Doctor Vs CEO

Doctor Vs CEO
Eps. 289-S2


__ADS_3

Alesha memasuki rumah kakak sepupunya. Berada dalam rengkuhan Leo tidak membuatnya tenang. Ia bergetar, rasa bersalah kembali menyeruak dalam hatinya. Andai saja saat itu ia lebih kuat, andai saja saat itu ia langsung memanggil petugas keamanan, iya andai. Semua hanya andai.


"Alesha" Alesha menoleh, menatap kearah Gibran yang baru saja turun dari lantai atas.


"K-kakk" Alesha terlihat gugup, setelah kecelakaan itu. Baru hari ini ia bertemu kakak sepupunya, dan Jasmine juga tentunya.


"Sstt, semua sudah baik-baik saja. Tidak perlu menyalahkan dirimu terus" sebuah rengkuhan hangat berasal dari Gibran, ia juga langsung membalasnya.


"Kak Jasmine dimana?" Tanya Alesha setelah Gibran melepaskan pelukannya.


"Ada dikamar, ada bunda juga" jawab Gibran yang diangguki oleh Alesha.


<|><|><|><|><|


"Lama disini ya Leo?" Tanya Gibran pada Leo yang duduk disampingnya.


"Cukup lama, karna menunggu sampai Alesha smebuh dan mengurus pernikahan disini juga" jawab Leo.


"Tidak jadi menikah diluar negeri?" Tanya Gibran sedikit terkejut.


"Tidak, kasian Alesha. Tubuhnya masih kurang fit untuk perjalanan jauh" Gibran hanya mengangguki jawaban Leo. Apapun keputusan mereka itu pasti sudah dipertimbangkan dengan baik.


"Chayra kapan?" Tanya Leo membuat Gibran menolehkan kepalanya.

__ADS_1


"Setelah wisuda" jawab Gibran.


Dikamar, suasana sudah tidak oenuh tangis. Diganti oleh suasana bahagia penuh tawa.


"Leo sepertinya sudah tidak tahan ya Ca, sampai ngebet banget mau nikah dalam waktu dekat" ucap Imelda yang dibalas tawa semua orang. Sedangkan Alesha hanya tersenyum malu.


"Dulunya nggak mau Mel, tapi lama-lama jatuh juga" sahut Vani dan diringi tawa. Lagi-lagi Alesha menjadi bahan bualan.


"Bunda ih, bukannya bantuin Eca tapi malah manas-manasin suasana aja" gerutu Alesha.


"Lagian, Leo baru kenal udah ngajak kawin aja. Sama kaya Ara tuh, Marcell juga ngajak kawin mulu" seloroh Vani lagi, entah sikap tuanya seolah tidak menghilangkan sikapnya yang ceplas-ceplos.


"Kalo Marcell sudah kenal dari lama Van, katanya sih Marcell yang nyelamatin Ara pas insiden beberapa tahun lalu, tapi Marcell nya batu menampakkan diri karena dulunya ikut orang tuanya keluar negeri. Jadi harus pindah deh. Tapi ketemu lagi sama Ara pas kuliah. Memang jodoh nggak akan kemana kan" jelas Imelda.


"Dulu Ara diculik sayang, bahkan hampir dilecehkan. Itu yang membuat pribadi Ara berubah, bahkan harus bolak balik ke psikiater. Tapi syukurlah kembali normal tapi masih sedikit trauma jika dihadapkan dengan banyak laki-laki yang berkerumun" penjelasan Imelda membuat Jasmine membelalak. Tidak menyangka jika gadis ceria itu mengalami masa lalu yang kelam.


"Oh ya dimana grandma sama mama dinda?" Tanya Alesha karena sedari tadi tidak melihat kehadiran dua wanita itu.


"Dibawah, tadi para suami memanggil" jawab Vani.


"Sayang" semua menoleh kearah pintu, terlihat Leo yang mengintip dibalik celah pintu.


"Udah kangen ya Leo?" Gurau Imelda membuat semuanya tertawa, menertawakan wajah malu Alesha.

__ADS_1


"Iya nih tante, Alesha ngangenin soalnya jadi saya tidak bisa jauh-jauh" semua kembali tertawa, sedangkan Alesha terlihat menajamkan pandangan kearah Leo.


"Sana-sana pergi, ngapain sih nyusulin kesini" gerutu Alesha.


"Sayang, jangan galak-galak dong sama suami" goda Vani.


"Bunda ih" tegur Alesha dengan mengerucutkan bibir.


"Tadi pihak WO menghubungiku, katanya kita harus kesana untuk meninjau persiapannya" ah Alesha hampir lupa, beruntung Leo dengan sabar mengingatkannya.


"Baiklah, mom, bund, kak. Eca pergi dulu ya" pamit Alesha mencium tangan mereka satu-persatu.


"Hati-hati ya sayang"


Alesha melangkahkan kakinya keluar dari kamar, memberi tatapan membunuh pada Leo. Sedangkan yang ditatap hanya mengulas senyuman.


"Ciee calon pengantin nempel mulu kaya perangko" tegur Chayra yang baru saja datang dan akan masuk kedalam kamar Jasmine.


"Diem Ra" sungut Alesha.


"Leo, cepet dihalalin jangan ditunda lagi, biar galaknya sembuh" Alesha semakin bersungut mendengar ucapan Chayra, sedangkan Leo malah mengacungkan ibu jarinya.


"Nyebelin semua nyebelin" gerutu Alesha dan menghentakkan kakinya.

__ADS_1


__ADS_2