Doctor Vs CEO

Doctor Vs CEO
Eps. 230-S2


__ADS_3

Setelah sampai, Agatha menoleh kanan kiri, matanya memicing bersamaan dengan dahi yang berkerut. Dengan ragu, Agatha masuk kedalam restoran yang hanya terlihat beberapa karyawan sedang menyiapkan restoran sedangkan dirinya tak melihat satupun pengunjung disana. Jantung Agatha berdegup dengan kencang, dirinya takut jika nomor yang menghubunginya tadi bukan nomor Marcell dan bodohnya dia yang menurut begitu saja. Pikiran Agatha kembali melayang dimana ia sering melihat film yang ditipu kemudian dilecehkan. Ahh Agatha sampai memukul keningnya sendiri untuk menghilangkan pikiran buruknya.


"Agatha" suara berat dan dingin itu mengejutkan Agatha, membalikkan badannya Agatha menghembuskan nafas lega dan mengelus dadanya. Sungguh tindakannya sangat konyol karena terlalu jauh terbawa alur film yang sering dilihatnya.


"Sebenarnya ada apa? Kenapa kau menyuruhku kesini? Dan lagi kau juga kenapa melarangku memberi tahu Chayra jika aku akan menemuimu. Kau tahu? Dia sangat tidak bersemangat karena memikirkanmu, laluu..." mulut Agatha bagai kereta, berbagai pertanyaan meluncur begitu saja dari bibirnya.


"Husstttt kau bisa diam tidak, berisik! Aku menyuruhmu kesini bukan untuk memberondong ku dengan banyak pertanyaan seperti itu" Marcell mengusap wajahnya kasar dan langsung masuk kedalam restoran diikuti Agatha dibelakangnya yang sedang mencebikkan bibirnya kesal.

__ADS_1


"Duduk" ucapan Marcell bak ultimatum yang tidak ingin dibantah. Agatha menurut begitu saja daripada dirinya nanti terbawa emosi karena sikap Marcell.


"Disini aku ingin meminta bantuamu bukan ingin mendengar celotehmu" ucapan Marcell terdengar sangat menyebalkan ditelinga Agatha. Pembawaan Agatha yang sedikit bar-bar membuatnya tidak sabar saat Marcell tidak mengatakan secara langsung.


"Aku-" lagi-lagi Agatha harus menutup mulutnya saat Marcell mengangkat tangan kanannya meminta Agatha untuk diam terlebih dahulu.


"Besok semua orang akan mengacuhkannya, dan aku berharap agar kamu menemaninya agar dia tidak berpikiran macam-macam. Besok kuliah kalian libur bukan? Nahh kau bisa kerumahnya dan menghiburnya. Ajak apapun yang menurutmu menyenangkan asal jangan sampai keluar rumah karena aku besok akan berkeliaran untuk memberi keperluan. Aku takut dia akan bertemu denganku dan rencanaku akan berantakan. Acaranya akan dimulai pada jam 9 malam, jadi kau harus disana sejak pagi sampai malam tiba. Kalau perlu kau bisa menginap dirumahnya nanti malam. Karena biasanya dihari libur Chayra akan keliling bersepeda. Jadi untuk menghindari sesuatu terjadi kau harus sampai disana pagi hari jika kau tidak ingin menginap, kau mengerti?"

__ADS_1


"Apa kau sudah gila? Kota ini luas Marcell jadi kemungkinannya hanya kecil jika kita bertemu saat aku mengajak Chayra keluar rumah" Agatha tidak habis pikir dengan rencana Marcell yang menyuruhnya untuk berdiam diri dirumah orang selama satu harian. Hahh Agatha tidak tahu apa yang harus dilakukannya selama seharian itu.


"Sekecil apapun kemungkinan itu akan terjadi jika kita tidak mengantisipasinya, jadi daripada berantakan lebih baik kita melakukan hal agar kemungkinan tersebut tidak terjadi" Marcell menatap Agatha tajam, dirinya tidak ingin mendengar bantahan apapun dari bibir gadis yang ada didepannya. Jika bukan karena Chayra, Marcell sangat malas harus berbicara dengan Agatha. Menurutnya, Agatha adalah gadis yang paling menyebalkan.


"Aku sudah membicarakan ini pada keluarganya dan mereka menyetujui. Bahkan orang tuanya akan menginap dihotel demi melancarkan acara besok. Orang tuanya berpamitan jika mereka akan berlibur sebentar melepas penat mereka. Jadi sebentar lagi pasti Chayra akan menghubungimu untuk memintamu menginap dirumahnya" ucap Marcell seraya tersenyum puas.


"Baiklah aku akan menginap dirumahnya. Lalu apa ini? Acaranya masih besok kenapa kau sudah membokingnya" sindir Agatha merasa Marcell terlalu berlebihan.

__ADS_1


__ADS_2