Doctor Vs CEO

Doctor Vs CEO
Eps. 171


__ADS_3

Setelah acara makan malam selesai, mereka mengobrol membahas pernikahan Andra dan Dinda.


"Jadi kapan pernikahan kalian?" tanya Alvian tidak sabar. Bukan tidak sabar untuk melihat kakaknya menikah tapi melainkan Alvian tidak sabar untuk menikahi Vani.


Bisa saja Alvian menikahi Vani sebelum pernikahan Andra dan Dinda tapi Alvian tidak mau melakukan itu.


"Dua minggu lagi" jawab Andra tegas hingga membuat Alvian, Vani, dan Dinda terkejut sedangkan yang lain hanya menunjukkan reaksi biasa karena sebelumnya Andra sudah berbicara pada mereka.


"Apa?" pekik Dinda.


"Baguslah" ucap Alvian seraya menaikkan kedua alisnya pada Vani yang masih bingung. Bukankah pernikahan membutuhkan waktu lama untuk persiapannya, eh tapi Vani lupa jika dihadapannya ini adalah keluarga Sultan.


"Kenapa sayang?" tanya Andra lembut.


"Bukankah pernikahan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mempersiapkannya?" tanya Dinda.


"Tenanglah Din, Andra sudah mengatur semuanya" ucap Heru yang diangguki oleh semua orang.

__ADS_1


Setelah berbincang cukup lama, akhirnya rangkaian acara pertunangan Andra dan Dinda berjalan lancar. Malam ini menjadi saksi kebahagiaan mereka berdua. Tinggal menunggu dua minggu lagi agar kebahagiaan mereka semakin terasa sempurna.


...****************...


Dua minggu kemudian,


Besok adalah hari dimana Andra akan menghalalkan Dinda. Dengan menggunakan pulau pribadi milik keluarga Gunawan, pesta akan dilangsungkan. Para undangan yang hadir pun sudah difasilitasi dengan sangat mewah untuk sampai di pulau tersebut.


Hari ini adalah hari dimana semua orang akan berangkat menuju pulau tersebut. Menaiki jet pribadi, mereka hanya membutuhkan waktu satu jam. Pulau dengan keindahan alamnya ini akan menjadi saksi janji suci Andra dengan Dinda besok.


Beberapa wartawan juga akan datang untuk meliput pernikahan mewah anak pertama keluarga Gunawan itu. Tidak Heru yang mengundang mereka, tapi saat mendengar dari surat kabar bahwa CEO GNW Company's akan menikah mereka langsung menemui Heru dan meminta izin langsung untuk meliput. Mengingat Heru adalah orang yang paling berpengaruh jadi wartawan harus ekstra hati-hati pada keluarga itu.


Awalnya Heru tidak mengijinkan tapi karena kegigihan usaha sang wartawan dan beberapa crew nya akhirnya Heru mengijinkan dengan syarat tidak membuat keributan sehingga merusak acara mereka.


"Apa semua sudah siap?" tanya Heru yang sedang mengontrol kinerja para EO.


"Sudah tuan" jawab sang ketua EO dengan menunduk hormat.

__ADS_1


Memastikan jika persiapan sudah 90%, Heru kembali masuk kedalam vila yang ada dipulau tersebut. Karena acara akan diadakan dipantai jadi membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mendekorasi pantai agar tak panas saat siang hari.


Memasuki rumah, Heru ikut bermain baby Gibran yang sedang berada diruang tamu Vila bersama anggota keluarga yang lain. Jangan tanyakan dimana Andra dan Dinda, mereka berjalan menyusuri pantai menikmati indahnya senja begitu juga Alvian dan Vani.


"Apa apa" baby Gibran yang dipangku oleh Heru menunjuk-nunjuk arah pintu.


"No no no" jawab Heru dan baby Gibran langsung memasang wajah kesalnya dan berdiri.


"Apa apa apa?" baby Gibran berjalan sedikit berlari dengan sempoyongan jarena keseimbangan tubuhnya yang belum stabil.


Dengan langkah terburu-buru, baby Gibran langsung memeluk kaki Riko yang baru saja selesai dari dapur.


"Kenapa nak?" tanya Riko dan langsung mengangkat baby Gibran dan digendongnya tubuh mungil itu.


"Aaa apa aa" baby Gibran berceloteh seraya menunjuk arah luar.


"Gibran no!. Anginnya kencang nanti masuk angin" Imelda yang mengerti jika baby Gibran ingin keluar langsung menegurnya. Baby Gibran menatap wajah Riko berusaha mencari pembelaan tapi usahanya gagal karena Riko ikut menggerakkan jari telunjuknya kekiri dan kekanan.

__ADS_1


__ADS_2