DEMI DIA

DEMI DIA
Alvin Cemburu


__ADS_3

" Aku yakin kalau Alvin tidak mungkin seperti itu.. Karena aku bisa melihat sendiri bagaimana dulu Alvin memperlakukan kamu waktu kita sekolah.. Dari sana aja aku yakin kalau Alvin udah cinta mati sama kamu " Huh cinta mati dari hongkong. Shevi hanya berani menyahutinya dalam hati.


" Kalo dia cinta gak mungkin dia tidur sama wanita lain kak " Shevi mencebik kesal.


" Bisa aja Alvin dijebak.. Karena aku masih gak percaya aja gitu, orang sebucin Alvin bisa selingkuh dari kamu "


" Tau lah kak.. Kita liat aja nanti buktinya gimana.. Bener gak anak itu bukan anak Alvin.. Kita liat aja nanti siapa yang harus pergi dari sisi Alvin "


Mereka berbincang sampai sore hari saat matahari mulai pulang keperaduannya, menampilkan semburat jingga yang indah menemani sore mereka.


Nathan banyak memberikan kata penghiburan dan nasihat agar nantinya Shevi tidak menyesali keputusan yang dirinya ambil.


" Pulang yuk udah sore nanti dicariin Tiara lagi " Nathan bangun dan meregangkan ototnya yang serasa kaku karena terlalu lama mereka duduk disana. Untung menemani bosnya, kalau bukan pasti dia akan dipecat karena meninggalkan kantor tanpa kabar.


" Aku pulang ke apartemen jadi gak ada yang nungguin aku pulang " Ucap Shevi dengan sendu.


" Masih kabur dari rumah suamimu ?? " Mereka berjalan beriringan ke tempat parkir.


" Bukan kabur sih.. Aku kan udah ijin.. Lagian males banget tinggal dirumah yang sama bareng madu " Cibir wanita satu anak itu dengan jijik.


" Hahaha.. Madu mah harusnya manis vii " Nathan tergelak melihat ekspresi Shevi yang kesal tapi terlihat lucu dimatanya.


" Huuhh.. Manis buat Alvin kali.. Buat aku mah getir "


" Kan kamu yang minta mereka nikah, bukan Alvin.. Jadi kenapa sekarang kamu yang marah ?? " Goda Nathan kepada bosnya itu.


" Tau ahh.. Kak Nathan tuuhhhh... Bukanya dihibur kek.. Malah diledekin mulu iihh " Shevi semakin mengerucutkan bibirnya.


" Ehh.. Kenapa tuh ban mobilku ?? " Saat mereka baru sampai di parkiran, Shevi menyadari ban mobilnya yang kempes.


" Yaaahhh.. Mana gak bawa serep lagi "


" Ya udah tinggalin aja mobilnya, suruh di ambil orang kantor suruh di benerin.. Pulangnya aku anter aja " Tawar Nathan


" Gak ngerepotin nih kak ?? "

__ADS_1


" Gak lah.. Masa ibu bos butuh bantuan aku kerepotan " Candanya membuat Shevi tanpa sadar memukul pelan lengan pria tampan disampingnya.


" Kalo di studio boleh lah aku bos.. Tapi diluar aku tetep mantan adik kelasmu kak " Nathan mengangkat kedua tangannya tanda mengalah.


***


Nathan menurunkan Shevi di depan apartemennya.


" Aku langsung pulang ya vii.. Udah ditungguin soalnya " Shevi melepas sabuk pengamannya.


" Ciieeee yang ditungguin pacarnya " Goda Shevi kemudian turun dan menutup pintu saat dirinya mendengar Nathan terkekeh kecil.


Shevi melambaikan tangan dan tersenyum saat mobil Nathan berlalu pergi.


" Dari mana aja gak ke kantor ?? Seneng banget kayaknya ?? " Alvin sudah ada dibelakangnya saat Shevi berbalik akan masuk kedalam gedung apartemennya.


Shevi menghela nafasnya berat " Bukan urusan lo !! " Shevi melanjutkan niatnya yang terhenti dengan kehadiran Alvin.


Alvin mengikuti langkah Shevi memasuki lift sampai dia masuk ke dalam apartemen tempat tinggal istrinya saat ini.


***


Alvin melihat - lihat setiap sudut apartemen istrinya. Tidak jauh berbeda dengan apartemen istrinya yang berada di New York dulu. Unit itu di dominasi dengan warna putih, baik dari warna dinding dan prabot. Bedanya hanya apartemen ini tidak sebesar yang di New York. Hanya ada dua kamar disini. Satu ruang tamu dan satu dapur sekaligus mini bar untuk makan serta kamar mandi di ujung ruangan sebelah dapur.


