
Kembali ke kantor dengan tentengan kresek minimarket berisi pesanan baby Gibran Selly berhasil membuat pandangan karyawan kantor tertuju padanya. Karena ini jam istirahat tidak heran jika banyak karyawan yang berkeliaran diloby kantor. Mengetuk pintu ruangan Riko perlahan, Selly langsung masuk setelah dipersilahkan masuk oleh Riko.
"Aaaa Elly" baby Gibran langsung berteriak dan berlari menuju Selly yang baru saja masuk.
"Gibran, panggilnya Onty ya" Tegur Riko dan baby Gibran pun mengangguk kemudian baby Gibran langsung merebut tentengan yang dibawa Selly.
"Aaci onty" (Makasih onty) Selly tersenyum dan mengusap lembut rambut baby Gibran.
"Adyy mamam" Baby Gibran menyodorkan susu pada Riko untuk meminta dibukakan.
"Duduk sini" baby Gibran mengangguk dan langsung duduk ditempatnya tadi sedangkan Riko duduk di sofa. Semenjak kehadiran baby Gibran di kantor, Riko mendokerasi ruangannya agar baby Gibran merasa nyaman.
"Pak, kita ada meeting setelah jam istirahat" ucapan Selly membuat Riko menatap Selly sejenak dan kembali fokus pada baby Gibran.
"Kau siapkan saja semuanya"
"Baik, saya permisi" jawab Selly dan langsung berlalu keluar.
__ADS_1
Jam istirahat sudah selesai, Riko bersiap untuk pergi meeting dan sebelum itu Riko mengganti pakaian baby Gibran yang terkena noda susu. Mengganti baju dan pempers baby Gibran seolah sudah menjadi kebiasaan Riko.
Berjalan keluar ruangan dengan menggendong baby Gibran, membuat Selly terkejut "Apa bapak akan pulang?" tanya Selly.
"Bukankah katamu saya ada jadwal meeting?" Riko menatap Selly yang sedikit gugup.
"T-tapi baby Gibran?" tanya Selly terbata.
"Dia akan ikut, cepat siapkan semuanya karena setelah ini saya masih ada acara" Selly dengan cepat langsung menyiapkan dokumen untuk meeting sedangkan Riko sudah berjalan terlebih dahulu.
Selama menuju keruang meeting baby Gibran hanya diam dan menunjukkan wajah datarnya. Sesekali dirinya akan menepuk-nepuk dada Riko.
"Pak, apa tidak apa jika anak anda ikut kedalam ruang meeting? bagaimana nanti jika membuat keributan?" baru saja Riko mendudukkan baby Gibran dikursi yang ada disampingnya, salah satu anggota dewan sudah mengomentari keputusannya.
"Apa ada yang salah? saya yang akan bertanggung jawab jika anak saya membuat keributan" Riko menjawab dengan tegas dan sorot mata yang tajam.
"Tapi-" belum sampai anggota dewan itu meneruskan ucapannya, Riko sudah memotongnya.
__ADS_1
"Selly silahkan" Ucap Riko menyuruh Selly untuk membuka rapat.
Rapat berlangsung hikmat, dugaan salah satu anggota dewan pun tidak terjadi. Baby Gibran hanya diam duduk seraya memperhatikan Riko yang memimpin rapat dengan sangat gagah. Para anggota rapat yang lainnya dibuat kagum dengan baby Gibran yang sama sekali tidak membuat ulah padahal rapat sudah berlangsung hampir dua jam.
"Baiklah meeting kita cukup sampai disini, terima kasih" Setelah menutup meeting, Riko langsung menggendong baby Gibran dan emmbawanya keluar dari ruang meeting. Karena hari ini adalah hari dimana peresmian hotel yang dimiliki baby Gibran, Riko langsung mengajak baby Gibran untuk keluar restoran.
Mendudukkan baby Gibran di carseat, Riko kembali memutari mobil untuk duduk dikursi kemudi. Menancap pedal gas Riko menuju universitas dimana Iemlda melakukan seminar. Hanya butuh waktu 20 menit akhirnya Riko sampai di universitas kedokteran itu. Imelda yang melihat mobil Riko baru saja berhenti langsung berjalan mendekat dan duduk dikursi belakang disamping baby Gibran.
"Hai anak mommy" Imelda langsung mencium baby Gibran bertubi-tubi.
"Daddy juga mau" goda Riko dengan ekspresi wajah yang dibuat kesal.
Imelda tersenyum dan mencodongkan tubuhnya kemudian mencium pipi kiri Riko, baby Gibran tertawa melihat tingkah kedua orangtuanya. Riko langsung menyalakan mobil dan kembali membelah jalanan untuk menuju hotel. "Apa kalian sudah makan siang?" Mendengar pertanyaan Imelda, Riko menggeleng sedangkan baby Gibran mengangguk.
"Sayang makan apa?" tanya Imelda pada baby Gibran.
"Ogut" jawab baby Gibran tanpa mengalihkan pandangannya dari mainan yang ada ditangannya.
__ADS_1
"Tadi dia meminta Selly untuk membelikan susu dan Yogurt" penjelasan Riko membuat Imelda tersenyum dan mengusap rambut baby Gibran.
"Sayang sebaiknya kita mampir kerestoran terdekat untuk makan siang" ucapan Imelda diangguki oleh Riko.