melihat wajah anaknya.


" Uncle Ray ke rumah dan mengajak Ara buat bertemu mommy.. " Mata Shevi melirik tajam kearah Rey.


" Kamu kan tahu Ray.. Kalau aku pasti akan pulang larut untuk gladi bersih ini.. Kasihan Tiara jika dia harus menungguku disini.. " Shevi protes tidak setuju dengan tindakan Rey.


" Hey.. Sabar dulu.. Aku tidak akan membuatnya menunggumu disini.. Aku akan mengajaknya jalan - jalan dan mengantarnya pulang. Iya kan manis ? " Ray beralih menatap Tiara yang tersenyum lebar sambil mengangguk.


Ray adalah manager Shevi disini. Sebenarnya Ray menaruh rasa kepada Shevi. Tapi entah kenapa wanita itu sulit sekali untuk membuka hatinya.


Shevi menghela nafasnya.


" Oke oke mommy ijinkan.. Tapi ingat jangan pulang malam kasihan bi Nah dirumah sendiri. Oke ??!! "


" Oke mommy !! " Serunya senang dan mencium pipi Shevi dan turun dari pangkuannya.


Tiara tumbuh menjadi anak yang cantik dan ceria. Sehingga tidak pernah membuat Shevi merasa kesepian meski jauh dari keluarganya.


" And Mommy.. " Tiara menunduk dengan wajah sedihnya.


" Kenapa sayang ?? " Shevi meraih kedua tangan Tiara untuk lebih mendekat kepadanya.


" Seminggu lagi disekolah ada acara hari ayah.. Kata Mrs. Kelly semua harus datang bersama daddy. Tapi ara..?? " Matanya kecilnya mulai berkaca - kaca.

__ADS_1


Tiara tidak pernah protes untuk ketidak hadiran daddy'nya. Karena Shevi selalu bilang daddy'nya sedang bahagia makanya Tiara juga harus bahagia.


Tapi jika menyangkut acara disekolah yang melibatkan ayah, Tiara selalu iri melihat tawa teman - temannya bersama kedua orang tua mereka yang lengkap.


" Hey.. Kenapa princess uncle menjadi sedih.. ?? Kan ada uncle. Jadi uncle yang akan menemanimu untuk acara minggu depan oke ?? " Ray mengusap kepala Tiara lembut.


" Uncle serius ?? " Anak kecil itu mendongakkan kepalanya untuk melihat wajah teman mommy'nya itu.


" Uncle serius dong.. " Mata Tiara langsung berbinar dan memeluk kaki Ray.


" Thank you unlce Rey.. "


***


Alvin menghirup udara panasnya Jakarta. Kampung halaman yang dia rindukan. Akhirnya setelah menghabiskan tujuh tahun dia bisa pulang dengan gelar S2 nya.


Dia merindukan kamarnya, merindukan masakan maminya. Merindukan berkumpul dengan teman - temannya. Dan merindukan gadisnya.


Untuk kepulangannya kali ini tidak ada yang menjemput. Karena tidak ada yang tahu kalau Alvin akan pulang hari ini.


Alvin langsung menaiki taxi yang baru saja menurunkan penumpang dipintu bandara lalu langsung menyebutkan alamat rumahnya.


" Abang.. !! " Pekiknya tidak percaya dan langsung menghambur dan memeluk Alvin saking bahagianya.


" Haii.. Kamu disini ??" Tanya Alvin dengan senyum tipisnya.


" Iya abis main aja.. Kok abang gak bilang pulang hari ini ??" Shera melepaskan pelukannya untuk lebih leluasa melihat wajah tunangannya.


" Kan biar surprise " Alvin mengacak rambut Shera gemas.


" Ayoo masuk bang.. mami pasti seneng banget deh.. abang kan gak pernah pulang !! " cebikkan terdengar dari bibir mungil Shera yang kemudian mengerucut.


" Anak mamiiii... " Mami Lyra langsung memeluk erat anak semata wayangnya yang sudah sangat lama tidak pulang semenjak pertunangannya dengan Shera lima tahun lalu.


" Dasar anak nakal !! Gak pulang - pulang sama kaya Shevi. Itu anak bahkan gak inget sama mami entah seperti apa kabarnya sekarang. Dan gimana cucuk oma yang dulu masih bayi itu " omel mami Lyra dengan serentetan kata - kata untuk Shevi yang anaknya saja tidak ada disana sekarang.


" Cucuk oma ?? Maksud mami ?? " Alvin mengkerutkan kedua alisnya saat mendengar kata cucuk oma.


" Iya cucu oma. Anaknya Shevi si Tiara itu "

__ADS_1


" Mih !! " Shera langsung menyadarkan mami Lyra jika dia sudah keceplosan.


" Ehh ? hmmm maksud mami itu... anu.. apa ?? " Mami Lyra bingung harus bagaimana. Gimana bisa mulutnya ini keceplosan seperti ini padahal dia sudah berjanji untuk merahasiakan ini dari Alvin.


" Jadi Shevi sudah punya anak ?? Dan Shevi menikah tapi kalian merahasiakan ini dari aku ?? " Murka. Alvin sangat murka saat msngetahui selama ini mereka menyembunyikan kenyataan itu darinya.


Alvin masih berusaha melupakan Shevi dan mencintai Shera. Sekarangpun hatinya masih milik Shevi. Tapi sekarang dia dihadapkan dengan kenyataan pahit bahwa gadisnya sudah menikah dan memiliki anak.


" Bukan begitu bang. Biar nanti Shevi sendiri yang jelasin ke abang sebenarnya gimana " Shera mendekat dan mengusap lengan Alvin yang terlihat sangat marah.


Hati Shera hancur. Masih segitu perdulikah Alvin terhadap Shevi. Masih secinta itu kah Alvin sampai dia tidak terima dengan kabar Shevi memiliki anak. Pantas saja Shevi meminta merahasiakan ini dari Alvin.


" Kenapa kalian tega sama aku ??!! Kenapa kalian gak ada yang ngasih tau aku ??!! Toh aku juga gak akan mengacaukan pernikahan mereka. Tapi setidaknya aku bisa melihat hari kebahagiaan untuk Shevi !! " Suara Alvin menggelegar memenuhi ruangan. Tangisnya pecah karena ketidak siapannya untuk menerima kabar ini.


" Bukan seperti itu Alvin " Mami Lyra mendekat mencoba menenangkan Alvin tapi Alvin menepisnya.


" Bukan seperti itu gimana maksud mami !! " Tanpa Alvin sadari dia membentak maminya. Orang yang selama ini dia hormati.


" Biar nanti Shevi yang menjelaskan. Ini bukan ranah mami buat menjelaskan. Tapi untuk kita semua yang menutupi ini semua dari kamu itu sesuai permintaan Shevi sendiri.


" Kalo abang ingin menemui Shevi nanti Shera kasih alamatnya. Tapi Shera ikut ya bang ?? " Alvin tak menjawab mereka dan berlalu pergi menaiki tangga masuk kedalam kamarnya membanting dan mengunci pintu kamarnya.


***


Kenalin Tiara yang udah tambah gede



Dan Unlce Rey



*


*


*


Happy Reading 💕

__ADS_1


__ADS_2