Selebihnya sama saja. Semua serba elegan dan mewah untuk perabot dan hiasanya.


Alvin menoleh saat pintu kamar yang istrinya masuki tadi terbuka. Istrinya itu sudah lebih segar karena sepertinya habis mandi melihat dari rambutnya yang masih setengah basah.


Alvin masih mengekori Shevi sampai ke dapur melihat istrinya membuka lemari pendingin dan mengambil bahan untuk dimasak.


Shevi mulai memotong sayur dan memanaskan minyak untuknya menggoreng ikan yang telah dibumbui yang kemarin pagi Bi Nah antarkan untuknya.


" Mau pulang kapan ?? Kenapa masih disini ?? " Shevi berbalik dengan satu tangan dipinggang menghadap Alvin yang sedari tadi menunggunya duduk di mini bar.


" Kamu dari mana ?? " Alvin menjawab pertanyaan Shevi dengan pertanyaan yang sedari tadi siang mengganggunya karena dia tidak mendapati istrinya masuk kantor hari ini.

__ADS_1


Shevi merotasikan bola matanya dan berbalik untuk memasukan ikan kedalam minyak " Bukan urusan lo !! "


" Kamu itu masih istri aku !! Jadi semua urusan kamu itu juga urusanku !! Kamu masih tanggung jawabku !! " Seru Alvin dengan nada yang sedikit tinggi.


" Kalo lo keberatan gue masih istri lo, lo boleh kok gugat cerai gue !! " Balas Shevi dengan sinis.


" SHEVI !! " Alvin membentak istrinya karena dia tidak suka dengan Shevi yang menggampangkan masalah pernikahan. Begitu mudahkan istrinya itu menyuruhnya menikah dan meminta cerai ??


" Apa ?? " Shevi menjawab dengan nada sedikit tinggi tidak terima dibentak.


" Kamu itu seharusnya jaga sikap kamu sama pria lain !! Kamu itu wanita bersuami !! Gak pantes tau gak, kamu pergi dengan pria lain tanpa seizin suami kamu !! "


" Masih mending juga gue cuma pergi, gak sampe tidur bareng " Shevi bergumam lirih menyindir Alvin sambil mengangkat ikan dan sayur yang sudah matang. Tapi gumamannya bisa didengar oleh Alvin.


" Kalau kamu sampe berani tidur bareng pria lain, gak bakal aku kasih kamu keluar kamar !! " Ancam Alvin.


" Huh.. Kalo lo boleh kenapa gue gak !! " Shevi hanya ingin melawan kata - kata Alvin saja. Tidak ada niatan sedikitpun untuk Shevi tidur dengan pria yang bukan suaminya. Shevi tidak di didik dan dibesarkan untuk menjadi wanita seperti itu. Kecuali kesalahannya bersama Alvin dulu, itupun diluar kemauannya.


" Yank !! " Alvin langsung mendekati dan menarik tengkuk Shevi, mencium dengan kasar bibir istrinya. Dia tidak akan rela berbagi tubuh istrinya dengan pria lain. Tidak ada yang boleh menyentuh Shevi selain dirinya. Sampai matipun Alvin tidak akan membiarkan hal itu terjadi.


Shevi mencoba memberontak dan mendorong dada Alvin. Tapi bukannya dilepaskan Alvin malah semakin kasar saat menghisap bibirnya secara bergantian membuatnya meringis kesakitan. Hingga akhirnya Shevi pasrah saat Alvin membawanya memasuki kamar tanpa melepaskan ciuman mereka.


Alvin membaringkam tubuh istrinya diatas ranjang dan menindihnya. Melucuti semua yang menghalangi tubuh indah istrinya itu. Sudah lama mereka tidak melakukannya. Rasanya Alvin rindu sekali memasuki tubuh Shevi dan mendengar wanita itu mendesah dan menyebut namanya dengan mesra.


Shevi yang awalnya menolak akhirnya kalah dengan geleyar kenikmatan yang memang sudah lama tidak ia rasakan. Apa lagi Alvin memperlakukannya dengan sangat lembut. Alvin tidak lagi kasar seperti saat menciumnya tadi di dapur.


Kini keduanya menikmati malam yang panjang yang telah lama mereka lewati. Malah penuh kehangatan dengan berbagi peluh dari tubuh mereka yang memanas.


*


*


*


Aku tuh butuh semangat. Nulis kalau gak ada yang kasih Like kayaknya bikin insecur gaes.. Kasih semangat dongg 😘💕

__ADS_1


__ADS_2