Doctor Vs CEO

Doctor Vs CEO
Eps. 59


__ADS_3

"Hei jal*ng miskin" Panggil Wanita tersebut yang tak lain adalah Caryn.


Mereka bertiga menoleh keasal suara dan ternyata benar dugaan mereka yang memanggil adalah Caryn.


"Mau apa kau?" Tanya Vani ketus


"Heh aku tidak punya urusan denganmu ya" Jawab Caryn tak kalah ketusnya


"Apa mau mu?" Tanya Imelda dingin


"Cih, Aku hanya ingin membalasmu gara-gara kau saham perusahaan orang tua ku menurun dan aku harus menanggung malu dan kau juga yang sudah membuat Riko meninggalkan aku dan menarik sahamnya di perusahaan papaku" Ucap Caryn hingga membuat Imelda sedikit terkejut. Pasalnya, Riko tidak pernah terlihat mengurusi keluarga Caryn tapi ternyata Riko sudah bertindak.


"Lalu?" Tanya Imelda mencoba tenang


"Sudahlah Mel ayo masuk untuk apa mengurus wanita seperti dia" Ajak Dinda


"Hei apa kau tidak tau bahwa aku putri semata wayang keluarga Hutomo?" Tanya Caryn sedikit berteriak hingga mengundang banyak pasang mata menatapnya.


"Aku tidak punya urusan apa-apa dengan anda nona Caryn, Anda selalu menyebut Riko adalah calon suami anda sedangkan Riko sama sekali tidak peduli dengan anda. Bahkan anda dengan tidak tahu malunya menganggap Riko yang meninggalkan anda karena saya, Apa tidak terbalik nona? Bukankah anda yang meninggalkan Riko karena Riko pernah jatuh miskin dulu?" Jawab Imelda santai dengan tangan yang bersedekap didada hingga membuat Dinda dan Vani terkejut atas penuturan Imelda.

__ADS_1


"Kau" Ucap Caryn dan mengangkat tangannya hendak menampar Imelda, Tapi tangannya dicekal oleh pria tampan.


"Jika anda berani menyakitinya, Saya tidak akan segan-segan membuat keluarga anda hancur" Ucap pria tampan tersebut dingin dan menghempas tangan Caryn hingga membuat Caryn hampir tersungkur


"Siapa kau?" Tanya Caryn tapi tidak diperdulikan oleh pria tersebut.


Caryn yang malu karena diabaikan pun langsung melangkahkan kakinya pergi.


"Apa dia menyakitimu sayang?" Tanya pria tersebut dengan lembut pada Imelda hingga membuat dua sahabat Imelda membelalakkan matanya.


"Tidak kak. Melda baik-baik saja" Ucap Imelda dan pria tersebut langsung memeluk Imelda.


"Temanmu kenapa?" Tanya Alvian yang sudah melepaskan pelukannya.


"Emm sepertinya salah paham kak" Jawab Imelda seraya menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Siapa dia Mel?" Tanya Dinda yang sedari tadi diam


"Dia kakakku. Kenalkan namanya kak Alvian" Ucap Imelda hingga membuat Vani terkejut dan menundukkan kepalanya karena malu sedangkan Dinda terkikik karena sikap Vani itu.

__ADS_1


"Alvian" Ucap Alvian seraya mengulurkan tangannya kearah Dinda


"Dinda" Balas Dinda menyambut uluran tangan Alvian


"Alvian" Ucap Alvian pada Vani juga mengulurkan tangannya


"Emm Va Vani" Jawab Vani gugup dan juga masih menunduk hingga membuat Alvian tersenyum.


"Apa dibawah ada koin jatuh?" Tanya Alvian hingga membuat Imelda dan Dinda terkikik sedangkan Vani semakin malu.


"Aduh kenapa dengan jantungku" Ucap Vani didalam hati.


"Ti tidak" Jawab Vani dan langsung berlari memasuki salon dan Imelda dan Dinda yang melihat tingkah Vani pun menggelengkan kepalanya.


"Kakak pamit dulu dek, nanti kalau ada apa-apa segera hubungi kakak." Pamit Alvian seraya mengecup pucuk kepala Imelda.


"Iya kak hati-hati" Ucap Imelda tersenyum.


Setelah Alvian hilang dari pandangan mereka, Imelda dan Dinda langsung memasuki salon menyusul Vani yang sudah terlebih dulu masuk.

__ADS_1


Mereka mulai perawatannya. Imelda yang lebih melakukan perawatan seluruh tubuh sedangkan Dinda dan Vani hanya mengubah gaya rambut mereka. Imelda kesal karena sahabatnya yang memaksa mereka melakukan perawatan seperti ini.


__ADS_2