Doctor Vs CEO

Doctor Vs CEO
Eps. 288-S2


__ADS_3

Mentari kembali menampakkan sinarnya, menyapa makhluk bumi yang baru saja kembali dari alam mimpi. Embun membasahai dedaunan, seolah menyejukkan bagi mata yang melihatnya. Terasa asri dan sejuk tanpa polusi. Tapi entah nanti siang, setelah embun hilang dan akan digantikan polusi kendaraan yang berbauran.


Sebenarnya ini bukan hari libur, atau akhir pekan. Tapi keluarga ini sudah berkumpul dirumah untuk menyambt menantunya. Menyiapkan banyak makanan dan sambutan untuk menghibur sang menantu.


Begitu juga dengan dirumah sakit, dua pelayan wanita yang diperintahkan untuk membantu berkemas dan bersiap pulang.


"Sayang aku bisa berjalan" Gibran tak menggubris ucapan sang istri. Tetap membopong tubuh yang semakin kurus itu menuju loby rumah sakit dimana mobil yang menjemput mereka sudah menunggu disana.


"Katakan padaku jika ada yang terasa sakit" meskipun Jasmine mengerucutkan bibirnya, tapi Jasmine tetap mengangguk dan mengalungkan tangannya di leher suaminya.


Setelah menurunkan dan memposisikan istrinya duduk dengan nyaman, Gibran langsung menyusul masuk. Mendudukan diri disamping sang istri dan meraih kepala istrinya kemudian direbahkan dibahunya. Sedangkan dua pelayan tadi sudah menaiki mobil yang ada dibelakang mereka.


"Jalan pak" supir mengangguk, segera menancap gas keluar dari kawasan rumah sakit.


Setelah melewati perjalanan panjang, tidak terlalu ramai karena ini memang jam kerja. Jadi tak butuh waktu lama untuk sampai dirumah. Hanya butuh tiga puluh menit dan akhirnya mobil yang mereka tumpangi masuk kedalam gerbang rumah mereka.


Terlihat sudah ada banyak orang yang berdiri didepan pintu hanya untuk menunggu mereka dan menyambut kedatangan mereka.

__ADS_1


"Biar sama mommy saja" Gibran hanya mampu menggelengkan kepalanya saat sang mommy langsung meraih Jasmine dari pelukannya yang baru saja turun dari mobil.


"Bisa jalan kan sayang?" Tanya mommy yang terlihat dijawab anggukan oleh Jasmine.


Gibran langsung menuju ruang keluarga dimana para pria terlihat berkumpul disana. Sedangkan para wanita terlihat mengikuti istrinya yang dibawa mommy kedalam kamar.


Sedangkan dikamar, Jasmine merasa dikelilingi malaikat. Semua orang dikamar sangat perhatian padanya. Ia emrasa buah kesabaran yang ia tanam sejak dirumahnya dulu kini membuahkan hasil. Ia dikelilingi para orang tua yang sama sekali tidak memperdulikan asal-usulnya.


"Jasmine mau makan apa?" Jasmine hanya mampu menggeleng dan tersenyum, entah sudah berapa pertanyaan yang sama yang sudah ia dengar.


"Jangan banyak gerak dulu ya Jasmine"


"Jangan angkat berat dulu, jika buruh sesuatu segera minta tolong orang lain yang ada disekitarmu"


"Semua sudah digariskan Jasmine, jangan bersedih"


"Kita semua menyayangimu"

__ADS_1


"Tidak ada yang membencimu"


Tanpa sadar air mata Jasmine menetes. Tidak menyangka bahwa dirumah ini semua orang baik.


"Mom, Alesha dan Chayra mana?" Tanya Jasmine pada Imelda yang duduk disampingnya.


"Ara sidang skripsi dikampus, kalau Alesha sepertinya baru menuju kesini" jawab mommy.


"Iya, Alesha sedang perjalanan kemari bersama Leo" sahut tante Vani dan tersenyum


"Jika nanti Alesha sudah sampai, kalian jangan saling menyalahkan diri sendiri ya. Semua kecelakaan, tidak ada yang salah" ucap mommy seraya mengelus rambut panjang Jasmine yang memang terlihat lebih kusut.


"Jangan menangis terus Nak, lihatlah kau jelek sekali. Cepat sembuh, grandma akan meminta pegawai salon kemari dan melakukan spa untukmu. Jadi Gibran bisa langsung tancap gas dan merasa puas akan penampilanmu" semua tertawa mendengar ucapan grandma Sandra, sedangkan Jasmine hanya menundukkan kepalanya malu.


♡♡♡♡♡♡♡


HAII HAIIII

__ADS_1


TAP PROFIL AUTHOR YUK, DAN LIHAT APA YANG BARU🥰


OH IYA SILAHKAN GABUNG GROUP CHAT!!! AUTHOR TUNGGU YAAA!! GAADA SYARATNYA KOK😘


__ADS_2