
Setelah selesai makan, Imelda meminum obat dengan dibantu oleh Riko.
"Sayang aku bosan dikamar" ucap Imelda setelah selesai meminum obatnya.
"Iya sayang aku tau. Nanti siang kita pulang ya" jawab Riko seraya mengelus rambut Imelda.
"Aku hanya ingin ketaman sekarang" ucap Imelda dengan wajah penuh harap.
"Baiklah. Tapi kau harus pakai kursi roda" ucap Riko dan langsung berdiri dari duduknya.
"Sayang kenapa harus pakai kursi roda?" tanya Imelda polos.
"Oh baiklah aku akan menggendongmu" jawab Riko kemudian langsung akan meraih Imelda tapi Imelda lebih cepat menghalanginya.
"Eitss, baiklah baiklah pakai kursi roda saja" ucap Imelda pasrah sedangkan Riko pun tersenyum.
"Kau diam disitu aku akan mengambil kursi roda" ucap Riko seraya berlalu keluar.
Tidak lama, Riko sudah kembali dengan membawa kursi roda didorongannya.
"Ayo sayang" ucap Imelda dengan mata berbinar dan langsung bergegas menurunkan kakinya.
"Aww" ringis Imelda saat merasakan kakinya masih sakit karena terkilir kemarin.
"Sayang. Diam aku akan membantumu" ucap Riko sedikit kesal karena Imelda selalu banyak gerak.
Riko langsung membopong tubuh Imelda dan memposisikan duduk Imelda senyaman mungkin. Imelda ingin mencopot infus ditangannya tapi dicegah oleh Riko.
"Kau mau apa?" tanya Riko memicingkan matanya.
__ADS_1
"Aku sudah tidak apa sayang. Jadi tidak perlu memakai infus" jawab Imelda yang masih sibuk melepas infusnya.
"Tap.." belum sampai Riko menyelesaikan ucapannya Imelda sudah lebih dulu selesai melepas infusnya.
"Nahhh" jawab Imelda dengan wajah polosnya dan langsung melempar infus kedalam tempat sampah yang ada dipojok ruangan itu.
Riko pun menghela nafas pasrahnya dan mengacak rambut Imelda gemas.
"Kenapa kau membuangnya sayang? Kau kan masih lemas" Tanya Riko sedikit menunduk menyamakan posisi Imelda.
"Emm aku sudah tidak apa sayang. Lihatlah" jawab Imelda dan langsung mengecup pipi Riko hingga membuat Riko tersenyum dan kembali mengacak rambut Imelda.
"Baiklah ayo" Ucap Riko dan langsung mendorong kursi roda Imelda.
Mereka menyusuri lorong untuk sampai ditaman rumah sakit, banyak pasang mata yang memperhatikan mereka. Karena siapa sih yang tidak mengenal mereka? pasti semua orang sudah mengenal mereka karena pesta pernikahan mereka yang melibatkan banyak wartawan dan stasiun televisi itu.
Kini Imelda sedikit segar saat menghirup udara diluar. Riko dengan setia menemani Imelda berkeliling ditaman hingga kini Riko duduk dikursi taman dan Imelda berada didepannya.
"Bagaimana dengan Caryn dan Cindy sayang?" tanya Imelda berhasil membuat Riko menatap Imelda dengan tatapan tajam.
"Sayang" panggil Imelda lembut seraya meraih tangan Riko. Sedangkan Riko sudah memalingkan wajahnya kearah lain.
"Aku tidak akan melarangmu untuk melakukan apapun dengan dua orang itu sayang, aku hanya bertanya" ucap Imelda berusaha menenangkan Riko yang sudah mulai emosi dan Imelda tahu itu.
Riko pun menoleh kearah Imelda mencari kebenaran dan Imelda pun hanya mengangguk dan tersenyum.
"Aku sudah menyuruh Cleo untuk membereskan mereka sayang." jawab Riko dengan senyumannya.
"Apa mereka akan dipenjara?" tanya Imelda.
__ADS_1
"Iya sayang. Tapi sebelum itu aku ingin memberi mereka pelajaran terlebih dahulu" jawab Riko.
"Bolehkah aku ikut?" tanya Imelda hingga membuat Riko heran.
"Tapi sayang"
"Tidak apa sayang. Yang mereka celakai kan aku jadi aku juga ingin memberi mereka pelajaran" sangkal Imelda dan Riko oun hanya pasrah dan mengangguk.
Saat mereka tengah mengobrol, datanglah Dian dan Tomi juga Sandra dan Heru yang menyusul mereka ditaman.
"Sayang bagaimana kedaanmu nak" ucap Sandra. Sandra langsung menangis seraya memeluk erat Imelda.
"Melda baik-baik saja ma" jawab Imelda lembut.
"Selamat pagi ma pa" Sapa Riko pada kedua mertua dan orang tuanya.
"Selamat pagi" jawab semua orang serempak.
"Kenapa kalian tidak menunggu kita dikamar saja?" tanya Riko.
"Tadi..."
🌼🌼
VOTE
VOTE
VOTE
__ADS_1
❤