
Tidak terasa hari sudah mulai larut, para tamu pun juga sudah pulang begitu juga dengan Dinda dan Vani. Kini Riko sedang berbaring di samping Imelda seraya tangannya mengelus perut Imelda. Senyuman pun tak pernah hilang dari bibir nya. Riko masih takjub pada dirinya yang bisa memberikan malaikat kecil di perut istrinya.
"Terima kasih sayang" lagi-lagi kata itu yang muncul dari bibir Riko hingga membuat Imelda gemas dengan tingkah suaminya.
"Sayang. Aku mau peluk" sepertinya ini cara ampuh agar Riko menghentikan elusannya di perut Imelda. Bukan karena tidak mau, hanya saja Imelda merasa geli saat Riko terus-terusan mengelus perut nya.
"Tentu sayang" jawab Riko dan langsung mendekap Imelda dengan hati-hati karena takut anak nya tertekan. Sangat berlebihan bukan? bahkan anak nya saja baru sebiji kacang Riko sudah berlebihan seperti itu. Huh dasar Riko.
Imelda pun tersenyum, tidak lama matanya terpejam. Entah kenapa pelukan suaminya bisa senyaman ini. Riko yang melihat istrinya sudah tidur pun mencium kening Imelda dan perut datar Imelda kemudian langsung menyusul istrinya kedalam mimpi.
...
Pagi menjelang, Riko yang baru saja bangun tidak mendapati istrinya. Dengan wajah panik, Riko menyusuri setiap sudut kamar berharap istrinya masih ada didalam kamar tapi hasilnya nihil. Bahkan di kamar mandi pun kosong tidak ada siapa pun. Dengan masih memakai piyama tidurnya, Riko bergegas keluar kamar kemudian menuruni tangga.
Hatinya lega saat mendapati istrinya sedang di meja makan masih berpakaian piyama dan rambut dijedai dengan nasi goreng didepannya, entah jam berapa Imelda bangun bahkan ini masih jam setengah 6 pagi tapi istrinya sudah makan dengan lahapnya.
"Sayang" panggil Riko hingga membuat Imelda tersedak.
__ADS_1
Uhuk uhuk
Riko langsung mengambil air dan membantu Imelda minum kemudian mengelus punggung Imelda lembut.
"Sayang, maaf tidak membangunkanmu" ucap Imelda tergambar rasa bersalah diwajahnya.
"Tidak apa sayang. Apa istriku sangat lapar sehingga sudah makan sepagi ini?" goda Riko kemudian mengacak rambut Imelda gemas.
"Iya aku sangat lapar jadi aku bangun dan membuat makanan sendiri karena tidak tega untuk membangunkanmu atau pun yang lain" jawab Imelda kemudian melanjutkan makannya.
"Lain kali jika butuh sesuatu bicara padaku sayang. Aku akan menuruti apapun yang kamu inginkan selama itu positif" jawab Riko lembut.
"Sekarang ayo lanjutkan makanmu" ucap Riko yang diangguki oleh Imelda.
Imelda pun langsung kembali meraih sendoknya dan diisi nya dengan nasi goreng buatannya kemudian melahapnya. Riko yang melihat istrinya makan seperti itu pun gemas. Dengan perlahan, Riko memajukan wajahnya saat melihat nasi yang tersisa dibibir Imelda. Riko langsung mengecupnya, Imelda mengerjapkan matanya saat merasakan bibir suaminya sudah menempel di bibirnya. Bukan pertama memang, tapi Imelda masih saja gugup.
Ehemm
__ADS_1
Suara deheman berhasil menyadarkan keduanya. Keduanya bahkan tampak salah tingkah dan malu tentunya karena ketahuan mesum di meja makan.
"Apa mama mengganggu?" nahh ternyata yang berdehem adalah Sandra. Sandra mengedipkan sebelah matanya pada Imelda yang terlihat gugup.
"Em ti tidak ma" jawab Imelda gugup dengan wajah memerah.
"Apa kamu sudah sehat nakk?" tanya Sandra mengalihkan pembicaraan karena tidak tega melihat wajah malu Imelda dan juga Riko yang menunduk.
"Melda sudah sehat kok ma" jawab Imelda seraya tersenyum meskipun masih sedikit salah tingkah.
"Kalo ada yang sakit bilang sama mama ya nakk" ucap Sandra yang diangguki Imelda.
"Nakk Riko" panggil Sandra pada Riko yang terus menunduk.
"Em iya ma" jawab Riko sedikit canggung.
"Tidak papa. Tidak usah malu. Mama juga pernah muda kok" goda Sandra dan lagi-lagi wajah Riko dan Imelda memerah.
__ADS_1
"Eh iya ma" jawab Riko seraya menggaruk rambutnya yang sama sekali tidak gatal itu.