Doctor Vs CEO

Doctor Vs CEO
Eps. 128


__ADS_3

"Siapa yang sakit?" Tuh kan, Bimo mempunyai tingkat ingin tahu yang sangat tinggi hingga membuat Vira sedikit kesal.


"Aku tidak tau" jawab Vira sambil mengerucutkan bibirnya dan Bimo pun tersenyum kemudian mengacak rambut Vira gemas.


Sedangakan Imelda dan Riko baru saja sampai dirumah sakit. Sesampainya disana, Imelda langsung berlari menuju ruang rawat Nesya. Imelda langsung masuk dan terlihat dokter yang sedang menangani Nesya yang sudah sangat kritis dan terus memanggil nama Andra.


"Bagaimana kondisinya?" Tanya Imelda panik.


"Pasien terus saja menyebut nama Andra dok. Sebaiknya anda mendatangkan orang itu agar pasien bisa sedikit tenang" jawab dokter Danang.


"Sayang tolong hubungi kak Andra" ucap Imelda pada Riko yang berdiri didekat pintu dan Riko pun mengangguk dan berlalu keluar.


Riko langsung menghubungi Andra untuk memberi tahukan kabar ini.


"Hallo kak" sapa Riko saat Andra sudah menerima panggilannya.


"Iya apa Rik? Tumben malam-malam telepon? Apa ada sesuatu yang terjadi pada Melda?" Tanya Andra.

__ADS_1


"Bisakah kak Andra datang kerumah sakit sekarang? Ada hal penting yang harus kakak ketahui" jawab Riko. Riko sengaja tidak memberitahukan langsung karena tidak ingin Andra panik dan bisa berbahaya saat berkemudi.


"Baiklah" jawab Andra tanpa menanyakan apapun karena Andra tahu Riko tidak akan menyuruhnya jika tidak ada hal yang sangat penting.


Setelah panggilan terputus, Riko memutuskan untuk duduk di kursi tunggu seraya menunggu kedatangan Andra. Setelah hampir 20 menit menunggu, akhirnya Andra sampai dengan baju casualnya. Sangat terlihat tampan.


"Rik" panggil Andra saat melihat Riko duduk seraya memainkan ponselnya.


"Kak ayo masuk" ajak Riko dan Andra pun hanya menurut meskipun pikirannya sudah tidak enak.


"Kak Andra sini" panggil Imelda seraya melambaikan tangannya menyuruh Andra mendekat. Andra pun lagi-lagi menurut, Andra tidak bisa melihat siapa yang sakit karena banyak suster juga dokter yang mengelilingi ranjang pasien bahkan wajah mereka terlihat sangat putus asa.


"Sayang" panggil Andra lirih dan tak hentinya Andra mencium tangan Nesya yang tidak terkena infus. Dan benar apa yang dikatakan dokter Danang, Nesya perlahan membuka matanya setelah kedatangan Andra. Nesya pun tersenyum lemah.


"Aku mencintaimu" ucap Nesya lirih.


"Aku lebih mencintaimu" jawab Andra cepat dan Nesya pun tersenyum.

__ADS_1


"Kenapa kau menangis?" Tanya Nesya seraya mengusap air mata Andra.


"Tidak. Aku tidak menangis" jawab Andra seraya tersenyum lembut.


"Aku mencintaimu, aku sangat menyayangimu, aku titip ibu. Aku pamit aku harus pergii. Jangan menangis. Aku sangat mencintaimu" nada bicara Nesya semakin melemah hingga membuatnya langsung kehilangan kesadaran.


"Tidak kau tidak boleh pergii. Dok tolong kekasih saya. Dek tolong kakak iparmu" ucap Andra panik dengan air mata tidak berhenti menetes.


Dokter Danang pun memeriksa Nesya. Semua yang ada di ruangan tersebut menjadi sangat panik karena Nesya kehilangan kesadaran. Dokter Danang pun menggeleng kemudian menyuruh suster untuk melepaskan alat yang melekat di tubuh Nesya.


"Maaf tuan. Kita hanya perlu mendoakan agar nona Nesya diterina disisi Nya." Ucapan Dokter danang berhasil membuat Riko, Imelda dan Andra terkejut.


Andra langsung memeluk Nesya dengan sangat erat. Begitu juga dengan Riko yang langsung memeluk Imelda yang sudah menangis sesenggukan.


"Kenapa kau meninggalkanku? Kau bilang padaku akan menikah denganku dan mempunyai anak-anak yang sangat lucu. Kau juga berjanji padaku akan menemaniku sampai rambutku memutih. Kau mengingkari semua ucapanmu" ucap Andra yang terdengar sangat memilukan. Semua orang yang ada diruangan tersebut pun ikut sedih saat mendengar setiap ucapan Andra.


🌼🌼

__ADS_1


Hai readerss😚Maaf author cuma bisa up 2 dulu soalnya author sakit, sinyal nya juga susah bangett😭Jadi maafin author yaa. Doa.in author cepet sembuh biar author bisa crazy up🤗


__ADS_2