
"Kakak suka yang mana?" menunjukkan berbagai macam kacamata bulat didepannya, Chayra dibuat bingung karena Gibran hanya diam melihatnya memilih keperluan untuk merubah penampilan sang kakak.
"Ambil semua saja yang menurutmu bagus" nahh ini yang paling tidak disukai Chayra saat berbelanja dengan sang kakak karena akhirnya dirinya yang akan memilih. Menghela nafasnya, Chayra langsung memasukkan 5 kacamata bulat yang menurutnya bagus ke keranjang belanjaan.
"Sekarang kita kesana" menarik tangan Gibran menuju toko kemeja Chayra dengan lihai memilihkan kemeja yang cocok untuk penampilan baru sang kakak.
Setelah hampir 3 jam mereka berkeliling, akhirnya mereka sudah membeli semua keperluan yang dibutuhkan Gibran untuk kuliahnya. Karena hari mulai gelap dan tenaga mereka sudah terkuras, mereka memutuskan untuk makan malam terlebih dahulu sebelum pulang.
Dengan wajah tampan dan cantik kakak adik tersebut membuat setiap langkahnya tidak luput dari pandangan orang disekitarnya. Banyak orang yang mengira mereka adalah sepasang kekasih. Karena wajah Chayra tidak pernah terekspos diberita dan majalah sebagai anak keluarga Yunanda jadi membuat Chayra tidak banyak dikenal publik. Sedangkan Gibran, karean sudah sedari kecil masuk kedalam berita dan majalah bisnis membuatnya banyak dikenal publik sehingga dia memutuskan untuk merubah penampilannya saat menempuh S2 di luar kota agar memudahkan dia sehingga dia tidak dihantui oleh para gadis yang mengincar hartanya.
"Kapan kakak akan berangkat?" seraya menunggu pesanan mereka datang, Chayra mengawali obrolan.
"Lusa" jawab Gibran.
__ADS_1
"Kenapa cepat sekali?" tanya Chayra heran.
"Kau kan besok juga sudah mulai kuliah, jadi kakak juga" ucap Gibran tersenyum dan dibalas anggukan oleh Chayra.
Sedangkan di rumah keluarga Fernando
"Dareen papa nggak mau kalau kamu sampai mengulangi perbuatan kamu. Papa selalu diam saat kau bergonta-ganti pacar tapi papa tidak bisa diam saat kau memasukkan Chayra dalam sasaranmu. Sudah berapa kali papa bilang jika kau harus menghentikan kelakuan burukmu. Jika tadi Om Riko tidak menghentikan pemberitaan skandal tadi apa jadinya dirimu? Kau juga mempunyai saudara perempuan, bagaimana jika adikmu jadi korban sama seperti wanita yang pernah kau sakiti?" Dareen hanya diam menunduk saat mendengar Cleo, sang papa sangat marah. Dareen mengakui kesalahannya, dirinya juga tidak berpikir bagaimana nanti jika adiknya mengalami hal yang sama seperti wanita yang pernah disakitinya dulu.
"Maafkan Dareen pa" Tidak ada yang bisa dilakukan Dareen selain meminta maaf. Bahkan mamanya yang biasanya membela saat dirinya dimarahi kini hanya diam dan menatap dirinya dengan tajam.
"Mama juga wanita Dareen mama bisa merasakan apa yang mereka rasakan. Setiap kali mama dan papa tahu jika kau berganti pasangan kami hanya diam tapi tadi kau sampai ingin melecehkan Chayra, anak om dan tantemu sendiri, mereka sudah seperti keluarga bagi kita. Papa dan mama masih bisa sabar jika kau berganti pasangan tiap hari tapi mama dan papa tidak bisa jika kau merusak wanita" kesabaran Desi sudah diambang batas, air mata yang ditahannya sedari tadi pun tumpah. Cleo dengan sigap memeluk sang istri.
"Dareen tidak tau jika gadis itu anak dari om Riko ma" benar, memang Dareen tidak tau jika Chayra adalah putri kesayangan keluarga Yunanda. Karena Dareen tidak pernah mengikuti pertemuan dua keluarga itu dan hanya Sareen yang biasanya ikut.
__ADS_1
"Siapapun wanita itu kau tidak berhak merusaknya Dareen" teriak Desi, Dareen menutup wajahnya dengan kedua tangan, dirinya paling tidak bisa melihat sang mama menangis
"Maafkan Dareen ma" lirih Dareen.
"Berubahlah atau papa akan menarik semua fasilitasmu" Cleo berkata seraya membawa sang istri menuju kamar.
Saat Dareen sedang bergelut dengan pikirannya, ponselnya berbunyi. Dilihatnya nama Tino temannya yang menghubungi.
"Halo" dengan malas, Dareen mengangkat telepon.
"Bro, ke club yok"
"Sorry Tin, gua libur dulu" setelah mengatakan itu, Dareen langsung mematikan sambungan teleponnya dan bangkit menuju kamarnya.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...