Doctor Vs CEO

Doctor Vs CEO
Eps. 35


__ADS_3

"Emm tuan sekretaris, bolehkah saya ikut dengan anda?" Ucap Imelda hingga membuat Riko terkejut.


"Untuk apa?" Tanya Riko dingin dengan sorot mata tajam hingga membuat Imelda meneguk ludahnya kasar.


"Emm anu.." jawab Imelda gugup


"Cepat katakan" Ucap Riko sedikit membentak dan Imelda yang baru sekali ini dibentak Riko pun langsung menundukkan kepala nya dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


"Bos bisakah anda sabar sedikit, lihatlah dia menjadi ketakutan saat melihat cara bicara mu" bisik Cleo pada Riko


Riko yang mendengar bisikan Cleo pun sadar, dia mencoba mengendalikan rasa cemburu nya yang berujung kemarahan itu.


Riko menarik kembali Imelda dalam dekapannya.


"Maafkan aku, aku tidak sengaja" Ucap Riko pada Imelda


Tidak mendengar jawaban Imelda, Riko perlahan melepaskan pelukannya dan mengangkat dagu Imelda untuk mensejajarkan pandangannya.

__ADS_1


Riko menatap intens manik mata kecoklatan yang sudah berkaca-kaca itu. Rasa bersalah menyelimuti nya, Riko kembali menarik Imelda kedalam pelukannya untuk menenangkannya.


"Sekali lagi maafkan aku, aku benar-benar tidak sengaja, Kau mau apa? Mengapa kau mau ikut Cleo?" Tanya Riko beruntun seraya melepas kembali pelukannya.


"Emm saya..." belum sampai Imelda menyelesaikan ucapan nya, terdengar suara aneh dari diri Imelda.


"Krukk krukk" suara perut Imelda yang terdengar cukup nyaring. Untungnya disana hanya ada mereka dan Cleo juga ketiga pegawai yang terduduk lemas dilantai.


Riko dan Cleo yang mendengar suara itu pun terkejut. Riko berusaha menahan tawanya, sedangkan Cleo sudah tidak bisa menahan tawa nya. Jangan tanyakan Imelda, Imelda sudah bersembunyi di balik punggung kekar Riko untuk menutupi rasa malunya.


"Cleo diam! Apa kau mau gaji mu bulan ini tinggal 10%" Ancam Riko.


"Cih, senjata mu cuma bisa mengancam" gumam Cleo pelan tapi tetap bisa didengar oleh Riko.


"Apa hobimu sekarang mengumpatiku" Tanya Riko santai.


"Emm maaf bos." Jawab Cleo berusaha meredam tawa nya.

__ADS_1


"Cepat beli kan makanan yang banyak untuk calon istriku. Pastikan makanan itu bergizi dan higienis" Titah Riko pada Cleo.


"Kak, sebaiknya saya membeli nya sendiri. Kasian Tuan sekertaris, lagi pula dia juga masih mempunyai urusan dengan mereka" Ucap Imelda yang masih setia berdiri dibelakang Riko. (Mereka yang dimaksut adalah ketiga pegawai yang duduk lemas di lantai)


Riko yang mendengar ucapan Imelda pun membalikkan badannya. Dan kini tidak ada jarak lagi diantara mereka. Perlahan Imelda mundur tapi langkah nya terhenti saat Imelda terbentur pintu lift.


"Apa aku salah bicara, kenapa dia menjadi seperti ini, bahkan tatapan nya seperti ingin membunuhku" Batin Imelda ketakutan.


"Biar Cleo yang membelinya. Sekarang kau ikut aku ke atas dan menunggu makanan mu datang di ruanganku. Tidak ada penolakan" Ucap Riko tegas.


"Bos. lalu bagaimana dengan ketiga orang itu" Tanya Cleo seraya menunjuk ketiga orang dilantai itu.


"Kau beli makanan dulu, setelah itu kau bisa mengurusnya" Jawab Riko tanpa menoleh ke belakang.


"Baik bos" Ucap Cleo lega. Setidaknya, sambil menunggu pesanan bosnya siap, jadi dia bisa menunggunya dengan makan siang. Karena cacing di perutnya sudah memulai konser.


Cleo pun bergegas keluar dari perusahaan. Setelah kepergian Cleo, Riko menarik Imelda untuk masuk kedalam lift untuk menuju ke lantai 15 tempat ruangan Riko berada.

__ADS_1


__ADS_2