Doctor Vs CEO

Doctor Vs CEO
Eps. 180


__ADS_3

Menunggu operasi berlangsung, Heru mengambil ponselnya dan menghubungi anak buahnya untuk menyelidiki siapa dalang dibalik kecelakaan yang hampir merenggut nyawa anaknya itu. Menunggu beberapa saat, akhirnya telepon tersambung.


"Halo tuan" sapa anak buah diseberang telepon.


"Cepat selidiki siapa dalangnya dan laporkan padaku segera" ucap Heru tegas.


"Baik tuan" setelah itu, panggilan terputus dan Heru langsung duduk disamping Sandra yang sedang memangku baby Gibran meskipun air mata tak berhenti mengalir dipipinya.


Menunggu selama 3 jam, akhirnya lampu ruang operasi padam menandakan jika operasi sudah selesai. Dengan pasti, Heru langsung menghampiri salah satu dokter yang menangani operasi Alvian.


"Bagaimana keadaan anak saya dok?" tanya Heru tegas dengan nada khawatir.


"Operasi berjalan dengan lancar dan pasien akan dipindahkan keruang rawat hanya saja karena benturan keras dikepalanya menyebabkan pasien mengalami koma beberapa saat" Heru bersyukur meskipun Alvian dinyatakan koma, tapi Heru yakin jika Alvian akan bangun.

__ADS_1


"Terima kasih" jawab Heru tegas dan tidak lama Heru melihat Alvian yang didorong oleh beberapa perawat menuju kamar VVIP khusus keluarga pemilik rumah sakit. Baby Gibran yang sedang di stroler tidur terlelap karena kelelahan.


"Paa Alvian pa" Sandra menangis saat melihat Alvian yang biasa ceria dan selalu banyak tingkah kini terbaring tak berdaya dengan beberapa perban dibagian tubuhnya.


"Mama tenang, kita hanya menunggu Alvian sadar" Heru mencoba menenangkan. Heru juga langsung membawa Sandra untuk kekamar rawat Alvian.


"Riko sebaiknya kamu bawa pulang Gibran, tidak baik jika dia terlalu lama dirumah sakit. Ajak juga Melda" Heru mengingatkan Riko yang hendak mengikutinya.


"Baik pa" Riko menghampiri Imelda yang masih berada di kamar tempat istirahat Vani.


"Sayang, papa meminta kita untuk membawa pulang baby Gibran" Riko berkata dengan hati-hati untuk menyampaikan maksutnya.


"Iya sayang. Apakah operasinya sudah selesai?" tanya Imelda seraya bangkit.

__ADS_1


"Sudah dan berjalan lancar sekarang Kak Alvian sudah dipindahkan kedalam ruang perawatan tapi kata dokter kita masih harus menunggunya sadar, kecelakaan itu membuat nya koma" Riko menjelaskan apa yang didengarnya, Vani yang sedari tadi mendengarkan langsung bangkit dan berlari keluar. Untuk sesaat Imelda hanya terkejut kemudian langsung menyusul Vani diikuti oleh Riko dibelakangnya.


Suara pintu terbuka membuat Sandra dan Heru yang sedang menunggu Alvian menoleh, Vani berjalan dengan rapuh air matanya sama sekali tidak mau berhenti menetes. Duduk bersimpuh dengan menggunakan kedua lututnya disamping ranjang Alvian berseberangan dengan Samdra dan Heru.


"Kau tahu kau sangat menyiksaku, kau membuatku menangis tanpa henti saat memikirkanmu, kumohon bangunlah, tunjukan pada mereka bahwa kau kuat, kau bilang akan menjebak Lexa bersama denganku tapi kenapa kau malah seperti ini, ku mohon bangun" Vani menangis seraya memukul pinggiran ranjang Alvian dan membenamkan wajahnya diranjang.


Sandra semakin menangis saat melihat Vani yang sama cerianya dengan Alvian juga rapuh tak berdaya bahkan penampilannya terlihat acak-acakan. Imelda yang tidak sengaja mendengar ucapan Vani langsung memeluk Riko dan menangis dipelukan Riko.


"Pa kita kesini mau pamit" ucap Riko saat menyadari Heru sednag menatapnya.


"Iya, kalian bisa kesini besok pagi, kasian Gibran" Heru berkata dengan tegas dan senyum dibibirnya. Riko langsung mendorong baby Gibran dengan sebelah tangannya sedangakn tangan yang sebelahnya digunakan untuk merangkul Imelda.


Tatapan mata pengunjung rumah sakit tertuju pada mereka yang terlihat snagat romantis meskipun mereka sudah menjadi orang tua tapi pesona mereka sama sekali tidak menghilang. Menyusuri jalanan padat sepulang kerja, Riko membawa anak dan istrinya pulang kerumah keluarga Gunawan agar memudahkannya untuk membawa pakaian ganti untuk mertuanya besok.

__ADS_1


Imelda hanya menuruti keinginan Riko, dia tidak boleh egois bagaimana pun ada baby Gibran yang masih membutuhkannya. Imelda memandang wajah damai anaknya yang berada digendongannya.


...****************...


__ADS_2