
"Baik bos" Cleo langsung melaksanakan tugasnya. Sejujurnya, Cleo juga sedikit berpikir bahwa Caryn gila karena Caryn menyebut Riko sebagai suaminya.
Sedangkan untuk Cindy, Riko memerintahkan beberapa anak buahnya untuk membawa Cindy ke tempat dimana Cindy akan menyadari semua kesalahannya.
Setelah membereskan Caryn dan Cindy, mereka berdua langsung pulang untuk mengecek kondisi Vira. Kini mereka sudah dijalan untuk pulang kerumah. Ditengah perjalanan, ponsel Imelda berdering dan dia segera mengangkatnya.
"Hallo ma" sapa Imelda saat panggilannya sudah teehubung.
"Hallo sayang. Vira demam tinggi nak sekarang mama dan Deny sedang menuju kerumah sakit" jawab Sandra hingga membuat Imelda langsung panik.
"Baik ma. Imelda langsung kerumah sakit sekarang" jawab Imelda dan langsung mematikan sambungan teleponnya.
"Kenapa sayang?" Tanya Riko seraya menatap Imelda sekilas.
"Vira demam tinggi sayang sekarang mama dan Deny sedang perjalanan menuju kerumah sakit" jawab Imelda tidak terasa air matanya mulai menetes.
"Tenanglah sayang" ucap Riko seraya mencium punggung tangan Imelda dan mengusapnya perlahan. Riko pun sedikit menambah kecepatan mobilnya.
__ADS_1
Setelah beberapa menit akhirnya mereka sampai di rumah sakit tempat Imelda bekerja atau lebih tepatnya milik keluarga Gunawan.
Imelda langsung berlari menuju kedalam diikuti Riko yang dibelakangnya. Imelda melihat Sandra dan Deny yang sedang duduk di kursi tunggu yang ada didepan ruang perawatan.
"Ma" panggil Imelda dan langsung memeluk Sandra. Sedangkan Riko pun menenangkan Deny.
"Kasihan Vira sayang" ucap Sandra seraya menangis. Imelda pun ikut menangis dalam pelukan Sandra.
"Bagaimana jika terjadi sesuatu dengan Vira kak?" Ucap Deny dengan air mata yang tidak berhenti menetes.
"Dia akan baik-baik saja" ucap Riko seraya menepuk pelan bahu Deny.
"Hallo bos" sapa Cleo diseberang telepon.
"Hancurkan perusahaan Reswara dan jangan sampai ada perusahaan yang membantunya untuk bangkit. Dan satu lagi, jebloskan Alex ke penjara jangan lupa sertakan bukti kejahatannya" ucap Riko, terlihat jelas kemarahan yang dipancarkan Riko melalui setiap kata-kata nya.
"Siap bos" jawab Cleo dan panggilan pun terputus.
__ADS_1
Riko pun kembali mendekati Deny yang sedang duduk termenung sambil menunggu dokter yang belum selesai memeriksa keadaan Vira.
"Apa kau sudah menghubungi orang tuamu?" Tanya Riko saat sudah duduk di samping Deny.
"Sudah kak. Tapi mereka lebih mementingkan pekerjaan nya dari pada anak nya sendiri" jawab Deny sendu.
Riko pun menghela nafasnya panjang. Tidak lama pintu terbuka dan menampilkan sosok dokter Syifa dengan anggunnya.
"Gimana keadaan adik saya dok?" Tanya Deny khawatir.
"Gimana keadaannya dok?" Tanya Imelda tidak sabar.
"Dia hanya demam biasa tapi.." ucap dokter Syifa menggantung seraya menatap setiap orang dengan bergantian.
"Tapi apa dok" tanya Deny tidak sabar.
"Maaf sebelumnya, tapi adik anda sedikit mengalami gangguan mental akibat trauma yang sangat serius" jelas dokter Syifa dan langsung membuat semua orang terkejut.
__ADS_1
"Apa bisa diobati dok?" Tanya Riko seraya memeluk Imelda yang sudah menangis sesenggukan sedangkan Sandra sudah duduk lemas di kursi tunggu karena syok dengan kondisi Vira. Meskipun Vira bukan anak kandungnya, tapi naluri seorang ibu akan prihatin saat melihat seorang remaja seusia anak nya harus mengalami masa sulit seperti ini.
"Kita hanya perlu membawa nya ke psikiater" usul dokter Syifa dan Riko yang mendengarnya pun sedikit lega. Sedangkan Deny langsung masuk kedalam ruang rawat Vira.