Doctor Vs CEO

Doctor Vs CEO
Eps. 9


__ADS_3

Imelda duduk disamping bapaknya, perlahan tangan imelda meraih telapak tangan kanan pak adam yang tidak terkena jarum infus dan mulai mencium nya. Imelda tak kuasa menahan tangis nya, imelda kembali menangis sampai pak adam menggerakkan jarinya yang sontak membuat imelda yang semula menunduk menjadi memandang wajah pucat pak adam.


"Bapak, ini melda pak, bapak sudah sadar? Bapak jangan buat melda khawatir" ucap imelda yang melihat mata pak adam terbuka dan langsung memeluk pak adam.


Pak adam hanya tersenyum.


"Bapak mau minum?" Tawar imelda yang dijawab anggukan oleh pak adam.


Tanpa melda sadari sejak kedatangan imelda ada se pasang mata yang memandang imelda dari jendela kaca UGD tersebut. Setelah memberikan minum imelda membenahi selimut pak adam. Setelah dirasa rapi imelda mendudukkan dirinya kembali di samping ranjang pasien yang ditempati pak adam tersebut.


"Bolehkah bapak memohon permintaan terakhir untukmu nak?" Tanya pak adam tiba-tiba

__ADS_1


"Tidak ada permintaan terakhir pak, bapak akan selalu disamping melda dan setiap permintaan bapak akan melda penuhi jika melda sanggup" jawab imelda


Pak adam mendengar ucapan putrinya tersenyum dan mengelus rambut imelda lembut. Dan pak adam kembali berkata...


"Cari lah orang tuamu secepatnya nak, setidaknya jika bapak akan pergi hari ini bapak akan tenang jika melihatmu hidup bahagia." Pinta pak adam


"Pasti melda akan mencari mereka pak, dan jangan bicara seperti itu, melda tidak mau mendengarnya, bapak akan tetap disisi melda" seru melda


Imelda pun tidak menjawab perkataan bapaknya. Dalam keheningan tersebut tiba tiba..


Tiiitttttttttt...

__ADS_1


Suara yang ditakuti banyak orang. Suara yang berasal dari samping ranjang pak adam. Mendengar itu imelda pun menangis histeris dan berlalu keluar untuk memanggil dokter syifa. Meskipun imelda dokter tapi itu bukan tugasnya mengingat dia adalah dokter spesialis bedah. Setelah dokter tiba imelda pun keluar dan duduk di samping pria tampan berkaca mata hitam yang duduk dengan gagahnya tersebut tapi imelda tidak menghiraukan nya. Imelda terus menangis hingga dokter syifa membuka pintu UGD dan menatap sendu dokter imelda. Melihat itu imelda pun langsung menghampiri dokter syifa yang masih mematung.


"Ada apa dokter? Cepat katakan! Apa yang terjadi dengan bapak saya? Bapak saya baik baik saja kan dok?" Imelda langsung melontarkan banyak pertanyaan kepada dokter syifa. Tiba-tiba dokter syifa memeluk imelda dan mulai berbicara


"Maafkan saya dok. Saya sudah berusaha. Sekali lagi maafkan saya" mendengar jawaban dokter syifa imelda membeku seketika. Sepasang mata yang sedari tadi hanya memperhatikan pun juga terkejut.


Imelda langsung melepaskan pelukan dokter syifa dan masuk ke dalam ruangan dan melihat bapak nya yang sudah pucat dan selimut yang sudah menutupi seluruh badannya. Imelda tak kuasa melanjutkan langkahnya pun berhenti didekat tirai UGD dan melangkah mundur sambil menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Imelda tidak menyangka bahwa tadi benar benar peemintaan terakhir pak adam. Dann...


Grebbbb


Imelda tidak sadarkan diri dipelukan seseorang yang telah menyelamatkan pak adam dari kecelakaan tabrak lari tersebut.

__ADS_1


__ADS_2