
Masih sama-sama terdiam, jantung mereka pun berdetak tak beraturan. Marcell melepaskan rengkuhannya, menahan gejolak yang seharusnya keluar sekarang. Karena takut tidak bisa menahan diri, Marcell pun mendudukkan dirinya, begitu juga dengan Chayra yang ikut mendudukkan diri.
"Jaket siapa?" tanya Marcell saat melihat jaket tergantung dikamar Chayra. Bukan bertanya sebenarnya, itu lebih memancing kejujuran Chayra.
"Jaket itu milik pria yang menyelamatkanku dimasa lalu, jika saja tidak ada pria itu pasti aku sudah kehilangan hal yang seharusnya untuk suamiku" ucap Chayra tanpa mengalihkan pandangannya dari jaket itu. Chayra sengaja tidak menggantungnya dilemari, karena Chayra ingin mengingat sosok pahlawan yang sudah menyelamatkannya.
"Sama bukan?" Marcell menunjukkan foto seorang pria yang menggunakan jaket itu, karena foto itu diambil dari belakang jadi Chayra tidak bisa melihat wajahnya.
"Siapa itu?" tanya Chayra penasaran.
Marcell menggeser layar ponselnya, nampaklah wajahnya semasa remaja menggunakan jaket itu. Tentu saja Chayra terkejut, bahkan dirinya sampai membelalakkan mata dan menutup mulutnya karena saking terkejutnya.
Chayra langsung memeluk tubuh calon suaminya, sangat erat. "Aku sangat bersyukur karna itu kamu" ucap Chayra dengan nada yang bergetar.
Marcell melepaskan pelukannya, menatap Chayra yang bersimbahan air mata. Menangkup kedua pipi itu dan mengusapnya, mengecup kedua mata yang menjadi sumber air mata.
"Sudah kubilang jangan keluarkan air mata ini" ucap Marcell tegas dan kembali memeluk Chayra.
Bukannya berhenti, Chayra malah menangis semakin menjadi. Bahkan dirinya sampai memukul punggung Marcel.
Marcell tersenyum, kembali melepaskan pelukannya dan berdiri mengambil jaket itu dan memakainya.
"Kenapa baunya seperti ini?" tanya Marcell saat tubuhnya sudah ketempelan jaket itu.
__ADS_1
"Itu, emm, aku tidak pernah mencucinya dari awal kau memakaikan ku jaket itu" ucap Chayra salah tingkah.
"Oh jadi kau tidak ingin aroma khasku luntur ya" goda Marcell membuat Chayra menggelengkan kepalanya cepat.
Marcell mendekat, langsung memeluk tubuh Chayra dan menggosokkan tubuhnya ditubuh Chayra. Menyalurkan aroma yang sangat tidak sedap.
Marcell mengutuk kebodohannya, segera melepaskan pelukannya dan memundurkan tubuhnya.
"Sayang, ada apa?" tentu saja tindakan Marcell membuat Chayra terkejut.
"Ah shit" ucap Marcell dan membalikkan tubuhnya.
"Maafkan aku sayang, aku takut tidak bisa mengontrol diriku. Maaf karena melepaskan pelukanmu begitu saja. Aku hanya tidak ingin menyentuhmu terlalu dalam sebelum menikah" ucap Marcell menghadap tembok. Chayra mengangguk, sebagai wanita yang sudah dewasa tentu ia mengerti bagaimana seorang pria.
"Aku akan keluar, selesaikan urusanmu" Marcell mengangguk, Chayra segera berlalu dan membuka pintu.
"Kak Gibran, kapan kakak sampai? dan dimana kak Jasmine?" tanya Chayra dan langsung memeluk kakaknya.
"Kakakmu ada dibawah, kakak mendengar kau berbicara dengan seseorang siapa dikamar?" tanya Gibran menyelidik.
"Marcell kak, daddy menyuruh Marcell untuk istirahat dikamarku" Gibran melongo.
"Daddy? kau tahu kan Ara apa resiko jika satu kamar dengan lelaki?" tanya Gibran dengan tegas.
__ADS_1
"Kita bisa menjaga diri kak, lagipula hanya untuk sore ini kak, malam nanti Marcell akan tidur dikamar biasanya" jawab Chayra.
"Kenapa tidak langsung sore ini saja Marcell tidur dikamar biasanya?" tanya Gibran seolah belum puas dengan jawaban Chayra.
"Kamar biasanya dihuni oleh Dareen, anak om Cleo. Kalau keluarga om Cleo langsung pulang, Marcell langsung pindah kamar" Gibran menghela nafasmya
"Kalau mereka menginap?" tanya Gibran yang dijawab gelengan oleh Chayra.
"Oh ya Elard? bisakan mereka satu kamar?" tanya Gibran.
"Ada kak Leo, teman kak Elard yang juga ikut dalam acara nanti malam" jawab Chayra.
"Kenapa bocah tengil itu membawa orang asing? bukankah ini acara keluarga?" tanya Gibran
"Kakk, Kak Leo itu kekasih kak Alesha" ucap Chayra berbohong. Dirinya ingin sekali segera bebas dari pertanyaan sang kakak.
"Baiklah, kakak percaya pada kalian berdua" ucap Gibran akhirnya.
Chayra mengerucutkan bibirnya saat Gibran pergi setelah memberondongnya berbagai pertanyaan, langsung turun untuk membantu yang lainnya.
"Kau kenapa kak?" tanya Chayra saat melihat wajah kusut Alesha.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
Udah SUBSCRIBE belum?
LINK ada di bio ig: riza_aristina ya😘