Doctor Vs CEO

Doctor Vs CEO
Eps. 212-S2


__ADS_3

"Ayo pulang denganku, nanti anak buahku yang akan mengurus motormu" Gibran mengangguk, tidak ada alasan untuk dirinya menolak kebaikan gadis yang ada didepannya.


"Apa kau bisa menyetir mobil? Rasanya akan sangat aneh jika aku yang menyetir" ucap Jasmine dengan tertawa kecil.


"Bisa" Gibran langsung mengambil kunci dari tangan Jasmine, dan membuka mobil berwarna kuning itu dan mulai melajukan mobilnya.


Jasmine menatap Gibran yang sibuk dengan jalanan yang ada didepannya. "Dimana rumahmu?" Tanya Jasmine saat merasa memasuki komolek perumahan kelas menengah kebawah.


"Diujung sana, jika kau tidak mau aku bisa turun disini" ucap Gibran seraya menoleh sebentar pada Jasmine.


"Tidak-tidak. Aku mau kok" jawab Jasmine gugup saat melihat tatapan mata elang Gibran.


"Terima kasih tumpangannya" ucap Gibran seraya tersenyum tipis.


"Nanti anak buahku akan langsung mengirim motormu kesini" ucap Jasmine mengalihkan pembicaraan karena tidak bisa terus-terusan menatap wajah tampan Gibran meskipun dalam penampilan berbeda.

__ADS_1


"Baiklah. Siapa namamu?" Gibran menyodorkan tangannya dan dibalas oleh Jasmine "Jasmine Veronika, kau?" Balas Jasmine.


"Gibran Squelle" jawab Gibran.


"Sepertinya aku pernah mendengar nama itu tapi dimana ya?" Benar dugaan Gibran, Jasmine pasti sedikit pernah mendengar namanya dan sekarang gadis yang ada didepannya ini mencoba mengingat siapa dirinya.


"Mungkin nama yang sama" ucap Gibran mencoba meyakinkan Jasmine.


"Ah mungkin saja" ucap Jasmine seraya tertawa pelan dan lagi-lagi membuat Gibran terpesona.


"Aku pamit dulu ya, sampai jumpa" Jasmine langsung berpamitan pada Gibran dan hanya dibalas anggukan oleh Gibran.


Gibran duduk disofa ruang tamu dan mengecek pekerjaannya melalui tablet yang ada ditangannya.


Di kota lain, Chayra yang baru saja bangun dari tidurnya langsung mengecek ponselnya. Matanya membelalak, mulutnya menganga lebar saat melihat gambar yang dikirim oleh sang kakak. Dirinya tertawa terbahak saat melihat perubahan drastis dari Gibran Yunanda yang notabene pria tampan dan dingin sekarang berubah menjadi pria culun dan polos.

__ADS_1


"Araa, apa yang membuatmu tertawa seperti itu?" Chyar terkejut saat melihat sang Mommy membuka pintu kamarnya dan bertanya padanya.


"Mom, lihatlah kak Gibran" ucap Chayra dan langsung duduk dari posisi rebahannya. Imelda tersenyum saat melihat foto Gibran di ponsel Chayra.


"Mom kira kakakmu itu tidak jadi mengubah penampilannya" ucap Imelda seraya mengelus rambut panjang Chayra yang sudah berada didekapannya.


"Apa mom lupa jika anak pertama mom itu sangat keras kepala? Jadi menurut Ara, kak Gibran tidak mungkin mengubah keputusannya begitu saja" jawab Chayra tanpa melepaskan pelukan ternyamannya ditubuh Imelda.


"Sayang" Chayra mendengus kesal saat daddynya masuk kedalam kamarnya, sudah bisa dipastikan dirinya tidak akan bisa memeluk sang mommy seperti ini.


"Kenapa daddy mengganggu saja" gerutu Chayra tanpa melepaskan pelukannya.


"Sayang, aku butuh sesuatu" ucap Riko tanpa memperdulikan ocehan Chayra


Sayang, cepat mandi" Imelda melepaskan pelukannya seraya mencium kening Chayra.

__ADS_1


"Ini semua gara-gara daddy" gerutu Chayra seraya mengerucutkan bibirnya dan menatap sinis Riko yang tersenyum penuh kemenangan.


"Daddy Chayra tidak mau punya adik" teriak Chayra membuat Imelda dan Riko saling berpandangan kemudian tertawa bersama.


__ADS_2