Doctor Vs CEO

Doctor Vs CEO
Eps. 106


__ADS_3

"Sebaiknya kita lihat saja pa" potong Riko dan langsung berdiri dari duduknya yang diikuti semua orang dari belakang.


Mereka semua terkejut saat melihat penampilan Tuan dan Nyonya Hutomo yang acak-acakan dan tidak terawat. Satpam pun kuwalahan saat menghalangi niat mereka.


"Akhirnya kalian keluar juga" ucap Tuan Hutomo.


"Apa mau kalian?" tanya Heru tegas.


"Hahaha. Aku mau rumah ini menjadi milikku karena kalian sudah berani membuat perusahaanku hancurr dan aku kehilangan semua asetku" jawab Tuan Hutomo dengan angkuhnya.


"Kau pikir semudah itu?" Tanya Heru dan mensedekapkan tangannya didada.


"Sabar pa" ucap Sandra seraya mengelus pelan lengan Heru.


Imelda pun hanya diam tanpa berucap satu kata pun. Dia duduk dikursi roda dengan Dian yang memeganginya.


"Tomii tomi ternyata kau menolak putriku karena kau mendapatkan besan yang lebih kaya dariku. Kau bahkan sama seperti penjilat" Tuan Hutomo sengaja ingin membuat suasana semakin panas dengan memancing emosi mereka satu persatu.


"Diam kau. Putrimu yang tidak bisa menjaga sikap" bentak Tomi dengan tegas.


"Kenapa anda membela putri anda jika anda tidak mencari putri anda karena putri anda menghilang?" ucap Riko dengan tenang seraya tersenyum sinis.


Tuan dan Nyonya Hutomo saling pandang, mereka merasa bahwa mereka sudah terpojokkan tapi mereka sama sekali tidak mau menyerah.

__ADS_1


"Karena putri kami sedang memiliki urusan diluar negeri" jawab Tuan Hutomo bohong. Sejujurnya, Tuan Hutomo memang tidak mengetahui keberadaan Caryn dan Tuan Hutomo pun tidak mencoba mencarinya.


"Oh ya?" tanya Riko dan mengambil ponsel dari sakunya.


Riko langsung menelvon dengan panggilan video pada anak buahnya yang berada di tempat penyekapan Caryn.


"Halo bos" jawab sang anak buah saat panggilannya sudah terhubung.


"Arahkan kamera mu pada dua wanita itu" ucap Riko dingin.


"Baik bos" sang anak buah pun langsung mengarahkan kamera pada Caryn yang sedang duduk dilantai dengan tangan dan kaki yang diikat juga luka di sekujur tubuhnya.


Riko langsung menghadapkan ponselnya pada Tuan dan Nyonya Hutomo. Dan betapa terkejutnya mereka saat melihat putri yang selalu dimanjakannya kini sedang disekap dengan banyak luka ditubuhnya.


"Hanya memberinya sedikit kenangan" jawab Riko dengan santainya.


"Kalian mau pergi atau kita yang memaksa?" tanya Heru tegas.


"Serahkan semua aset kalian dan kita akan pergi" dan lagi-lagi Tuan Hutomo tidak ingin menyerah.


"Pak" panggil Heru pada Satpam yang berdiri tidak jauh dari mereka.


"Iya tuan" jawab Satpam tersebut seraya membungkukkan badannya.

__ADS_1


"Bawa mereka ke pihak berwajib. Aku sudah sangat muak dengan mereka" Ucap Heru dan langsung melenggang masuk.


"Heii urusan kita belum selesai. Tunggu pembalasanku" teriak Tuan Hutomo seraya berontak dari para satpam yang menangkapnya. Sedangkan Nyonya Hutomo hanya diam, dia akhirnya menyesali perbuatannya selama ini. Akibat keserakahannya, dia kehilangan semua aset dan putrinya. Nyonya Hutomo lebih banyak diam, dia benar-benar depresi karena ulah putri nya yang menyebabkan dia kehilangan semua kemewahannya.


Semua orang pun sudah kembali masuk kedalam rumah, begitu juga dengan Riko yang langsung mengajak Imelda untuk ke kamar mereka.


Riko mengangkat tubuh Imelda dan meletakkannya di ranjang dengan sangat hati-hati.


"Apa kau mau sesuatu sayang?" tanya Riko lembut seraya mengelus rambut Imelda.


Imelda pun hanya menggeleng dan tersenyum. Imelda langsung memeluk Riko erat dan membenamkan wajahnya didada bidang Riko.


"Terima kasih sudah melindungiku" ucap Imelda tanpa melepaskan pelukannya.


"Itu sudah menjadi kewajibanku sayang" jawab Riko juga membalas pelukan Imelda.


"Tapi aku ingin meminta sesuatu darimu sayang" sambung Riko hingga membuat Imelda menatap Riko dengan tatapan penuh tanda tanya.


"Apa itu?" tanya Imelda.


Riko pun hanya mengerlingkan matanya hingga membuat Imelda mulai merasa akan terjadi sesuatu hal yang tidak enak hari ini.


"Tapii aku kan masih sakit" Imelda sengaja memakai alasan seperti itu karena memang tubuhnya masih sedikit lemas. Bukan Imelda tidak mau menjalankan kewajibannya tapi Imelda merasa tubuhnya benar-benar ingin tidur.

__ADS_1


"Aku akan pelan-pelan sayang" jawab Riko dan langsung melancarkan aksinya. Dan benar saja Riko melakukannya dengan lembut dan siang ini menjadi siang yang panjang bagi mereka berdua.


__ADS_2