Doctor Vs CEO

Doctor Vs CEO
Eps. 263-S2


__ADS_3

Sadar jika yang dilakukannya saat ini salah, Arsy langsung mendorong tubuh Dareen. Dareen yang terkejut menatap Arsy dengan tatapan penuh tanya.


"Sudah hampir dua tahun kita tidak bertemu Ar, apa kau tidak merindukanku? Apa seperti ini cara mu menyambutku?" Dareen mengguyar rambutnya frustasi.


"Jaga perasaan kekasihmu Dareen." Bentak Arsy.


"Darimana kau tau aku mempunyai kekasih?" Tanya Dareen seraya menatap Arsy yang masih berdiri bersandarkan tembok.


"Sareen selalu bercerita tentangmu, mulai dari sifat playboy mu sampai kekasihmu saat ini. Bagaimana perasaan dia saat dia tahu kalau kau menyimpan rasa pada wanita lain? Aku dan dia sama-sama perempuan, aku bisa merasakan apa yang dia rasakan. Dan apa kau tahu? Alasan aku menolakmu adalah ini. Kita akan menjalani hubungan jarak jauh yang tentunya mengikis kepercayaan diantara kita. Aku menyukaimu tapi dulu, aku hanya ingin membuktikan keseriusanmu terhadapku maka dari itu aku menolakmu. Dan sekarang terbukti, kau bahkan sudah bermain banyak wanita disana dan tidak mampu menjaga hati untukku." Air mata Arsy jatuh begitu saja, bohong jika dirinya sudah tidak mencintai Dareen. Dia selalu menolak laki-laki yang mendekatinya hanya untuk menunggu Dareen berubah. Tapi nihil, perjuangannya sia-sia. Dareen sudah mempunyai kekasih yang sudah hampir satu tahun mereka menjalin hubungan. Dirinya tidak ingin menjadi orang ketiga.


"Arsy, aku mengakui jika aku memang jahat. Aku mencintai dua wanita sekaligus. Aku tidak bisa membohongi diriku sendiri. Aku mencintai kekasihku tapi aku juga menyimpan rasa untukmu" lirih Dareen.


"Kau tidak boleh egois, aku tidak mencintaimu dan dia mencintaimu. Pertahankan hubungan kalian" bohong, bibir Arsy berbohong.


Beberapa menit mereka terdiam, sama-sama menyelami isi hati dan pikiran mereka masing-masing. Hingga akhirnya Dareen bangkit dan langsung memeluk Arsy erat.


"Biarkan aku memelukmu" Arsy terdiam, hingga akhirnya membalas pelukan Dareen tak kalah eratnya. Air matanya sudah bercucuran, dirinya tidak boleh lemah. Bukankah dirinya dulu yang mengusir Dareen untuk pergi dari hidupnya, lalu kenapa sekarang dirinya menyesali keputusannya.


"Kau jahat Dareen" Dareen hanya pasrah saat Arsy terus memukul dadanya.


Akhirnya mereka tenang setelah dua jam menyelami dan meluruskan salah paham diantara mereka, sekarang mereka akan menuju kerumah sakit untuk menjenguk Sareen.

__ADS_1


Dareen mengecek ponselnya karena dirinya lupa mengecek sedari pagi, hingga akhirnya matanya membelalak lebar saat membaca pesan yang dikirimkan oleh kekasihnya, Agatha.


"Sayang, maafkan aku karena tidak berpamitan padamu. Aku sedang di negara X untuk menghadiri pesta pernikahan sahabat kecilku sekaligus menjenguk pamanku yang dirawat dirumahsakit" begitulah kira" isi pesan yang dikirim oleh Agatha.


"Ah negara ini sangat luas jadi kemungkinan besar Agatha tidak dikota ini" gumam Dareen mencoba menenangkan dirinya sendiri.


"Ayo berangkat, aku sudah siap"


"Ayo" Dareen meraih pinggang Arsy, berjalan dengan elegan seperti sepasang kekasih.


"Dareen lepaskan, aku tidak terbiasa seperti ini" ucap Arsy saat Dareen semakin merapatkan tubuhnya didalam lift.


Lift terbuka, posisi mereka yang sangat dekat pun menimbulkan sepasang mata yang melihatnya.


"Agatha?" Ucap Dareen tak kalah terkejutnya.


"Hai Agatha, perkenalkan aku Arsy sahabat dari Sareen, saudara kembar dari Dareen" Arsy menyodorkan tangannya tapi sama sekali tidak disambut oleh Agatha.


"Oh sekarang aku tahu kenapa kau tidak mengabariku sedari kemarin" Agatha mengusap air matanya kasar menatap Dareen dan Arsy bergantian.


Dareen menarik tangan Agatha dan Arsy untuk pergi dari sana, karena mereka sudah menjadi pusat perhatian penghuni apartemen.

__ADS_1


"Agatha aku tidak ada hubungan apapun dengan Dareen" ucap Arsy.


"Mana ada pelakor ngaku" bantah Agatha seraya ingin menampar Arsy tapi usahanya sia-sia karna Dareen menyembunyikan Arsy dibelakang tubuhnya.


"Agatha sejak kapan kau kasar?" Bentak Dareen.


"Da-dareen? Kau membentakku?"


.


.


Di negara lain.


Marcell baru saja sampai dirumah utama keluarga Gunawan. Karena permintaan tuan besar Gunawan akhirnya keluarga Marcell menyetujui jika sementara Marcell tinggal dan dirawat dirumah utama Gunawan.


"Ara dimana kakakmu Elard?" Tanya Andra, ayah Elard sekaligus paman Chayra.


"Aku tidak tahu uncle, hanya saja tadi kak Elard pamitan jika ada sedikit masalah yang harus segera diselesaikan" jawab Chayra yang diangguki oleh sang uncle.


Tidak heran jika Andra biasa saja, sebagai orang tua Andra sudah pasti tahu apa yang dilakukan Elard bolak-balik ke negara orang setiap bulannya.

__ADS_1


"Mari silahkan duduk" Nyonya Sandra dan Tuan Heru menyambut orang tua Marcell dengan hangat.


"Terima kasih tuan, nyonya" jawab kedua orang tua Marcell sopan.


__ADS_2