Doctor Vs CEO

Doctor Vs CEO
Eps. 102


__ADS_3

"Siapa yang akan masuk duluan?" tanya Andra setelah kepergian dokter.


"Lebih baik kalian terlebih dahulu kak. Bagaimana pun ini sudah hampir larut dan kalian juga harus mengabari mama dan papa. Karena tidak mungkin jika mengabari mereka lewat telvon. Mereka pasti akan langsung kesini" jawab Riko panjang lebar yang disetujui oleh Andra dan Alvian.


"Baiklah" Jawab Andra dan Alvian bersamaan.


Anda dan Alvian masuk kedalam ruang rawat Imelda. Ya, Imelda dirawat di ruang VVIP karena mereka yang meminta dan lagi pula luka Imelda hanya kesleo dan memar dibeberapa bagian jadi dokter menyarankan untuk langsung keruang perawatan. Baru saja melangkahkan kakinya masuk, ponsel Alvian berbunyi tanda pesan masuk hingga membuat Andra menatap tajam adiknya itu.


"Vian shilent ponselmu" ucap Andra tegas.


"Iya kak" jawab Alvian patuh.


Setelah men-shilent-kan ponselnya, Alvian langsung memasukkan kembali ponselnya tanpa melihat siapa yang mengirim pesan.


Setelah beberapa menit didalam, Andra dan Alvian keluar dan digantikan oleh Riko.


"Kami pergi dulu" pamit Andra.


"Iya. Hati-hati" jawab Riko.


"Kalau ada apa-apa langsung hubungi kami" ucap Alvian.


"Tentu kak" jawab Riko mantap.

__ADS_1


Andra dan Alvian pun berjalan meninggalkan menjauh meninggalkan ruang rawat Imelda. Setelah kepergian Andra dan Alvian, Riko membuka pintu perlahan untuk masuk kedalam. Riko menghembuskan nafas sendunya karena melihat istrinya yang terbaring lemah diranjang rumah sakit itu.


"Sayang" panggil Riko lembut seraya mengecup kening Imelda. Tidak terasa bulir bening jatuh diwajah sosok tampan itu hingga mengenai pipi Imelda. Imelda mengerjapkan matanya dan mendapati Riko sedang mengecup keningnya sangat lama sambil memejamkan matanya.


Perlahan tangan Imelda merayap kepunggung Riko hingga membuat sang empu terkejut.


"Sayang kau sudah bangun? apa masih ada yang sakit? apa kau mau minum?" Imelda yang mendengar pertanyaan beruntun Riko pun tersenyum manis seraya menggelengkan kepalanya pelan.


"Kenapa suami tampanku ini menangis?" tanya Imelda seraya mengusap sisa air mata disudut mata Riko.


"Aku merasa gagal menjadi suami saat melihat kondisimu seperti ini sayang. Maafkan aku" ucap Riko sendu.


"Ini bukan salahmu sayang. Tidak seharusnya kau mengeluarkan air mata ini. Kau sangat jelek saat terlihat sangat rapuh" goda Imelda.


"Sekarang kau harus tidur" ucap Riko yang sudah melepaskan pelukannya kemudian merapikan selimut Imelda.


"Apakah suamiku mau menemaniku tidur disini?" tanya Imelda seraya menepuk ranjangnya.


"Tentu sayang. Apapun untukmu" ucap Riko kemudian langsung naik keatas ranjang.


Meskipun ini ranjang rumah sakit, tapi tidak terlalu sempit karena memang ini adalah ruangan VVIP. Mereka pun tidur dengan posisi berpelukan, Riko terus mengecup pucuk kepala Imelda sedangkan Imelda hanya membenamkan wajahnya. Tidak lama mereka pun terlelap dengan posisi berpelukan.


Sedangkan ditempat lain, Andra dan Alvian baru saja sampai dirumahnya. Sandra langsung berlari keluar saat mendengar suara mobil anaknya.

__ADS_1


"Sayang bagaimana keadaan adik kalian?" tanya Sandra langsung pada intinya saat Andra dan Alvian sudah turun dari mobil.


"Melda harus dirawat dirumah sakit ma karena tubuhnya yang lemas dan ada beberapa bagian tubuh yang terluka" jawab Andra.


"Pa ayo kita kerumah sakit" ucap Sandra panik.


"Tidak ma. Disana ada Riko yang menjaganya. Kita bisa kesana besok pagi" ucap Andra.


"Siapa yang berani melukai putriku? apa mereka dari keluarga Hutomo lagi?" tanya Heru emosi.


"Sebaiknya kita bicarakan didalam pa" jawab Andra yang diangguki oleh semua orang.


Kini mereka semua sudah berada diruang keluarga. Andra dan Alvian pun menceritakan semua tentang kejadian tadi. Setelah selesai menjelaskan, mereka pergi kekamar masing-masing meskipun Sandra masih ingin tetap menjenguk putrinya tapi karena cegahan dari kedua putranya akhirnya Snadra menurut.


Alvian langsung membersihkan dirinya tanpa melihat sang pengirim pesan tadi saat dirumah sakit. Setelah selesai mandi dan berganti pakaian, Alvian langsung membaringkan tubuhnya dan memejamkan matanya. Baru saja Alvian memejamkan matanya, ponselnya kembali berdering.


Ting


Alvian melihat ponselnya dan tersenyum saat melihat banyak deretan pesan dari seseorang yang selalu mengganggu pikirannya akhir-akhir ini.


🌼🌼


Haii readerss🤗Author yang cantik jelita kembali lagi haha🤣Lama ya? huhu maaf😭

__ADS_1


Selamat membaca😗


__ADS_2