
Setelah selesai mandi, Imelda langsung mencari pakaian santainya.
Imelda melihat ada bingkisan diatas ranjang. Imelda membukanya dan melihat ada 2 pasang baju santai. Imelda sama sekali tidak tahu kapan suami nya itu menyiapkan itu.
Imelda langsung menggunakan pakaiannya. Kini Imelda sedang duduk dikursi rias memandangi dirinya dari cermin.
"Astaga" ucap Imelda terkejut saat melihat banyak tanda merah karena ulah Riko.
Imelda pun menatap sinis Riko yang sedang duduk disofa. Riko yang merasa ditatap pun menoleh dan tersenyum tanpa menunjukkan rasa bersalahnya.
Imelda langsung berdiri kemudian berjalan untuk mengambil koper. Riko hanya memperhatikan gerak-gerik Imelda yang sudah mengacak-acak isi koper.
"Ihh Dimana sih" Gerutu Imelda.
"Kau mencari apa sayang?" tanya Riko seraya berjalan menghampiri Imelda.
"Syal" Jawab Imelda singkat tanpa menoleh kearah Riko.
"Untuk apa?" Tanya Riko heran.
"Untuk menutupi ini" Jawab Imelda seraya menunjuk lehernya.
"Tidak usah ditutup sayang. Itu sebuah karya." Jawab Riko santai.
"Bagaimana tidak ditutup? Aku malu jika harus keluar dengan kondisi seperti ini" jawab Imelda
"Kita tidak akan kemana-mana sayang. Kita seharian akan terus dikamar" Jawab Riko hingga membuat Imelda langsung menoleh kearah Riko.
"Apa maksutmu?. Mama dan papa juga yang lainnya pasti sudah menunggu dibawah" Ucap Imelda.
__ADS_1
"Mereka sudah pulang sayang" jawab Riko tenang.
"Kapan mereka pulang?" tanya Imelda menyelidik.
"Tadi pagi mereka langsung pulang. Mama yang mengirim pesan padaku" Jawab Riko.
"Kenapa mereka tidak mengirim pesan padaku?" Tanya Imelda.
"Apa kau sudah mengecek ponselmu?" Tanya Riko karena memang Riko belum melihat Imelda membuka ponselnya.
"Belum" Jawab Imelda kikuk.
Riko pun hanya menggelengkan kepalanya dan mengacak rambut Imelda gemas.
"Aku lapar" Ucap Imelda manja pada Riko.
"Aku sudah memesan makanan sayang. Sebentar lagi juga akan sampai" Jawab Riko dan ikut duduk Imelda ditepi ranjang.
Imelda menoleh kearah sprei mencari bercak darah tapi dia sudah tidak menemukannya.
"Siapa yang membersihkannya?" tanya Imelda heran
"Petugas kebersihan hotel lah sayang" Jawab Riko enteng.
"Kapan mereka membersihkannya?" Tanya Imelda terkejut. Karena memang sedari tadi Imelda tidak mendapati petugas hotel membersihkan kamarnya.
"Tadi waktu kita mandi sayang" jawab Riko hingga membuat Imelda membelalakkan matanya.
"Apa?" Ucap Imelda dengan wajah yang sudah memerah.
__ADS_1
"Tenang sayang. Mereka tidak akan mendengar erangan kita dikamar mandi karena kamar mandi nya kedap suara" Jawab Riko tapi lagi-lagi membuat wajah Imelda memerah sedangkan Riko yang melihat reaksi Imelda pun terkikik.
Saat ditengah-tengah perbincangan mereka, mereka terhenti saat ada suara ketukan pintu.
Setelah membuka pintu, tidak lama Riko kembali dengan makanan yang sudah penuh didorongannya.
Imelda pun menatap heran dengan makanan tersebut. Pasalnya, makanan tersebut hanya ada satu sendok lalu bagaimana mereka memakannya sedangkan mereka berdua.
"Sini sayang" Panggil Riko yang sudah duduk di sofa.
"Kenapa hanya ada satu sendok?" tanya Imelda seraya melihat makanan tersebut.
"Aku ingin disuapi sayang" Jawab Riko manja.
"Apa" ucap Imelda terkejut.
"Kenapa sayang?" tanya Riko.
"Tidak ada" jawab Imelda dengan senyuman terpaksanya.
Riko pun hanya tersenyum penuh kemenangan.
Setelah selesai makan siang mereka, Riko menghubungi petugas untuk membersihkan sisa makanan mereka.
Sedangkan Imelda langsung berdiri dan berjalan menuju balkon. Imelda menatap kagum dengan pemandangan dari atas gedung hotel.
Imelda memejamkan matanya dan menopang tubuhnya dengan kedua tangannya yang berpegangan pada pembatas balkon.
Perlahan ada tangan yang menyusup dari belakang dan memeluknya. Imelda pun hanya tersenyum dan kembali memejamkan matanya.
__ADS_1
"Kapan kita akan pulang?" Tanya Imelda
"Besok sayang. Aku masih ingin berlama-lama denganmu hari ini" Jawab Riko sembari mengigit pelan telinga Imelda hingga membuat Imelda bergidik.