
Alvian menatap baby Gibran dengan kesal. Bahkan tangannya saja sudah bersedekap di dada. Sedangkan baby Gibran yang ditatap seperti itu hanya menunjukkan senyum imutnya tanpa memperdulikan Alvian yang sangat kesal karena dijaili.
"Haii ponakan ontyy" ucap Vira yang baru saja datang bersama Deny.
Gibran yang melihat Vira datang dengan Deny pun langsung mengalungkan tangannya keleher Riko kemudian membenamkan wajahnya di ceruk leher Riko.
"Sayang, ayo sapa onty Vira dan Uncle Deny" ucap Imelda seraya mengusap punggung Gibran. Gibran hanya diam tidak memperdulikan ucapan Imelda, sejak baby Gibran sudah bisa duduk, Deny dan Vira adalah musuh terbesarnya karena dua orang itu selalu jail padanya.
"Anak daddy ayo sapa onty sama uncle" ucap Riko mengelus rambut Gibran.
Baby Gibran yang takut pun memilih untuk memberikan senyuman pada Vira dan Deny kemudian langsung kembali membenamkan wajahnya. Semua orang dibuat geleng kepala karena ulah baby Gibran.
Karena jam sudah menunjukkan pukul tujuh malam, acara syukuran baby Gibran pun dimulai. Keluarga Gunawan dan Keluarga Yunanda terlihat tidak ada yang absen sama sekali, termasuk sahabat Imelda.
Tepat jam sembilan malam, acara pun selesai. Para laki-laki berkumpul diruang tamu sedangkan para wanita berkumpul diruang keluarga. Tapi Samdra dan Dian sedang sibuk didapur dengan kegiatan mereka.
"Mel, Van, besok Wahyu mengajakku untuk menemui orang tuanya" ucap Dinda sedikit malu dan menundukkan kepalanya. Wahyu adalah kekasihnya yang berprofesi sebagai polisi itu.
__ADS_1
"Bagus dong" ucap Vani spontan.
"Apa kau sudah siap?" tanya Imelda.
Dinda hanya menjawab pertanyaan kedua sahabatnya dengan anggukan kepala.
"Apapun keputusanmu aku hargai, semoga hubungan kalian berjalan lancar sampai pelaminan" ucap Imelda dan ketiganya pun berpelukan.
"Tapi aku takut" lirih Dinda.
"Tidak ada yang perlu ditakutkan" ucap Imelda menenangkan.
"Sini sayang" jawab Imelda kemudian meraih baby Gibran yang ada digendongan Riko.
"Sepertinya dia ngantuk sayang, lebih baik kamu mengajaknya istirahat" ucap Riko saat melihat wajah lelah baby Gibran.
"Iya sayang" jawab Imelda seraya tersenyum.
__ADS_1
"aaaaa" celoteh baby Gibran dan mengelus wajah Imelda hingga membuat Imelda gemas
"Gibran, sini sama onty" ucap Vani dan berjalan mendekat. Baby Gibran langsung berpura-pura tidur digendongan Imelda. Dinda, Imelda, dan Riko pun tertawa sedangkan Vani terlihat kesal.
"Awas kamu yaa" ucap Vani gemas kemudian menggelitik baby Gibran. Baby Gibran pun tertawa karena merasakan geli ditubuhnya.
Karena sudah hampir jam 10 malam, baby Gibran yang sudah terlihat lelah langsung dibawa Imelda kekamar untuk ditidurkan. Baby Gibran sudah mempunyai kamar sendiri tepat disamping kamar utama yang ditempati oleh Imelda dan Riko. Tapi karena sekarang mereka sedang berada di rumah keluarga Gunawan, jadi baby Gibran tidur bersama Imelda dan Riko.
Semenjak Imelda bekerja, baby Gibran diasuh langsung oleh kedua nenek nya dengan bergantian. Karena mereka mau menikmati masa tua mereka dengan bermain bersama dengan cucu mereka. Mereka memutuskan untuk tidak menyewa babysitter untuk saat ini karena mereka belum merasa direpotkan dengan kehadiran baby Gibran.
Paginya, seperti yang dibicarakan kemarin. Dinda langsung menuju rumah sang kekasih saat tadi pagi-pagi sekali sang kekasih sudah menjemputnya. Dia terlihat sangat gugup meskipun ini bukan pertama kalinya. Setelah menempuh perjalanan 2 jam, akhirnya sampai dirumah yang tampak elegan dengan desain eropa itu. -
"Tenanglah, orang tuaku tidak akan memakanmu" ucap Wahyu menenangkan.
"Tapi tetap saja aku takut" jawab Dinda memainkan jari-jarinya.
"Ayo turun" ajak Wahyu seraya membuka pintu mobil kemudian langsung berlanjut membantu membuka pintu mobil untuk Dinda.
__ADS_1
"Assalamualaikum ma, pa" ucap Wahyu saat sudah memasuki rumah.
"Waalaikumsalan" jawab orang tua Wahyu serempak.