Doctor Vs CEO

Doctor Vs CEO
Eps.153


__ADS_3

"Halo, bagaimana hasilnya?" tanya Andra saat sudah mengangkat teleponnya.


"Rista Adelia Hernanto, gadis berumur 27 tahun yang baru saja menggantikan ayahnya karena sang ayah meninggal akibat kecelakaan pesawat saat akan ke negara A. Awalnya bekerja sebagai pemilik resmi restoran XX dan kini beralih jabatan menjadi CEO perusahaan Hernanto. Menjalin kerjasama dengan perusahaan GNW Company's murni ketidak sengajaan tidak ada unsur balas dendam. Menjalin hubungan dengan politikus muda bernama Mexs Aryuntiono." jelas sang anak buah.


"Apa cuma itu?" tanya Andra memastikan.


"Itu hanya inti tuan, yang lebih jelas akan saya kirim lewat email" jawab sang anak buah.


"Baik terima kasih" jawab Andra dan langsung mematikan sambungan teleponnya.


Andra memutuskan untuk keluar dari kamar seraya menunggu sang anak buah mengirim informasi lebih detail. Andra menuju ke halaman belakang untuk sekedar bersantai sebelum jam makan malam, seperti yang biasa dilakukan Dinda saat tinggal dirumah Keluarga Gunawan.


"Papa tahu kamu sangat mencintai Nesya, tapi papa harap kamu tidak mengunci hatimu untuk orang lain. Jika kamu mencintainya kamu harus mengikhlaskannya, bukankah titik tertinggi mencintai seseorang adalah mengikhlaskan" ucap Heru yang baru saja datang saat melihat Andra memandangi foto Nesya di ponselnya.

__ADS_1


"Andra hanya merindukannya pa" jawab Andra menoleh seklias kearah Heru yang sudah duduk disampingnya.


"Papa tahu, Kamu belum bisa sepenuhnya melepas Nesya. Semakin kamu larut semakin berat perjalanan Nesya menuju surga" ucap Heru menasehati.


"Iya pa, Andra akan mencoba lebih mengikhlaskan lagi" jawab Andra kemudian mematikan ponselnya.


"Apa kamu tidak suka Dinda? papa lihat akhir-akhir ini kamu semakin dekat dengan Dinda" tanya Heru dengan sedikit menggoda.


"Andra hanya menganggapnya sebagai adik pa" jawab Andra tegas.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Kini sudah tujuh bulan usia baby Gibran, rencananya keluarga Gunawan akan mengadakan syukuran 7 bulan usia baby Gibran. Rumah yang ramai dengan perisapan itu semakin ramai saat mendengar celotehan baby Gibran. Tawa pun tak henti-hentinya terdengar saat salah satu dari mereka menggoda baby Gibran.

__ADS_1


"Auhh ternyata kau sangat nakal ya" ucap Alvian saat baby Gibran mencakar pipinya. Baby Gibran hanya tersenyum seperti tanpa melakukan apapun dan itu sukses membuat mereka tertawa.


"Sayang nggak boleh seperti itu" ucap Imelda seraya mencoba menyingkirkan tangan baby Gibran yang masih terus saja menggapai wajah Alvian.


"Apakah kamu mau digendong uncle?" tanya Alvian seraya membuka tangannya


Baby Gibran kembali berceloteh seolah dia mengerti apa yang diucapkan Alvian dan langsung mencoba menggapai tangan Alvian. Alvian yang gemas pun langsung menggendong dan menciumnya bertubi-tubi.


Saat baby Gibran melihat Riko yang baru saja keluar dari kamar, Baby Gibran langsung menangis seraya menatap Riko seolah meminta pertolongan dari ciuman yang tak hentinya dilakukan Alvian.


"Loh loh kok nangis" ucap Alvian panik. Alvian adalah orang terpanik saat melihat baby Gibran menangis.


"Jagoan daddy kenapa?" tanya Riko dan langsung meraih Baby Gibran dari gendongan Alvian.

__ADS_1


Baby Gibran langsung diam dan menyenderkan kepalanya dipundak Riko dan semua orang tertawa saat melihat ekspresi kesal Alvian. Alvian tahu, meskipun umur baby Gibran masih sangat kecil, tapi sudah mempunya kecerdasan yang tinggi. Hingga akhirnya tadi baby Gibran membuatnya panik dengan tangisan dan akhirnya dia bisa lepas dari ckumannya.


__ADS_2