DEMI DIA

DEMI DIA
S2 - Pelajaran Dengan Mommy Shevi


__ADS_3

"Anak-anak mommy akhirnya pada dateng juga." sambut mommy Shevi ketika Tiara dan Alvaro memberi salam.


"Mommy.." Tiara tersenyum dan berlari merentangkan kedua tangannya, siap untuk mendapatkan pelukan hangat yang sudah beberapa hari ini ia tidak dapatkan dari sang mommy.


Tapi alih-alih memeluk, mommy Shevi malah melewatinya begitu saja dan justru memeluk hangat menantu kesayangannya.


"Selamat ya Al. Mommy bangga sama kamu. Kamu hebat bisa terus mempertahankan prestasi kamu yang belum bisa di geser sama siapa pun." puji mommy mertua setelah melepas pelukannya kepada Alvaro.


"Makasih mom. Terus gimana sama hasil rapot istriku yang nakal itu." tanya Alvaro dengan menunjuk istrinya yang sudah duduk di ruang keluarga dengan melipat tangannya di depan dada dan wajah cemberut karena di acuhkan oleh mommy Shevi.


"Dia jadi peringkat dua untungnya. Kalo sampe turun mah mommy pecat dia jadi anak." ancam mommy Shevi pura-pura.


"Bener mom aku juara dua? juara umumnya kan mom, bukan juara kelas?" tanya Tiara dengan mata berbinar. Usahanya untuk menjaga kelakuan satu semester ini ternyata membuahkan hasil. Setelah tidak pernah lagi di panggil dewan guru karena membuat onar dan tidak pernah kena skorsing lagi. Akhirnya nilai rapot-nya juga meningkat.


Usahanya untuk membuat orang tuanya bangga akhirnya bisa ia wujudkan. Ya, walau pun masih kalah dengan suaminya sih. Tapi siapa juga yang bisa mengalahkan Alvaro yang nilai-nilainya nyaris selalu sempurna di tiap pelajaran. Entah saat hamil ibu makan apa sampai bisa punya anak secerdas suaminya itu.


"Iya lah juara umum. Kalo juara kelas malu mommy sama besan mommy." balas mommy Shevi yang mengusap kepala anaknya sebelum mendaratkan kecupan di dahi putri sulungnya itu.


Tiara kembali mengerucutkan bibirnya. "Yang ambilin rapot Alvaro, daddy mom? dimana daddy sekarang?" sedari tadi ia tidak melihat daddy dan kedua adiknya.


"Daddy ada di ruang kerja. Tadi juga daddy pesen kalo udah pada dateng kamu di suruh ke ruang kerja daddy, Al."


"Al kesana dulu mom." pamit Alvaro pada mommy Shevi. Tak lupa mengusap rambut istrinya saat melewatinya.


Tiara tersenyum dan memegang rambut yang tadi sempat Alvaro sentuh. Merasa senang suaminya tidak mengacuhkannya lagi.

__ADS_1


"Kenapa kamu senyum-senyum gitu? baru juga di usap begitu aja udah seneng banget. Gimana kalo udah lebih kaya daddy." cibir mommy Shevi melihat tingkah anaknya. Dalam hati wanita tiga anak itu tertawa. "Lucunya cinta masa muda. Ah dulu gue cuma bentar ngerasain yang begituan." ucapnya dalam hati.


Ikut merasa senang anaknya tidak terbebani dengan pernikahan ini. Sepertinya anak gadisnya itu bisa menerima dengan baik pernikahannya, ada rona bahagia yang bisa mommy Shevi lihat di wajah anaknya saat tadi menantunya mengusap kepala gadis nakalnya.


"Bilang aja mommy sirik. Dulu kan daddy di rebut aunty Shera kan." balas Tiara membuat mommy Shevi cemberut. Mommy Shevi memang menceritakan masa mudanya, termasuk perjalanan cintanya dengan sang suami. Tapi tidak menceritakan kejadian yang membuat Tiara ada di dunia ini.


"Biarin aja daddy sempet di miliki wanita lain. Yang penting sekarang daddy milik mommy wleee.." ibu muda ini memang tidak pernah mau kalah dengan putri sulungnya itu. Tapi ketika mengahadapi kedua anak kembarnya, mommy Shevi bisa menjadi wanita yang sangat keibuan dan bijaksana. Tapi jika sudah berurusan dengan putri sulungnya, mereka akan seperti sahabat yang saling mengejek tapi menyayangi. "Dari pada kamu, sekarang Alvaro emang milik kamu. Tapi belum tentu dia gak berpaling kalau kamu gak bisa mencintai dia." goda mommy Shevi.


