Doctor Vs CEO

Doctor Vs CEO
Eps. 129


__ADS_3

"Kenapa kau meninggalkanku? Kau bilang padaku akan menikah denganku dan mempunyai anak-anak yang sangat lucu. Kau juga berjanji padaku akan menemaniku sampai rambutku memutih. Kau mengingkari semua ucapanmu" ucap Andra yang terdengar sangat memilukan. Semua orang yang ada diruangan tersebut pun ikut sedih saat mendengar setiap ucapan Andra.


Imelda pun mendekati Andra, mencoba untuk menenangkan sang kakak. Sedangkan Riko memutuskan untuk keluar dan menghubungi keluarga nya karena tidak mungkin menyembunyikan berita duka seperti ini meskipun mereka belum mengenal sosok Nesya.


"Halo pa" sapa Riko pada Heru yang sudah menerima panggilan nya.


"Hallo nak, apa terjadi sesuatu?" Tanya Heru mengandung sedikit nada cemas didalamnya.


"Iya pa. Maaf mengganggu waktu istirahat papa. Riko hanya ingin memberitahukan berita duka pa" ucap Riko.


"Berita duka apa nak?" Tanya Heru panik sedangkan Sandra yang tidak mendengar pembicaraan mereka pun bertanya-tanya apa yang membuat suaminya panik.


"Kekasih kak Andra meninggal pa. Dan ini Melda berusaha menenangkan kak Andra dirumah sakit" jawab Riko.

__ADS_1


"Baiklah papa akan kesana sekarang" jawab Heru dan langsung memutuskan sambungan telepon nya.


"Apa yang terjadi pa?" Tanya Sandra panik.


"Kita harus kerumah sakit sekarang ma. Kekasih Andra meninggal baru saja Riko memberi tahu papa" jawab Heru dan langsung mengajak Sandra untuk berganti pakaian.


Sandra pun terkejut saat mendengar berita tersebut. Meskipun Sandra belum tau siapa sosok kekasih Andra tapi Sandra tidak akan menanyakannya sekarang karena itu bukan waktu yang tepat.


Heru dan Sandra langsung kebawah tidak lupa Heru juga sudah menghubungi Alvian untuk ikut kerumah sakit.


Heru dan Sandra langsung masuk dan Alvian pun juga sudah ada disana. Sandra menitikkan air mata nya, tidak menduga bahwa putra sulung nya yang selalu terlihat kuat kini benar-benar rapuh karena ditinggal sang kekasih.


Andra terus menangis sambil memeluk jenazah Nesya meskipun dokter sudah berkali-kali membujuk Andra untuk membiarkan jenazah Nesya dibersihkan sebelum dibawa pulang dan disemayamkan.

__ADS_1


"Nakk" panggil Sandra seraya berjalan mendekati Andra. Andra pun menoleh sekilas dan air mata kembali menetes di pipinya.


"Lihatlah menantu mama sangat cantik tapi dia mengingkari janjinya pada Andra ma," jawab Andra dan semua orang pun tak kuasa menahan tangisnya.


"Biarkan kekasihmu tenang nak" ucap Sandra dan memeluk Andra. Sandra melihat Nesya, meskipun pucat tapi tetap cantik.


"Sayang, lihatlah, mama dan papa ku ada disini. Maaf karena aku mempertemukan kalian. Cepatlah bangun dan kita akan menikah secepatnya" ucap Andra dan Heru yang sudah tidak bisa menahan nya pun langsung menarik Andra dibantu oleh Alvian.


"Andra cukup" bentak Heru meskipun air mara menetes di pipi nya. Heru langsung memeluk Andra.


Andra pun langsung terduduk lemas karena jenazah Nesya yang sudah mulai dibawa oleh para perawat. Lelaki yang sangat kuat kini terlihat lemah.


"Ini salah Andra pa, Andra tidak tahu kalau kekasih Andra sedang berjuang untuk hidup, Andra bodoh pa" ucap Andra dengan tatapan yang kosong. Imelda pun terus menangis saat melihat kondisi Andra.

__ADS_1


"Ini semua takdir" jawab Heru seraya menepuk punggung Andra pelan.


__ADS_2