DEMI DIA

DEMI DIA
Kemewahan dan Kepuasan Ranjang


__ADS_3

" Mas. Aku udah lama gak perawatan.. Bagi uang dong " Tania duduk disamping Alvin yang tengah menonton televisi.


Alvin mengambil dompet dan menyerahkan semua uang yang ada dan menyisakan uang untuknya membeli bensin dan makan siang. " Ini uang buat kita makan sebulan. "


Tania memandang uang yang dia yakin jumlahnya tidak lebih dari lima juta itu. " Buat makan segini mana cukup mas! Sisa buat aku perawaran aja gak cukup buat makan satu minggu. "


" Ya udah tau kondisi keuangan lagi begini segala mau perawatan!! Bisa makan aja sukur !! " Seru Alvin menatap tajam istri sirihnya.


" Buat makan aja kita gak bisa makan enak !! Aku tuh pengen perawatan! pengen shoping! Pengen jalan sama temen - temen aku! Hidup sama orang kere kaya kamu emang susah !! " Menggerutu jengkel dengan keadaan yang dia dapat dari suaminya sekarang.


" Kalo bukan karena bayi itu juga gue gak bakal mau hidup sama wanita kaya lo !! "


" Oke. Kalo gitu kita lebih baik cerai aja !! " Seru Tania saking emosinya. Sungguh dia tidak bisa hidup seperti ini, sebelum menikah dengan Alvin dia bisa dapetin semua yang dia mau dari laki - laki yang dia kencani. Tapi dengan Alvin dia tidak pernah mendapatkan apapun.


" Lo tenang aja. Gue emang udah niat buat nyerain lo setelah anak itu lahir dan membawanya. " Mengernyit bingung saat melihat Tania justru tertawa.


" Jangan harap lo bisa bawa anak gue !! Biarpun gue bukan wanita baik - baik tapi gue menyayanginya !! "


" Tapi gue gak mau tanggung jawab sama anak itu kalo dia masih sama lo !! " Desis Alvin.


" Lo pikir ini anak lo !! Lo pikir orang pingsan bisa buat diajak berhubungan badan !! " Alvin semakin bingung mendengar kalimat Tania.

__ADS_1


" Waktu itu gue udah hamil sama pria yang gue kencani.. Dan karena gue pengen dapetin lo akhirnya gue jebak lo pake obat tidur yang gue masukin di dalam kopi lo.. " Alvin sangat geram saat mendengarnya. Wanita iblis ini ternyata menjebaknya. Dan karena hal itu dia jadi kehilangan calon anak yang sedang dikandung istrinya. Dan sekarang dia harus menjauh dari keluarga yang dia cintai gara - gara wanita sialan ini.


" Gue tau lo susah buat dirayu. Karena sekalipun gue udah pake baju seksi lo tetep aja gak pernah ngelirik gue.. Padahal semua atasan gue sebelumnya selalu ngajak gue tidur tiap pagi saat mereka liat gue.. Makanya hanya dengan cara menjebak lo gue rasa gue bisa dapetin lo.. Eh tapi ternyata hanya lo yang bisa gue dapetin, bukan harta lo !! " Alvin semakin mengeratkan rahangnya menahan emosi yang mengelegak.


" Sia - sia semua usaha gue.. Gak ada kemewahan. Gak ada kepuasan ranjang. Mending gue minta tanggung jawab sama bapaknya ini anak aja yang selalu nurutin semua kemauan gue !! "


Plak..


" Wanita sialan.. brengsekk !! "


Alvin menampar dengan keras pipi Tania sampai membuat sudut bibirnya robek dan mengeluarkan darah. Tania menatap Alvin tak percaya. Selama ini sekalipun dia menyebalkan dan meminta hal yang aneh - aneh suaminya itu tak pernah sedikitpun membentaknya apa lagi berbuat kasar.


" Ya setidaknya karena gue gak berhasil dapetin kemewahan dari lo, gue bisa dapat kesenangan dengan kehancuran keluarga lo." Tania tertawa dengan penuh kemenangan menyembunyikan gemetar ditubuhnya.


" Brengsek !! " Dicengkeramnya kuat rahang wanita itu sampai membuatnya meringkis kesakitan. Belum lagi luka pada bibirnya yang menambah sakit.


