
"Bagaimana keadaan putra saya?" tanya pria yang berpakaian tentara tersebut yang ternyata adalah ayah dari Marcell.
"Hanya menunggu pemulihan, sekarang putra anda sedang beristirahat. Berhubung anda sudah disini saya harus pergi menemui adik saya" ujar Gibran seraya sedikit menganggukkan kepalanya.
"Tunggu, adik? apa yang kau maksut adik adalah calon menantu saya?" tanya tuan Ferdi, selaku ayah Marcell.
"Tentu" jawab Gibran dengan wajah datarnya.
"Dimana ruangannya? bisakah kami menjenguknya nanti setelah melihat Marcell?"
"Di lantai 5 nanti disana kalian akan langsung diarahkan dimana ruang perawatan Chayra berada" jawab Gibran.
"Baiklah terima kasih"
.
.
__ADS_1
Saat ini Riko bersama Heru sedang berada disebuah ruangan dengan beberapa anak buah untuk mendengarkan penjelasan hasil penyelidikan tentang pemuda yang mengaku bernama Riko dan ayah gadis penyakitan yang terlibat penculikan Marcell.
"Cepat katakan" ucap Riko penuh ketegasan.
"Riko Andrian Admaja, pemuda yang mengaku bernama sama dengan anda itu memang memiliki nama yang sama tuan, dia adalah anak dari Caryna Hutomo, mantan kekasih anda dengan Daffa Admaja, seorang dokter yang pernah menaruh rasa pada Nyonya Imelda. Tapi mereka berpisah saat Caryna terus saja mengejar anda dan tidak memperdulikan anaknya. Hingga suatu saat Daffa Admaja itu mulai jengah dan menggugat cerai Caryna Hutomo. Karena dia tidak mendapatkan anda dan suaminya meninggalkannya akhirnya Caryna frustasi."
"Sebentar, lalu kenapa pemuda yang bernama Riko itu tidak tinggal bersama ayahnya?" tanya Riko menghentikan penjelasan anak buahnya.
"Sebenarnya pernikahan itu digelar karena keluarga Hutomo hanya ingin mendapatkan keturunan laki-laki yang bisa meneruskan bisnis mereka. Jadi setelah pemuda itu lahir langsung dibawa oleh keluarga Hutomo dan dibesarkan dalam keluarga itu. Seperti yang kita ketahui dulu, keluarga Hutomo sangat terobsesi dengan harta. Setelah mereka resmi bercerai, Daffa Admaja menikah lagi dengan seorang perawat asal negara T dan menetap disana. Sebenarnya beliau juga ingin mengasuh putranya karena bagaimanapun itu darah dagingnya tapi karena keras kepala keluarga Hutomo melarang keras Daffa agar tidak menemui putranya" sambung sang anak buah.
"Baiklah lanjutkan" Riko memijat pelipisnya, sungguh masalah ini sangat rumit pikirnya.
"Gadis incaran?" tanya Riko seraya menegakkan badannya disofa, dirinya hanya ingin memastikan tidak ada gadis gila lainnya yang bisa saja mengancam keamanan putri kesayangannya.
"Kami menemukan kebenaran sebenarnya Tuan muda Marcell adalah seorang remaja yang pernah menolong nona Chayra saat kejadian beberapa tahun lalu. Dari situ tuan muda Marcell terobsesi dengan nona Chayra dan berkeinginan menjemput nona Chayra saat sudah dewasa dan tuan muda Marcell benar-benar membuktikan ucapannya" penjelasan anak buahnya membuat Riko menghela nagas lega.
"Apa hanya itu?" tanya Heru yang sedari tadi hanya diam mendengarkan semua penjelasan anak buahnya
__ADS_1
"Dua pria itu sudah berada didalam jeruji besi tuan, Daffa admaja juga langsung meluncur kesini untuk melihat putranya setelah kami mengabari beliau."
"Baik kalian boleh pergi" ucap Heru seraya mengangkat salah satu tangannya dan anak buah pun langsung menundukkan kepalanya sebelum melangkah keluar.
.
.
"Araa" Marcell mengerjapkan matanya, memanggil nama yang sudah mengambil hatinya.
"Sayang kau sudah sadar?" ucap ibu Marcell penuh haru.
"Ibu, ayah?" Marcell menoleh kesamping dimana ibu dan ayahnya menatap dirinya.
"Ayah akan memanggil dokter" Tuan Ferdi langsung berlalu keluar untuk memanggil dokter.
"Dimana Chayra bu? apa dia kecewa padaku karena aku tidak mengabarinya?" tanya Marcell menerawang jauh keatas menatap langit-langit atap ruang perawatannya.
__ADS_1
"Chayra dirawat, ibu tidak tahu apa penyebab pastinya. Nanti kita akan menjenguknya jika kondisimu sudah lebih baik" ucap Ibu Marcell seraya mengelus lengan putranya. Marcell langsung menatap ibunya dan mencoba bangkit meskipun perutnya nyeri yang sangat luar biasa.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...