
Jam menunjukkan pukul empat sore, kegiatan panas Imelda dan Riko pun baru saja selesai. Riko langsung membopong Imelda dan membawanya kekamar mandi.
"Eh eh" Imelda terkejut saat Riko ikut masuk kedalam kamar mandi dan mengunci pintunya.
"Tenanglah sayang, hanya mandi oke" Seakan tau apa yang ada dipikiran sang istri, Riko langsung meluruskan.
Imelda merasa lega, setidaknya dia tidak mengulang kegiatan yang benar-benar menguras tenaganya tadi.
Setelah selesai mandi dan berganti pakaian, Imelda dan Riko keluar untuk.pulang. Sesampainya diluar, mereka melihat Selly yang juga akan pulang.
Melihat jika pakaian sang bos dan istrinya ganti, Selly mencoba menahan tawanya. Kini dia sudah mengerti apa yang dilakukan bosnya jika berduaan bersama sang istri didalam.
"Mari mbak" sapa Imelda.
"Iya bu" balas Selly sopan.
Setelah kepergian Imelda, Selly sudah tidak bisa menahan tawanya.
"Apa yang kau tertawakan?" Cleo yang baru saja keluar dari ruangannya bertanya pada Selly yang cekikian itu.
__ADS_1
"Hah? Tidak pak. Mari" dengan gerakan cepat, Selly langsung berlari agar Cleo tidak mencurigainya.
"Dasar aneh" gumam Cleo menatap kepergian Selly.
Sedangkan didalam mobil, Imelda dibuat bingung karena arah mobil Riko berlawanan dengan arah jalan untuk menuju rumah utama keluarga Gunawan.
"Kita mau kemana sayang?" Imelda memutuskan untuk bertanya karena dia sudah tidak bisa memendam rasa penasarannya.
"Pulang sayang, kita mendapat undangan makan malam dari Cleo bersama mama Dian dan papa Tomi jadi kita langsung kerestorannya saja nanti papa dan mama menyusul"
"Lalu Gibran?" Tanya Imelda.
"Tenanglah sayang, mama tadi bilang jika sudah membawa baby Gibran pulang jadi kita akan bertemu baby Gibran nanti direstoran." penjelasan dari Riko membuat Imelda mengerti.
"Permisi, dengan Tuan Riko dan Nona Imelda?" tanya salah satu pelayan yang sudah menyambut mereka didepan pintu.
"Ya" jawab Riko tanpa ekspresi sedangkan Imelda terus memandangi belakang berharap jika mertua nya segera datang dan membawa Gibran. Sehari tidak bertemu, rasanya ada yang kurang dihari Imelda.
"Mari saya antar" pelayan tersebut langsung berjalan dan diikuti oleh Imelda dan Riko.
__ADS_1
Hampir satu jam mereka menunggu, akhirnya Dian dan Tomi datang dengan baby Gibran yang berada digendongan Tomi. Melihat daddy dan mommy nya baby Gibran langsung menangis.
"Dia sangat rindu pada kalian, tadi dirumah dia terus melihat foto kalian" penjelasan Dian membuat Imelda merasa bersalah.
"Maaf merepotkan mama dan papa" ucap Imelda dan menggendong baby Gibran.
"Tidak papa sayang, mama senang bisa menjaga baby Gibran" jawab Dian dan mengelus kepala Imelda.
"Anak daddy apa kau tidak merindukan daddy?" baby Gibran tidak menggubris ucapan Riko, dia yang sedang menyusu tangannya sibuk menggapai wajah Imelda.
Riko yang gemas langsung mencium pipi baby Gibran dan alhasil Riko mendapat semprotan sedikit asi dari Imelda.
"Yahhh, daddy kena" ucap Riko dan mengundang tawa semua orang.
"Apa Cleo belum datang?" pertanyaan Tomi membuat Riko baru sadar jika yang mempunyai acara belum kelihatan batang hidungnya.
"Belum pa" jawab Riko seraya mengedikkan bahu.
"Sebenarnya ada apa sampai Cleo mengundang kami untuk makan malam?" tanya Tomi penasaran.
__ADS_1
Baru saja akan menjawab, yang punya acara sudah datang dengan nafas tersengal.
"Maaf saya terlambat" ucap Cleo dengan tersenyum kikuk.