" Mulai detik ini juga lo bukan lagi istri gue.. Mulai detik ini juga gue ceraikan lo !! " Alvin menghempaskan kasar wajah Tania dan berlalu memasuki kamar yang dia tempati untuk membereskan baju - bajunya dan pulang kepelukan istri dan anaknya yang amat dia rindukan.


***


Diruang keluarga Shandika mereka sedang tertawa mendengar cerita adik bungsu dari si kembar tentang gadis yang sedang dia dekati. Cowok kelas satu SMA itu sedang mengenal cinta. Untuk pertama kalinya dia merasa tertarik dengan seorang gadis. Rasa tertarik yang tidak biasa. Rasa yang menggetarkan hatinya. Rasa yang selalu membuat jantungnya berdetak tak karuan hanya dengan menyebut nama gadisnya itu. Dan Rasa yang membuatnya sering tersenyum sendiri saat terbayang wajah gadis itu.

__ADS_1


" Tapi dia itu gak peka banget gue deketin kak.. Di selalu tersenyum manis ke gue.. Tapi dia juga kaya gitu ke temen - temen yang lain.. Gimana dong kak biar dia suka juga sama gue ?? " Malam ini Shera beserta suami dan Shevi serta Tiara menginap di rumah bunda seperti malam minggu biasanya agar bunda Karina tidak kesepian.


" Ya kamu deketin lah dia.. Cari tau apa yang dia suka.. Ajakin jalan.. Nonton atau pergi ke taman hiburan.. Cari sesuatu yang dia suka.. " Bayu sebenarnya juga bingung harus memberikan tips yang seperti apa. Karena sebenarnya dirinya juga tidak berpengalaman dengan urusan cinta. Dulu saat masih SMP dia pernah jatuh cinta tapi dia langsung mengajak pacaran dan gadis itu mau. Begitu juga dengan Shera, dia hanya mencoba membuat wanitanya itu nyaman berada didekatnya. Mendengar semua curhatannya tentang Alvin sampai dia memberanikan diri mengungkapkan perasaannya.


" Gak semua cewek itu sama Sya.. Jadi jangan mengacu pada cara kakak mendekati kak Shera.. Karena gak semua wanita menyukai hal yang sama.. Intinya buat dia nyaman ada dideket kamu.. Buat dia merasa kalo kamu perhatian sama dia.. Tunjukin aja perasaan kamu ke dia.. Kalau dia udah nunjukin tanda - tanda kalau dia juga suka sama kamu, langsung aja kamu nyatain perasaan kamu sama dia.. Jangan sampai keduluan yang lain hahaha " Rasya yang sedang mendapatkan petuah mengangguk - angguk semangat dan menyerap semua nasihat kakak iparnya.


" Lagian kamu tuh baru mau kelas dua Sya.. Udah pacar - pacaran aja !! Kakak kamu gak ada lho yang pacaran. " Bunda Karina khawatir anaknya terjerumus ke dalam pergaulan bebas.


" Kalau mau kemana - mana ijin dulu sama bunda.. Kasih tau perginya sama siapa aja.. Dan jangan pergi ke tempat - tempat sepi !! " Si bumil yang cerewet ikut menimpali.


" Pokoknya lo gak boleh aneh - aneh ya Sya.. Jangan sampai buat keluarga malu.. Jangan sampai kejadian kakak terulang lagi !! " Rasya memeluk kakak keduanya yang terlihat menyesal dari sorot matanya.


" Kakak sama bunda tenang aja. Rasya bisa jaga diri dari hal yang kaya gitu kok.. Rasya janji gak akan ngecewain kalian.. Rasya akan jadi apa yang kalian mau untuk mengemban wasiat dari ayah buat jagain kalian dan nerusin ayah mimpin perusahaan gantiin bunda.. Jadi Rasya gak mungkin yang aneh - aneh karena Rasya gak mungkin buat bunda orang tua Rasya satu - satunya kecewa. " Bunda menitikan air matanya mendengar penuturan anak bungsunya itu. Begitu juga dengan Shera dan Shevi yang semakin mengeratkan pelukannya.


*


*


*


Keluarga memang tempat pulang terbaik dalam keadaan apapun 💕 Sayangi keluarga kalian yang kalian miliki sekarang 😘

__ADS_1


__ADS_2