Doctor Vs CEO

Doctor Vs CEO
Eps. 275-S2


__ADS_3

"Nyenyak tidurnya?" Marcell melonjak, saat dirinya sedang membenarkan posisi Chayra, para ibu-ibu sudah berbaris rapi disana.


"Em, selamat pagi" ucap Marcell kikuk dan menepuk pelan Chayra untuk membangunkannya dan membantunya terbebas dari para ibu-ibu itu.


"Sepertinya kalian sudah tidak bisa menahannya, bagaimana jika kalian menikah saja?" Tanya Vira, sepupu Riko.


"Mau" jawab Marcell spontan dan langsung menutup mulutnya. Para ibu-ibu yang awalnya berakting marah pun tidak kuasa menahan tawanya.


"Sudah-sudah cepat cuci muka lalu sarapan" ucap Sandra dengan tongkat yang membantunya berjalan.


Semua menuju meja makan, Marcell langsung membangunkan Chayra, Dareen dan Agatha. Berlalu kekamar masing-masing untuk membersihkan wajah dan gosok gigi.


"Kak Elard" teriak Chayra saat sesampainya dikamar dan mengecek ponselnya.


"Ada apa sih Ra?" Tanya Agatha yang baru saja keluar dari kamar mandi.


"Lihat" Chayra meyodorkan ponselnya, memperlihatkan kepada Agatha tentang gambar yang dikirim oleh Elard di grup chat keluarga.


"Ara, ayo turun" Chayra dan Agatha menoleh kearah pintu, terlihat Sareen yang memanggilnya untuk sarapan.


"Ehh Sareen, sini masuk dulu" bukannya turun, Chayra malah menarik tangan Sareen untuk masuk kedalam kamarnya. Agatha diam, terus menundukkan kepalanya saat didepannya kini adalah calon iparnya.


"Hai Agatha" Sareen melambaikan tangannya, menyapa kekasih kembarannya.


"Sareen, aku.." belum sampai Chayra menyelesaikan ucapannya, terdengar suara ketukan pintu dari luar.

__ADS_1


"Ara ayo turun kebawah dan sarapan" ucap Jasmine dari luar. Chayra menghela nafasnya, langsung berdiri dan mengajak Agatha dan Sareen untuk keluar dan turun kebawah.


"Kakakk pucat sekali" ucap Chayra saat melihat wajah pucat sang kakak ipar.


"Mungkin kakak hanya kurang tidur, ayo turun" jawab Jasmine tersenyum.


"Ayo Sareen, Agatha, kita turun" Agatha dan Sareen mengangguk bersamaan, mengikuti langkah Jasmine dan Chayra yang berjalan didepan mereka.


"Wahh ramai sekalii" celetuk Chayra saat tiba dimeja makan dan terlihat semua sudah berkumpul.


"Sayang kau tidak apa?" Gibran menarik kursi untuk istrinya, melihat wajah istrinya yabg terlihat pucat.


"Aku tidak apa, huekk" Jasmine mual, menutup mulutnya.


"Ah maaf" merasa tidak sopan, Jasmine langsung berlari menuju kamar mandi yang ada didekat dapur.


"Sayang kenapa?" Setelah Jasmine lebih baik, Gibran langsung memeluk tubuh istrinya, memberi kenyamanan lewat rengkuhan hangatnya.


"Aku tidak apa, entah kenapa aku mual saat mencium bau ikan" Jelas Jasmine.


"Apa yang terjadi sayang?" Tanya Imelda yang berdiri didepan pintu kamar mandi.


"Jasmine mual karna mencium bau ikan ma" jawab Gibran.


"Wahh, kabar baik nih. Sekarang ayo kembali ke meja makan. Mama akan menyingkirkan ikannya, nanti setelah makan biar diperiksa sama mama Dinda" Imelda langsung mengambil alih Jasmine dari pelukan Gibran, menuntunnya kemeja makan lalu mendudukkannya disampingnya.

__ADS_1


Gibran yang bingung hanya menggaruk tengkuknya, mengikuti langkah mommy dan istrinya yang sudah lebih dulu.


"Mana ada orang mual dibilang kabar baik" lirih Gibran masih dengan wajah bingung.


Gibran kembali terkejut saat setibanya dimeja makan istrinya duduk disamping sang mommy.


"Mom, kenapa Jasmine disitu?" Tanya Gibran mengerucutkan bibirnya.


"Mommy harus memperhatikan makanan menantu mommy, jadi jangan protes" Gibran semakin bingung dengan perubahan sikap sang mommy, begitu juga dengan yang lainnya.


"Loh mom, kenapa ikannya disingkirin?" Tanya Chayra saat sang mommy meminta asisten rumah tangga untuk membawa ikan disekitar Jasmine kedapur.


"Sudah nanti mommy jelaskan, sekarang ayo makan dulu" semua mulai menyantap makanannya, diliputi rasa bingung karena Imelda sangat protektif terhadap Jasmine.


"Tambah sayur lagi sayang?" Tanya Imelda entah sudah berapa kali.


"Cukup mom" jawab Jasmine merasa tidak enak, lagipula perutnya juga sudah terisi penuh.


"Sayang, ada apa sebenarnya?" Tanya Riko tidak tahan melihat sikap aneh istrinya.


"Kita akan punya cucu" bisik Jasmine membuat Riko melongo kemudian tersenyum.


"Makan sayuran yang banyak ya Jasmine, biar tidak kekurangan gizi" sekarang bukan hanya Imelda yang prtektif, tapi Riko juga. Semua orang dibuat semakin bingung.


"Jasmine, nanti setelah sarapan ikut saya ya" ucap Dinda yang paham akan situasi setelah memperhatikan gerak-gerik sahabat sekaligus adik iparnya itu.

__ADS_1


"Baik tante" jawab Jasmine sopan.


__ADS_2