"Mommy Ah.. Doanya jelek banget sih?! mommy pengen anaknya jadi janda muda? mana masih perawan lagi." gerutu Tiara. Sekali pun dia belum bisa mencintai Alvaro, tapi dia tidak ingin berpisah dengan suaminya itu apa pun alasannya kecuali maut. Baginya pernikahan hanya akan ia jalani sekali untuk seumur hidupnya.


"Cieee jadi ada yang takut kehilangan nih?" goda mommy lagi. "Gak usah ngomongin perawan segala kak. Geli mommy dengernya." imbuhnya.


Mommy Shevi tidak ingin membayangkan gadis kecilnya melakukan hubungan suami istri dengan sang menantu, meskipun mereka sudah sah. Tapi bagi mommy Shevi, Tiara masih terlalu kecil untuk melakukan hal itu. Belum lagi jika hamil, dia saja yang umur 18 tahun saat hamil Tiara masih harus menjalani operasi caesar untuk melahirkan, karena kondisi tubuhnya yang belum berkembang sempurna. Apa lagi anaknya yang belum genap 17 tahun.


"Ya makanya, mommy doainnya jangan yang jelek-jelek lah! aku kan juga pengen kaya mommy sama daddy. Meskipun punya anak masih muda, tapi kalian bisa harmonis sampai sekarang." Tiara menganggap kejadian daddy dan mommy-nya yang sempat renggang karena wanita lain tidak ada. Karena toh itu semua cuma kesalah pahaman dan jebakan.


"Iya mommy-ku sayang." bergelayut manja di lengan sang mommy. "Tapi bay the way mom. Kata temen aku, kaya gitu untuk pertama kali katanya sakit banget ya mom?" imbuhnya dengan mengulum senyum, tahu akan bagaimana respon mommy-nya.


"Tiara!!" teriak sang mommy, membuat Tiara terbahak.


Mommy Shevi itu paling anti untuk di ajak membahas tentang pelajaran seksual. Termasuk dulu saat Tiara menstruasi saja yang menjelaskan nenna Karina. Kata mommy Shevi, membahas hal yang seperti itu memalukan baginya. Padahal yang seharusnya merasa malu dan risi itu kan Tiara, ini malah mommy Shevi yang merasa malu.


"Momny tuh lucu banget sih kalo lagi di ajak ngomongin yang begituan. hahaha." ucap Tiara di sela-sela tawanya.


"Jangan kurang ajar kamu jadi anak. Udah tau momny gak suka ngomongin begituan, masih aja di pancing-pancing."

__ADS_1


"Tapi mom. Katanya tuh paling baik memberikan pendidikan seksual itu keluarga lho. Biar kita gak terjerumus kedalam pergaulan bebas."


"Kamu udah punya suami. Gak mungkin masuk lingkaran setan itu. Mommy percaya menantu mommy bisa menjaga dan melindungi kamu dari hal negatif di sekitar kalian." kilah mommy Shevi.


"Percaya banget sih sama Alvaro. Kalo dia yang malah melecehkan Tiara gimana mom?" pertanyaan nyeleneh keluar dari mulut Tiara yang katanya juara dua sekolah.


"Kamu kalo sekolah bener hasil kerja sendiri kan kak? bukan hasil bikin contekan kan?"


"Kerja sendiri lah mom. Ya kali hasil nyontek bisa masuk kelas khusus. Apa lagi hasil kerjasama sama jin dan sekutunya, bukan Tiara banget mom."


"Terus tadi kamu mikir dulu gak pas bilang Alvaro yang mungkin aja melecehkan kamu?"


"Mikir lah." jawab Tiara, bingung dengan maskud mommy-nya.


"Terus?"


"Terus apa?"


"Ya terus kenapa kamu bilang begitu. Dia itu kan suami kamu, jadi tindakan dia sudah sah di mata hukum dan agama. Kalo Alvaro yang melakukam bukan pelecehan seksual, tapi itu kewajiban kamu buat memenuhinya." jelas sang mommy. "Mommy jadi sangsi nilai rapot kamu asli." imbuhnya lagi saat Tiara terkekeh dan menggaruk kepalanya yang setahu mommy Shevi tidak bertombe apa lagi kutuan.


*


*


*

__ADS_1


InsyaAlloh besok pagi atau gak siang up lagi ya. Doakan saja biar gak males ngetik 😂 💕


__ADS_2