
Mobil mewah Riko memasuki kawasan makam hingga membuat Imelda bingung sekaligus sedih.
Riko menoleh kearah Imelda masih diam dengan mata yang berkaca-kaca.
Riko langsung memeluk Imelda erat dan itu berhasil membuat Imelda sudah tidak bisa menahan air matanya lagi.
"Ayo turun" Ajak Riko yang merasa Imelda sudah mulai tenang.
Imelda pun hanya mengangguk dan turun dari mobil.
Riko menuntun Imelda untuk berjalan memasuki makam. Saat sudah mendekati makam sang Ayah, Imelda melihat ada sepasang manusia yang sedang duduk didepan pusara ayahnya. Imelda seperti mengenal orang tersebut tapi tidak begitu jelas karena posisi mereka membelakangi Imelda.
Sebelum melanjutkan langkahnya, Imelda menoleh kearah Riko dan Riko pun menganggukkan kepalanya juga tersenyum.
Mereka kemudian melangkahkan kakinya menuju makam pak Adam.
Sesampainya disana, kedua manusia tersebut menoleh kearah Imelda dan Riko yang berdiri dibelakang mereka. Betapa terkejutnya Imelda saat melihat Sandra dan Heru yang sedang duduk didekat makam pak Adam.
"Mama papa" Ucap Imelda terkejut.
Heru dan Sandra pun hanya tersenyum dan kemudian berdiri.
"Kami hanya ingin berterima kasih pada pak Adam karena sudah merawatmu sayang" Jelas Sandra hingga membuat Imelda menangis dan langsung memeluk kedua orang tuanya.
Setelah beberapa saat berpelukan, Imelda melepaskan pelukannya dan langsung duduk juga memeluk nisan pak Adam.
__ADS_1
"Pak. Bapak lihat sendiri kan kalau banyak yang menyayangi Melda hiks. Mereka juga menghargai bapak hiks hiks. Bapak harus bahagia disana ya, Melda disini juga sangat bahagia dengan dikelilingi oleh mereka yang sangat menyayangi Melda hiks" ucap Melda seraya mengelus batu nisan pak Adam hingga membuat Sandra meneteskan air mata nya.
Riko langsung ikut duduk dan memeluk Imelda dengan sangat erat.
"Hai bapak mertua. Saya Riko Yunanda. Seminggu lagi kami akan menikah. Saya minta restu anda. Saya sangat mencintai putri anda dan tidak akan membuatnya menangis" Ucap Riko hingga membuat Imelda kembali menangis dan langsung memeluk Riko sangat eratt.
Setelah keharuan tersebut, Imelda langsung pulang dengan kedua orang tuanya. Sedangkan Riko langsung menuju ke kantor karena tuntutan pekerjaannya.
π¦π¦π¦
π¦π¦π¦
π¦π¦π¦
Kini hari yang ditunggu-tunggu pun tiba. Jam baru menunjukkan pukul 09.00. Imelda yang sudah dirias oleh MUA terkenal pun menjadi gugup saat mengingat bahwa hari ini adalah hari pernikahannya.
Bahkan para wartawan pun sudah berkerumun lantai dasar Hotel untuk meliput berita besar ini. Banyak stasiun televisi yang sudah siap untuk menayangkan berita ini.
"Anda sangat cantik nona" Puji sang MUA saat sudah selesai merias Imelda.
Imelda pun hanya tersenyum. Karena memang dia benar-benar sangat gugup saat ini.
Pintu kamar terbuka dan ternyata adalah Dinda dan Vani yang datang bersama juga dengan Nesya yang sudah siap dengan gown mereka masing-masing.
"Wahh kau benar-benar seperti ratu" Ucap Vani takjub
__ADS_1
"Bahkan Ratu yang sesungguhnya pun akan malu jika melihat kecantikanmu" Tambah Dinda.
"Kalian sangat berlebihan" Jawab Imelda malu
"Mereka benar dek. Aku saja bahkan iri dengamu" Ucap Nesya
Saat mereka sedang mengobrol, Pintu terbuka dengan sosok Sandra yang sangat masih terlihat muda dengan gown elegan yang pas ditubuhnya.
"Ayo turun sayang. Mereka sudah sampai dan acara akan segera dimulai" ajak Sandra seraya membantu Imelda berdiri.
"Melda gugup ma" jawab Imelda.
"Tidak perlu takut sayang" Ucap Sandra seraya membantu Imelda berjalan.
Saat akan melangkahkan kakinya, Sandra terhenti dan menatap Nesya penuh tanda tanya.
"Nyonya" Sapa Nesya sambil tersenyum ramah yang dibalas senyuman juga oleh Sandra.
"Dia pacar kak Andra ma" jelas Imelda hingga membuat Sandra terkejut dan Nesya pun hanya menunduk takut.
"Kenapa kakakmu tidak pernah menceritakannya pada mama" Tanya Sandra menyelidik.
"Itu salah saya nyonya" Jawab Nesya takut tapi malah membuat Sandra bingung.
ππ
__ADS_1
Votee woi voteeπππ